Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Tahun Kanjuruhan

Fajrus Sidiq by Fajrus Sidiq
Oktober 8, 2022 6:19 pm
in Catatan
Patung Singa Tegar di Stadion Kanjuruhan. Foto: Bayu Eka/Tugumalang.id

Patung Singa Tegar di Stadion Kanjuruhan. Foto: Bayu Eka/Tugumalang.id

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Kami Arema Salam Satu Jiwa…

Aremania selalu merinding menyanyikan lagu ini. Nyanyian kebanggaan. Menyatukan jiwa. Jiwa-jiwa jawara. Nyanyian yang hadir sekitar tahun 2010, yang ikut mengarungi bersama perjuangan Arema menjuarai kompetisi liga.

READ ALSO

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Tahun 2022 ini, saya kembali melihat Arema. Melihat dan merasakan kesedihan yang sangat dalam. 1 Oktober 2022, Aremania gugur, bertumbangan, tak kuat melawan asap. Asap yang lebih ngeri dari wedus gembel. Lebih dahsyat dari cumulonimbus.

Malam itu, saya dengar kabar 2 supproter meninggal, kemudian 40, lalu jumlahnya terus naik. Pagi hari sudah tercatat lebih seratus. Wartawan tak ada yang tidur, membantu evakuasi. Dan lanjut menguak tragedi.

Satu persatu Aremania dikabarkan gugur. Di rumah sakit di Kepanjen, di Kota Malang, dan di Kota Batu. Kabarnya juga ada yang langsung dibawa pulang ke rumah duka.

Sementara hari itu, spekulasi muncul banyak sekali. Supporter disalahkan. Beritanya kericuhan. Hari Minggu, saya tak bisa libur seperti biasa. Tak kuat mendengar kabar duka.

Yang tidak pernah nonton bola, mengutuk supporter sebagai pemicu kericuhan. Yang punya tanggungjawab, menyudutkan supporter di lapangan.

Lihatlah, betapa sedihnya seorang ibu kehilangan putranya yang dermawan. Seorang ibu sangat terpukul kehilangan anaknya yang baru ulang tahun ke-17. Seorang ibu tersakiti kehilangan anaknya yang baru kali pertama nonton di stadion. Orang tua kehilangan anaknya, anak kehilangan orang tuanya. Ada yang kehilangan semuanya.

Setelah kesedihan sangat tampak, sangat jelas, semua mulai minta maaf. Lalu pintu yang tak punya mata dituding-tuding jadi biang keladi. Itu kata mereka yang harus disalahkan.

Kau ini bagaimana atau harus aku yang bagaimana? Begitu tanya Gus Mus. Seolah bingung padahal semua jelas dan terang.

Tahun ini tidak akan dilupakan oleh banyak orang. Tragedi besar yang mengguncang dunia. Saat sepak bola modern sudah dikenal hingga kampung terdalam. Pertandingan sepak bola profesional malah memakan korban jiwa yang banyak.

Aremania, tidak pernah anarkis. Aremania masuk lapangan ingin peluk pemain Arema. Itu biasa terjadi. Saya pernah merasakan, mendukung Arema dengan fanatik. Mendukung langsung di stadion. Menabuh bassdrumb, mengibarkan bendera. Bahkan pernah kecopetan.

“Belum jadi Aremania kalau belum kecopetan,” saya ingat Sam Daox Sumberpucung pernah bilang begitu. Saya pernah menjadi bagian dari Korwil Aremania 86.

Saya merasakan betul, anak-anak remaja di Malang, akan sangat lantang mendukung Arema. Hingga mereka dewasa dan menjadi tua. Menjadi Aremania bukanlah hal yang sia-sia. Bahkan tidak hanya warga Malang, ada saja orang yang tidak punya kaitan dengan Malang, menjadi Aremania.

Saat ini, orang yang berpikir jernih akan mengambil pelajaran. Bagaimana berbuat dan apa dampaknya. Jika tidak, kesalahan akan terus diulang.

Para supporter sepak bola Indonesia saat ini contohnya. Sudah mau bersatu dalam persaudaraan. Satu Indonesia. Mereka tidak mau lagi tragedi kemanusiaan terjadi di waktu berikutnya.

Tapi tragedi sudah terjadi. Banyak tragedi dalam sejarah lampau, sebuah tahun kemudian disematkan pada tragedi itu. Gunanya sebagai pengingat. Bahwa peristiwa yang besar mengandung pelajaran yang besar.

Seperti tahun ini, kita tidak akan pernah lupa. Tahun 2022 saya sebut Tahun Kanjuruhan. Saat supporter klub sepak bola datang ke stadion dengan sukacita, namun pulang mengabarkan dukacita.

Husnul Khatimah, Jiwa-Jiwa Jawara!

 

Fajrus Sidiq

GM Tugumalang.id

Tags: AremaniaTahun 2022 Tahun KanjuruhanTahun Kanjuruhantragedi kanjuruhan

Related Posts

Abdul Hamid. Foto/dok
Catatan

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Selasa, 26 Mei 2026
Momentum Hari Kebangkitan Nasional, refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib tentang kedaulatan algoritma di era digital. /Foto: Dok. Istimewa.
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Rabu, 20 Mei 2026
Tiko Ari. Foto/dok
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional dan Tantangan Nyata Pekerja Indonesia di Tengah Perubahan Zaman

Rabu, 20 Mei 2026
Agama
Catatan

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (1)

Selasa, 19 Mei 2026
Prophetic Intelligence
Catatan

Prophetic Intelligence: Menyatukan Ideologi dan Strategi Politik PKB di Era Gen Z

Selasa, 12 Mei 2026
Sains dan Agama
Catatan

Paradigma Baru: Mengakhiri “Perang Dingin” antara Sains dan Agama

Minggu, 10 Mei 2026
Next Post
Anto Baret (paling kanan) saat memberikan keterangan.

Sesepuh Aremania Bertemu Andi Peci: Saatnya Mengubur Rasa Dendam

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.