MALANG, Tugumalang.id – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Raja Ampat untuk mendukung pembangunan daerah melalui perencanaan kawasan wisata berkelanjutan. Salah satu proyek strategis yang akan digarap adalah penyusunan master plan Kota Baru Pariwisata Wawiyai.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Rektor ITN Malang Awan Uji Krismanto dan Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam di Ruang Rapat Fakultas Teknologi Industri (FTI), Kampus 2 ITN Malang, Rabu (8/7/2026).
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lembaga Pengembangan Kerja Sama dan Usaha (LPKU) ITN Malang dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (BP4D/Bappelitbangda) Kabupaten Raja Ampat. Kerja sama tersebut menjadi langkah awal pelaksanaan proyek strategis tahun 2026 melalui penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Raja Ampat Butuh Pendampingan Akademisi
Bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam mengatakan daerahnya membutuhkan dukungan kalangan akademisi agar pembangunan dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.
“Kami datang untuk kerja sama ke depan, banyak hal yang nanti kami sangat butuhkan. Ini baru awal. Raja Ampat merupakan salah satu destinasi pariwisata, bagaimana wilayah ini kita kemas untuk mendukung nama besarnya. Jangan sampai Raja Ampat tinggal kenangan. Maka mulai sekarang kami rancang dengan ITN untuk pengembangannya,” ujarnya.
Menurut Orideko, masih terdapat berbagai tantangan yang harus diatasi, mulai dari persoalan stunting, kemiskinan, hingga belum meratanya akses listrik di pulau-pulau terpencil.
“Masyarakat kami yang belum terjangkau listrik pengen punya listrik. Ke depan bisa kita rancang satu atau dua kampung dulu untuk mengobati kerinduan masyarakat ini,” katanya.
Baca juga: Dosen ITN Malang Raih Hibah Hilirisasi, Kembangkan Pintu Irigasi Pintar Berbasis IoT untuk Sawah di Sulawesi
ITN Tawarkan Kemandirian Energi Berbasis PLTS
Menanggapi kebutuhan tersebut, Rektor ITN Malang Awan Uji Krismanto menyatakan kampus siap mengerahkan berbagai disiplin ilmu untuk mendukung pembangunan Raja Ampat.
Salah satu inovasi yang ditawarkan adalah konsep kemandirian energi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), seperti yang telah diterapkan di Kampus 2 ITN Malang untuk memenuhi kebutuhan listrik pada siang hari.
“Harapannya kemandirian energi ini menjadi proyek dan referensi yang bisa diadopsi bagi Raja Ampat untuk ekonomi pariwisata sehingga bisa mandiri energi. Raja Ampat potensinya luar biasa besar, harapan kami ini bisa kita kembangkan bersama untuk masyarakat di sana,” tutur Awan.
Wawiyai Disiapkan Menjadi Kota Baru Pariwisata
Selain sektor energi, ITN Malang juga akan menyusun master plan kawasan Wawiyai di Pulau Waigeo sebagai kota baru dengan konsep Integrated Eco Aero-Marine Tourism City. Konsep tersebut mengusung pengembangan pariwisata bahari premium dengan pendekatan low density-high value tourism, yakni jumlah wisatawan yang terkendali namun memberikan nilai ekonomi tinggi.
Tenaga Ahli ITN Malang dari Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Maria Christina Endarwati, menjelaskan penyusunan master plan dilakukan karena ITN sebelumnya telah dipercaya mendampingi penyusunan tata ruang di Provinsi Papua Barat Daya, Kabupaten Sorong, dan Kabupaten Maybrat.
Penyusunan rencana kawasan Wawiyai akan melibatkan berbagai program studi, antara lain PWK, Arsitektur, Teknik Geodesi, dan Teknik Elektro.
“Selama ini Raja Ampat terkenal dengan destinasi wisata alam yang luar biasa. Namun, mereka butuh pusat aktivitas kuliner, seni, dan budaya di malam hari untuk menghidupkan perekonomian lokal. Selama ini kalau turis datang ke sana hanya diam di resort setelah matahari terbenam. Pak Bupati ingin ada kawasan baru yang terpusat, khususnya untuk menghidupkan wisata di malam hari yang sehat dan ramah keluarga. Kami menawarkan konsep awal dan bupati beserta jajarannya sudah oke,” jelas Maria.
Baca juga: ITN Malang Susun Peta Dasar RTRW Jatim, Reklamasi Ilegal Jadi Sorotan
Infrastruktur Terintegrasi untuk Permudah Akses
Maria menambahkan, dalam perencanaan tersebut juga disiapkan solusi peningkatan aksesibilitas antarpulau melalui pembangunan bandara yang terintegrasi dengan terminal pesawat air (seaplane).
Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memangkas biaya logistik sekaligus mempermudah mobilitas wisatawan menuju berbagai destinasi di Raja Ampat.
Melalui kolaborasi ini, ITN Malang menargetkan dokumen master plan, rencana struktur ruang, zonasi, hingga Urban Design Guideline dapat menjadi acuan pemerintah daerah dalam merealisasikan pembangunan kawasan. Kampus berharap pengembangan tersebut mampu mendorong investasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian alam Raja Ampat.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: RIlis ITN Malang
editor: jatmiko























