Tugumalang.id – Sebanyak 987 calon siswa baru SMK PGRI 3 Malang (Skariga) resmi memulai awal baru lewat Kegiatan Cinta Sekolah (KCS) ke-39. Pembukaan KCS dengan mengusung tema ‘Garda Swarna’ ini digelar secara megah dan kreatif di halaman Universitas Islam Malang (Unisma), Kamis (2/7/2026).
Tema ‘Garda Swarna’ dipilih dalam KCS 2026 Ini sebagai komitmen sekolah untuk mencetak generasi yang tangguh di lini terdepan (Garda) serta memiliki hati, pemikiran, dan sikap bernilai luhur layaknya emas (Swarna).
Apel pembukaan KCS ke-39 Skariga Malang ini turut dihadiri oleh jajaran tokoh penting daerah, mulai dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang Dr. Hj. Hastini Ratna Dewi, M.Pd, Rektor Unisma Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd., Ph.D, hingga Kapolsek Lowokwaru Kompol Anang Tri Hananta.

Acara dimeriahkan oleh penampilan Tari Nusantara dan parade bendera 14 jurusan oleh tim paskibra. Puncak simbolis ditandai dengan penuangan air ke atas kanvas putih oleh perwakilan peserta, yang secara ajaib memunculkan tulisan “Garda Swarna”. Prosesi ini bermakna filosofis sebagai transfer ilmu, restu, dan doa tanpa putus dari guru untuk melejitkan potensi murid.
Baca Juga: Jurusan Animasi SMK PGRI 3 Malang, Peluang Cepat Masuk Industri Kreatif
Usai apel, ratusan siswa melakukan aksi long march jalan kaki dari Unisma menuju sekolah SMK PGRI 3 Malang untuk menjaga kesehatan sekaligus bersosialisasi dengan warga sekitar. Setibanya di sekolah, mereka diajak melakukan kegiatan Gemba (tur lapangan) ke bengkel jurusan masing-masing untuk mengenal budaya industri dan lingkungan belajar baru mereka dengan didampingi oleh Wali KCS.
Kepala SMK PGRI 3 Malang, Dr. Moch. Lukman Hakim, S.T., M.M., menegaskan bahwa orientasi pendidikan ini bukan sekadar menyambut bonus demografi. Melainkan menjadi pondasi awal untuk mencetak generasi berprestasi sejak dini.
Lukman menegaskan pihaknya ingin menjadikan murid-murid SMK PGRI 3 Malang sebagai garda terdepan yang memiliki hati, pemikiran, dan sikap emas untuk menuju Indonesia Emas.

”Bukan dalam konteks bonus demografinya, melainkan dalam konteks prestasinya. Ini selaras dengan apa yang sudah kami canangkan bahwa Skariga adalah sekolahnya para jawara,” jelasnya.
Ia menyebut rangkaian KCS ke-39 ini direncanakan berlangsung mulai dari 2 Juli hingga 11 Juli 2026. Selama kegiatan, para siswa akan dibekali penguatan karakter dan mental, salah satunya melalui implementasi gerakan “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”.
Lukman memaparkan bahwa selama menempuh pendidikan, siswa dibiasakan disiplin hadir sebelum pukul 06.00 WIB. Mereka akan memulai hari dengan ibadah hingga membawa bekal makanan bergizi seimbang dari rumah.
“Kami biasakan mereka membawa bekal sendiri yang ada nasi dan sayurnya, karena anak-anak zaman sekarang sangat sulit makan sayur. Ini penting untuk ketahanan fisik mereka,” tambah dia.

Komitmen Pengurangan Sampah Plastik
Selain kesehatan individu, aspek lingkungan hidup turut menjadi pilar utama mendidik siswa. Sebagai sekolah yang ditunjuk oleh Gubernur Jawa Timur dalam program Green School (Adiwiyata), Skariga berkomitmen membatasi penggunaan sampah plastik.
Salah satu aksi nyatanya adalah rencana pembagian 1.000 tumbler (botol minum ramah lingkungan) kepada masyarakat di wilayah Malang Raya. Program ini kata dia sudah berjalan hampir satu semester belakangan. Lukman juga menambahkan bahwa aksi bersih-bersih lingkungan seperti sungai hingga pasar-pasar sudah menjadi program berkesinambungan sejak tahun 2015.
”Kami bangga mendapat kepercayaan dari Gubernur Jatim untuk menjalankan sekolah anti botol plastik. Selain menjaga lingkungan, ini juga melatih jiwa sosial para siswa untuk berbagi,” jelasnya.
Lebih lanjut, pihaknya juga membekali calon siswa baru dengan keterampilan industri berbasis Artificial Intelligence. Ini dilakukan untuk menjawab tantangan disrupsi teknologi yang semakin masif. Lukman membeberkan bahwa para tenaga pendidik telah dibekali pelatihan intensif selama dua minggu terakhir melalui program PGRI Power (PPPGRI) dari PGRI Pusat.
“Kami mengambil peran untuk melatih bapak dan ibu guru dengan pembelajaran modul berbasis AI serta penguatan KKA (Keterampilan Karakter Abad 21),” ujarnya.
Selain itu, pemahaman budaya industri siswa akan diperkuat langsung melalui fasilitas laboratorium Dojo yang dimiliki sekolah demi menyelaraskan kompetensi hard skill dan soft skill.
Uniknya, imbuh Lukman, jumlah siswa baru tahun ini yang mencapai 987 anak, secara kebetulan selaras dengan tanggal pelaksanaan diklat mental dan bela negara di Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal), yakni pada tanggal 7, 8, dan 9 Juli.
“Jumlah siswa kami 987 orang, dan mereka akan digembleng di Lanal pada tanggal 7, 8, dan 9. Ini kombinasi angka cantik (7-8-9 dan 9-8-7). Harapannya, sepulang dari Lanal karakter mereka yang berhubungan dengan etika, moral, sopan santun, dan budaya industri semakin kokoh,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Editor: Herlianto. A
























