Malang, Tugumalang.id – Universitas Islam Malang (Unisma) mempercepat target menjadi Entrepreneurial University sebelum 2027. Salah satu langkah yang ditempuh ialah menghadirkan empat CEO startup kelas dunia dalam ajang International CEO Talks, MoU Signing & Startup Innovation Forum 2026, Jumat (10/7/2026).
Forum bertema Creating University Start-Ups to Strengthen Entrepreneurship of NU Higher Education Institutions for Better Contribution to SDGs Programs itu digelar untuk memperkuat ekosistem startup di lingkungan perguruan tinggi. Melalui forum tersebut, Unisma mendorong lahirnya startup berbasis kampus yang mampu berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Rektor Unisma sekaligus Ketua Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) Jawa Timur, Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D., mengatakan kegiatan tersebut merupakan komitmen Unisma memperkuat jiwa kewirausahaan di lingkungan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU).

Menurut Prof. Junaidi, forum internasional itu merupakan tindak lanjut kunjungan kerja pimpinan Unisma ke sejumlah negara di Eropa pada awal bulan lalu. Hasil penjajakan tersebut mulai diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PTNU dan tiga korporasi besar asal Belanda.
Empat CEO startup yang hadir tidak hanya menjadi pembicara, tetapi juga terlibat dalam penandatanganan kerja sama tersebut. Unisma berharap kolaborasi itu dapat menghasilkan program nyata bagi pengembangan startup di lingkungan PTNU.
“Artinya, hasil penjajakan kerja sama kami di luar negeri kemarin berbuah hasil. Kami sangat berharap ada tindak lanjut konkret dari kolaborasi ini,” ujar Prof. Junaidi.
Baca juga: Unisma Gandeng Wise Use International Belanda Perkuat Entrepreneurial University
Sesi CEO Talks menghadirkan Prof. Dr.-Ing. Hendro Wicaksono, Ketua Umum Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) dari Constructor University Bremen, Jerman. Ia memaparkan pentingnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam riset global melalui materi bertajuk AI, Global Research Collaboration & Entrepreneurial University Transformation: Connecting Indonesian Scientists Worldwide for Innovation and Research Commercialization.
Narasumber kedua, Mr. Jeroen Rijnenberg selaku President Director dari SBDI Center Foundation, mengupas tuntas blueprint ekosistem bisnis berwawasan lingkungan dalam materinya “Building Sustainable Business Ecosystem for SDGs Impact“.

Ketiga, ada Mr. Guido Lassally, CEO Tauros Media Nederland B.V., yang membawa topik mutakhir bertajuk “AI Agents for Entrepreneurial Startup Creation and Higher Education Transformation“.
Sementara itu, Mr. Dorotheus Wisman selaku pendiri sekaligus CEO Wise Use International B.V. Belanda, membagikan wawasan mengenai pentingnya pemanfaatan sumber daya yang bijak dalam dunia industri modern.
Rektor Unisma, Prof. Junaidi, turut melengkapi panel diskusi dengan materi “Entrepreneurial World Class University Milestone: Integrating Innovation, Global Collaboration, and SDGs Impact“.
Dalam sambutannya di hadapan forum yang juga dihadiri pimpinan PTNU se-Jawa Timur, Prof. Jun mengisahkan pengalamannya saat membawa berbagai produk inovasi hasil riset dosen dan mahasiswa Unisma ke Eropa. Salah satu produk lokal yang berhasil mencuri perhatian pasar internasional adalah beras singkong.
”Kami membawa sampel produk startup mahasiswa dan dosen ke sana. Ketika kami bertemu dengan pimpinan ILG, Mr. Gassan, produk beras singkong kami langsung diuji coba. Bahkan sebelum rombongan kami kembali ke tanah air, beliau sudah menghubungi saya kembali dan bertanya, ‘Bisa tidak kalau kami dikirim 100 ton per bulan?’ Ini sebuah peluang yang sangat luar biasa,” ungkapnya.
Baca juga: Unisma Gagas Program 1000 Start Up Mahasiswa, Selangkah Maju Menuju Entrepreneurial University
Peluang ekspor masif ini langsung direspons cepat. Unisma menyatakan kesiapan mengingat teknologi produksi yang dimiliki sudah mumpuni melalui jalinan kerja sama manufaktur dengan salah satu perguruan tinggi di Nigeria. Sebagai informasi, ILG dikenal luas sebagai salah satu korporasi raksasa yang menguasai ekosistem ekspor-impor produk halal terbesar di benua Eropa.
Prof. Jun memaparkan bahwa jalinan kerja sama strategis ini tidak hanya berhenti di atas kertas kerja. Ke depan, para CEO dan pakar internasional tersebut akan memberikan pendampingan intensif bagi inkubator bisnis dan startup yang lahir dari rahim perguruan tinggi, baik di Unisma sendiri maupun bagi seluruh jejaring PTNU di bawah naungan PWNU Jawa Timur.
”Mereka berkomitmen untuk membimbing para inovator muda kita. Jika PTNU di Jawa Timur memiliki produk unggulan berstandar ekspor yang siap dipasarkan ke Eropa, Unisma siap memfasilitasi dan mengatur seluruh proses hilirisasinya,” beber Prof. Jun.
Selain sesi diskusi, acara ini juga mengintegrasikan Startup Innovation Forum. Sesi ini memberikan panggung khusus berupa Showcase Session bertajuk “Discovering Problems, Creating Ideas, SDGs Impact”.
Presentasi tidak hanya didominasi mahasiswa Unisma, melainkan juga melibatkan inovator dari jenjang SD dan SMP se-Malang Raya. Mereka dinilai sebagai calon CEO masa depan.
Talenta muda ini mempresentasikan beragam produk bisnis mereka di hadapan para investor global yang terhubung secara daring dari Eropa. Model ini membuka peluang investasi langsung maupun penyaluran dana hibah demi pengembangan skala bisnis startup lokal ke ranah global.
Acara dilanjutkan dengan Awarding Ceremony untuk mengapresiasi inovator terbaik dalam beberapa kategori bergengsi. Di antaranya Best Young CEO Speaker, Most Inspiring Story, Best SDGs Idea, Best Sustainable Startup, dan Best Innovation for SDGs.
Agenda ini ditutup dengan prosesi penandatanganan berkas kerja sama (MoU Signing) antara pimpinan LPTNU Jawa Timur dan Unisma dengan empat representatif institusi global, yakni I-4, Wise Use International B.V., Tauros Media Nederland B.V., serta SBDI Center Foundation.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko























