MALANG, Tugumalang.id – Acara penutupan Kegiatan Cinta Sekolah (KCS) 39 SMK PGRI 3 Malang (Skariga) yang bertempat di Lapangan Upacara Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Malang pada Kamis (9/7/2026) berlangsung meriah.
Mengusung tema “Garda Swarna Skariga Muda nan Gemilang, Menganyam Budaya Menembus Cakrawala”, sebanyak 987 siswa baru peserta KCS resmi dikukuhkan dan menjadi insan yang berkarakter kuat, berbudaya, dan berwawasan global.
Kegiatan KCS ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.STP, M.M, Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Malang, Kolonel Laut (P) Agus Haryanto, beserta tamu undangan yang hadir.
Baca Juga: SMK PGRI 3 Malang Jadi Percontohan Pendidikan Vokasi Menuju Indonesia Emas 2045

Acara KCS 39 ini berlangsung meriah dengan penampilan tari, semangat peserta dengan yel-yel yang menggema, dan penyerahan hadiah kepada 3 kompi terbaik yang menunjukkan kekompakan dan kedisiplinan tinggi selama kegiatan orientasi.
Dalam sambutannya, Aries mengapresiasi komitmen dan juga konsistensi SMK PGRI 3 Malang dalam menerapkan pendidikan karakter dan juga kedisiplinan peserta didik selama mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
“Kami sangat mengapresiasi budaya positif SMK PGRI 3 Malang dengan membangun karakter dan disiplin selama pelaksanaan KCS atau MPLS ala Skariga ini,” ujar Aries yang mengukuhkan langsung siswa baru SMK PGRI 3 Malang.
Baca Juga: Jatim Kirim Kontingen Terbanyak ke WSC Shanghai 2026, Tiga Peserta dari Malang Raya

“Pendidikan karakter menjadi fondasi penting mencetak generasi penerus bangsa yang unggul secara akademik. Serta memiliki integritas, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama,” imbuhnya.
Tekankan Pentingnya Pendidikan Vokasi dan Bijak Memanfaatkan Teknologi
Pada kesempatan itu, Aries juga menyampaikan perubahan paradigma pendidikan vokasi. Jika dulu SMK dianggap biasa saja, saat ini kondisinya telah berubah di mana pendidikan vokasi menjadi pilar penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas.
“Kalau dulu banyak yang mengatakan SMK tidak punya masa depan, sekarang justru sebaliknya. SMK adalah masa depan bangsa, lulusannya menjadi tenaga profesional, penggerak industri, bahkan banyak yang menjadi pahlawan devisa melalui dunia kerja,” tegas Aries.

Selain itu, pihaknya juga berpesan kepada siswa baru untuk memanfaatkan teknologi dengan bijak, terutama dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI). Aries menekankan bahwa AI adalah alat bantu untuk meningkatkan kompetensi, sarana belajar, inovasi, bukan alat menyelesaikan pekerjaan secara instan.
“Gunakan teknologi dengan bijak, gunakan AI sebagai alat untuk membantu kalian belajar. Sebab keberhasilan tetap ditentukan oleh kerja keras, disiplin, dan kemauan untuk terus meningkatkan kompetensi,” ungkapnya.
Cetak Lulusan Berkompeten dan Memegang Teguh Akar Budaya
Kepala SMK PGRI 3 Malang, Dr. Moch. Lukman Hakim, S.T, M.M menegaskan pengukuhan KCS 39 adalah bukti komitmen sekolah sebagai lembaga pendidikan vokasi yang fokus mencetak lulusan berkompeten dari aspek teknis, tetapi juga memegang teguh akar budaya bangsa.
“Tidak hanya melahirkan lulusan kompeten secara teknis, tetapi juga membentuk generasi emas (Garda Swarna) yang memegang teguh akar budaya bangsa, namun siap melangkah menembus cakrawala dunia,” kata pria yang akrab disapa Lukman ini.
SMK PGRI 3 Malang juga mendeklarasikan mendukung penuh program Jawa Timur Bebas Sampah Plastik. Dukungan tersebut diwujudkan lewat donasi 987 tumbler atau botol minum ulang kepada perwakilan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di wilayah Malang.
“Gerakan ini diharapkan mampu mengedukasi generasi muda sejak dini untuk mengurangi ketergantungan pada plastik sekali pakai,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A
























