Tugumalang.id – Puluhan Satpam dari berbagai daerah tampak antusias mengikuti Uji Kompetensi yang diselenggarakan oleh LSP P-2 Sekuriti PP Polri di Balai Latihan Kerja (BLK) Singosari, Kabupaten Malang pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan ini menjadi upaya menegaskan profesionalisme tenaga keamanan sesuai standar nasional yang ditetapkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Setidaknya, ada 78 Satpam yang menjalani Uji Kompetensi Gada Pratama dan Gada Madya itu. Kemampuan soal pelaksanaan tugas kemanan, penanganan kejadian hingga etika dan wawasan para satpam itu diuji langsung oleh assesor profesional.
Kepala LSP P-2 Sekuriti PP Polri, Komjen Pol (Purn) Drs. Heru Winarko, S.H., M.H., melalui Kepala Tempat Uji Kompetensi Mandiri Jawa Timur Kombes Pol (Purn) Sukarsan, S.H., M.H., menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan profesionalitas satpam yang berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Baca Juga: Konflik Yayasan STM Turen Memanas, YPTT Tegaskan Tidak Ganggu Kegiatan Belajar

Uji sertifikasi ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan perusahaan terhadap tenaga keamanan yang mereka pekerjakan. Dengan kompetensi yang teruji, satpam dapat menjalankan tugas pengamanan dengan lebih profesional dan memberikan rasa aman bagi lingkungan kerja maupun lingkungan.
“Pesertanya ada 78 orang Satpam, terdiri dari Gada Pratama dan Gada Madya. Melalui uji kompetensi ini diharapkan mereka semakin profesional dan kompeten dalam menjaga keamanan perusahaan maupun lingkungan,” kata Sukarsan.
Menurutnya, LSP P-2 Sekuriti PP Polri telah mendapatkan rekomendasi dari Kapolri serta lisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk melakukan uji kompetensi bagi tenaga keamanan di Indonesia.
Baca Juga: Pria Hilang Pasca Demo Ricuh Jakarta, Bima Ternyata Berjualan di Kota Malang
Sementara itu, Assesor LSP P-2 Security PP Polri, Budi Purnomo menambahkan bahwa dalam uji kompetensi ini para peserta diuji melalui beberapa unit kompetensi utama.

Mulai dari prosedur pelaksanaan tugas keamanan, patroli, penjagaan, pengaturan lalu lintas, penanganan kejadian perkara, penanganan penemuan bahan berbahaya dan berbagai situasi yang berpotensi mengganggu keamanan di lingkungan kerja.
“Nah, itu kami uji dengan beberapa skema. Jadi bagaimana mereka bisa melaksanakan tugas itu secara profesional, termasuk uji mengetahui skill, attitude, pengetahuan dan prakteknya,” kata dia.
Budi menyebut, sertifikasi ini akan menjadi bukti bahwa mereka benar benar telah teruji kompetensinya. Hal ini dinilai penting karena sejumlah perusahaan, terutama di objek vital nasional dan instansi pemerintah kini mulai mewajibkan tenaga keamanan memiliki sertifikasi BNSP.
“Keuntungan satpam mempunyai sertifikasi ini, untuk memperluas peluang kerjanya karena sudah kompeten. Perusahaan akan melihat mereka bukan sekadar terlatih saja, tapi sudah teruji oleh lembaga yang resmi bersertifikat resmi yang ditunjuk oleh BNSP,” tuturnya.
Menurutnya, jumlah satpam di wilayah Jawa Timur diperkirakan mencapai hampir 60 ribu orang. Namun, yang telah memiliki sertifikasi BNSP hingga kini baru berkisar antara 1.500 hingga 2.000 orang.
“Melalui kegiatan uji kompetensi seperti ini, diharapkan semakin banyak satpam yang tersertifikasi sehingga mampu menjalankan tugas pengamanan secara profesional, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan kerja dan masyarakat yang aman serta kondusif,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























