MALANG, Tugumalang.id – Sound horeg telah menjadi hiburan yang digemari masyarakat sejak beberapa tahun terakhir, khususnya di daerah pedesaan. Antusiasme warga sangat tinggi meski ramai pengharamannya sehingga reservasi sound system dilakukan sejak satu tahun sebelum acara dilaksanakan.
Hal ini diungkapkan Ketua Paguyuban Sound Malang Bersatu, David Stefan dalam podcast Tugu Inspirasi. Menurut pengamatannya sebagai pengusaha sewa sound system, masyarakat membayarkan uang muka atau down payment (DP) sebagai bentuk reservasi satu tahun sebelum kegiatan.
Baca Juga: Dosen FK UB: Sound Horeg Bisa Sebabkan Tuli, Waspadai Risiko Gangguan Pendengaran!

“Pembayaran DP itu sudah dimulai sejak satu tahun sebelumnya, jadi nggak mepet acara baru bayar DP,” ujar David yang juga pemilik Blizzard Audio ini.
Harga sewa sound horeg bervariasi, mulai dari Rp20 juta hingga Rp50 juta, tergantung kelengkapan lighting dan kebutuhan acara. Masing-masing RT biasanya menyewa satu unit sound horeg, sehingga dalam satu desa bisa terdapat hingga 30 atau 40 sound horeg tampil bersamaan di jalanan saat karnaval.
Dana yang digunakan untuk menyewa sound system ini merupakan hasil iuran warga. Setiap tahun, kepala keluarga (KK) membayarkan iuran untuk hiburan bagi seluruh warga desa.
Baca Juga: Polres Batu Siap Tindak Tegas Pawai Sound Horeg yang Meresahkan Warga
Jumlah iuran ini beragam, bergantung pada harga sewa sound system dan jumlah KK yang berpartisipasi. Setiap KK biasanya membayar iuran sejumlah Rp100 ribu hingga Rp500 ribu.
Menurut David, jumlah iuran ini cukup murah karena hanya dilakukan satu tahun sekali. Iuran pun dibebankan ke satu KK, bukan satu warga.
“Menurut kami, orang desa ini senang dengan sound system karena ini hiburan yang cukup murah,” terangnya.
Meski menuai kontroversi, karnaval dan kehadiran sound horeg menjadi bentuk hiburan kolektif yang dinilai murah namun meriah. Selain menjadi ajang kreasi dan unjuk kebolehan warga, perhelatan ini juga mempererat hubungan antarwarga dan memberi ruang aktualisasi sosial.
“Mereka juga menyewa sound horeg ini satu tahun sekali. Jarang ada menyewa lebih dari satu kali setiap tahunnya,” ujar David.
Dalam podcast Tugu Inspirasi, David buka-bukaan berbicara tentang bisnis sound sytem yang ia tekuni serta budaya sound horeg di masyarakat. Simak podcast lengkapnya di sini.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























