Malang, Tugumalang.id – Porsi sajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) kering khusus Ramadan di Kota Malang belakangan menjadi sorotan publik. Menanggapi hal tersebut, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lowokwaru Kota Malang memaparkan detail harga setiap porsi MBG yang disalurkan kepada siswa.
Kepala SPPG Tulusrejo 2 Lowokwaru Kota Malang, Julfa Hannan, menjelaskan bahwa penetapan harga dan standar gizi MBG mengacu pada regulasi Badan Gizi Nasional dan Kementerian Kesehatan RI. Pedoman tersebut menjadi dasar dalam memastikan kesesuaian anggaran serta kandungan gizi pada setiap paket yang dibagikan.
Baca juga: Polresta Malang Kota Dirikan 2 SPPG di Lowokwaru dan Kedungkandang

Menurutnya, terdapat dua kategori harga yang diberlakukan berdasarkan jenjang pendidikan. Untuk pelajar PAUD, TK hingga SD kelas 3, harga MBG ditetapkan Rp 8 ribu per porsi. Sedangkan bagi siswa SD kelas 4, SMP hingga SMA, harga ditetapkan Rp 10 ribu per porsi.
“Dalam peraturan Revisi 3 dari Badan Gizi Nasional itu, pagu anggaran MBG sebesar Rp 8 ribu untuk anak PAUD, TK sampai SD kelas 3. Kemudian untuk SD kelas 4 sampai SMA sebesar Rp 10 ribu,” jelasnya, Jumat (27/2/2026).
Selain mengacu pada standar gizi dan pagu anggaran, pemilihan bahan baku makanan juga harus mengikuti ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Dalam pelaksanaannya, pihaknya memantau harga melalui pusat informasi perkembangan bahan pokok Siskaperbapo Jatim.
Julfa menuturkan bahwa ketentuan tersebut telah diterapkan dalam pendistribusian MBG di sejumlah sekolah di Kota Malang. Saat ini, SPPG Tulusrejo 2 menyuplai MBG ke 13 sekolah dengan total sasaran sebanyak 2.678 siswa.
Baca juga: 7 SPPG di Kota Malang Kena Peringatan, Diduga Beli Bahan Baku Tak Sesuai HET
Di SMPN 11 Kota Malang yang menjadi salah satu sekolah sasaran, paket MBG kering khusus Ramadan berisi satu butir telur, dua kue, buah jambu, buah pir, susu, dan kacang goreng.
Julfa menyebut paket tersebut diperuntukkan untuk dua hari, yakni Jumat dan Sabtu. Komposisi porsi dinilai telah memenuhi unsur standar gizi, mulai dari karbohidrat, protein hingga vitamin. Harga paket dua hari tersebut sebesar Rp 20 ribu.
“Itu untuk menu dua hari, Jumat dan Sabtu. Kalau harganya Rp 20 ribu karena untuk menu dua hari,” ujarnya.
Salah satu guru SMPN 11 Kota Malang yang membantu distribusi MBG, Ida Nur Hayati, menyampaikan bahwa porsi yang diterima siswa dinilai sudah sesuai harapan.
“Alhamdulillah selama ini kami menerima saja karena memang sudah layak. Menu-menunya layak dan anak-anak juga senang,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu wali murid SMPN 11 Kota Malang, Musyarofah, menilai menu MBG kering selama Ramadan cukup membantu, meski selera anak berbeda-beda.
“Lumayan sih, alhamdulillah. Cuma kadang-kadang anak-anak ada yang suka, ada yang tidak. Tapi sudah memenuhi sebetulnya,” ungkapnya.
Ia mengungkapkan, paket MBG yang dibawa pulang anaknya terkadang tidak dikonsumsi dan akhirnya dimakan anggota keluarga lain.
Baca juga:
Selain itu, ia juga menyoroti kualitas buah dalam paket MBG. Menurutnya, beberapa buah yang diterima terkadang belum matang merata.
“Kalau susunya sudah bagus. Buahnya kadang-kadang terlalu kecil. Kadang ada yang tidak matang rata, ada yang terlalu matang atau kurang matang,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























