MALANG, Tugumalang.id – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Malang, Suwadji menanggapi pemberitaan Tugu Malang ID terkait SDN 6 Sumberpetung yang menggunakan triplek untuk menyekat satu ruangan menjadi dua kelas.
Menurutnya, kondisi tersebut masih layak karena berada di hanya memiliki 38 siswa dan berada di wilayah jarang penduduk. Ia menilai, masih ada sekolah lain yang membutuhkan perbaikan sarana prasarana selain SDN 6 Sumberpetung.
Baca Juga: Tangani Stunting, Dinkes Kabupaten Malang Kucurkan Dana Hampir Rp1 Miliar untuk Makanan Tambahan
“Sekolah ini terbilang layak karena siswanya sedikit. Masih ada sekolah dengan jumlah siswa banyak yang lebih membutuhkan sarana prasarana,” ujar Suwadji, Selasa (25/11/2025).
SDN 6 Sumberpetung berada di Dusun Pondok Kobong, Desa Sumberpetung, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang. Di sekolah ini, siswa kelas V dan VI belajar di satu ruangan yang sama dengan triplek sederhana sebagai penyekat.
SDN 6 Sumberpetung saat ini memiliki 38 siswa dengan rincian:
– Kelas I memiliki tiga siswa
– Kelas II memiliki sembilan siswa
– Kelas III memiliki dua siswa
– Kelas IV memiliki 11 siswa
– Kelas V memiliki satu siswa
– Kelas VI memiliki 10 siswa.
Suwadji menjelaskan, sekolah tersebut telah berdiri sejak tahun 1978 dan tidak memiliki lahan maupun gedung. Sekolah berpindah-pindah dari rumah warga ke rumah warga lainnya.
Baca Juga: Bapenda Kabupaten Malang Catat Tiga Sektor Pajak Lampaui Target 2025
Di tahun 1985, sekolah mendapat lahan dari Pemerintah Desa Sumberpetung dan mulai membangun gedung di atas lahan tersebut. Sejak dulu, sekolah ini hanya memiliki sedikit siswa karena berada di kawasan yang dihuni 60 kepala keluarga (KK).
“Wilayah tersebut hanya memiliki tiga RT. Itu pun sebagian besar penduduknya adalah lansia. Ini berpengaruh terhadap jumlah murid di sekolah tersebut,” terang Suwadji.
Sejak berdiri, SDN 6 Sumberpetung telah menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) sebanyak dua kali, yakni pada tahun 2008 dan 2020. Saat ini SDN 6 Sumberpetung memiliki satu kepala sekolah, tiga guru kelas, satu guru Agama Islam, serta satu guru Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK).
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Helianto. A


















