Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Dosen FK UB: Sound Horeg Bisa Sebabkan Tuli, Waspadai Risiko Gangguan Pendengaran!

Redaksi by Redaksi
Juli 23, 2025 4:45 pm
in Tugu Sehat
Sound Horeg

Ilustrasi sound horeg. Foto : @horegg_indo_official

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id – Suara bising dari sound horeg yang sering terdengar di berbagai acara kini jadi perhatian serius dari kalangan medis. dr. Meyrna Heryaning Putri, dosen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FK UB), mengungkapkan bahwa paparan suara bervolume tinggi dari sound horeg bisa merusak telinga dan berujung pada gangguan pendengaran, bahkan bisa menyebabkan tuli permanen.

“Pendengaran manusia hanya mampu mentoleransi suara hingga 85 desibel (dB) selama 8 jam. Jika volume suara meningkat, maka waktu aman pun semakin singkat. Misalnya pada 88 dB, batas amannya hanya 4 jam. Di 91 dB hanya 2 jam, dan pada 140 dB, kerusakan bisa terjadi seketika,” jelas dr. Meyrna, Rabu (23/7/2025).

READ ALSO

Dukung Orang Tua Pahami Kebutuhan Anak, Event INAS26 Hadirkan Screening Gratis

Mengapa Tubuh Bisa Lemas setelah Makan Daging Kurban? Ini Penjelasan dr. Indra Gunawan

Dokter FK UB dr. Meyrna Heryaning Putri

Dokter FK UB dr. Meyrna Heryaning Putri sebut pengaruh sound horeg terhadap kesehatan telinga hingga dapat menyebabkan tuli. Foto: Dok

Ia menambahkan, suara dengan volume ekstrem tidak hanya merusak saraf pendengaran, tapi juga dapat menghancurkan gendang telinga, tulang-tulang pendengaran, hingga struktur halus di dalam telinga seperti rumah siput (cochlea).

Baca juga: Tok! Polres Batu Resmi Batasi Karnaval Sound Horeg, Maksimal Pakai 4 Subwoofer

Waspadai Gejala Awal Gangguan Pendengaran

Menurut dr. Meyrna, gangguan pendengaran tidak selalu langsung terasa. Beberapa gejala awal yang patut diwaspadai antara lain telinga terasa penuh (seperti tertutup), suara berdenging, atau merasa sulit menangkap percakapan dalam keramaian. Ini menandakan terjadinya temporary threshold shift atau pergeseran ambang pendengaran sementara.

“Kalau hal ini terus terjadi, lama-lama bisa berkembang menjadi hearing loss atau kehilangan pendengaran permanen, dengan tingkat keparahan mulai dari ringan hingga sangat berat,” ungkapnya.

Selain berdampak pada kemampuan mendengar, gangguan ini juga bisa memicu masalah lain seperti sulit berkomunikasi, mudah marah, bahkan menurunnya kualitas hidup dan relasi sosial seseorang.

Baca juga: Tak Larang Sound Horeg, Polres Malang Tegaskan Warga Harus Tetap Jaga Ketertiban

Tips Mencegah Kerusakan Telinga Akibat Suara Bising

Untuk mencegah kerusakan pendengaran akibat sound horeg, dr. Meyrna menyarankan agar masyarakat menghindari atau membatasi paparan suara bising sebisa mungkin.

“Lebih baik mencegah daripada mengobati. Kalau terpaksa berada di lingkungan dengan suara keras, gunakan alat pelindung telinga seperti earplug, earmuff, atau earmelt. Ini bisa membantu meredam paparan suara berlebih,” ujarnya.

Dr. Meyrna menjelaskan bahwa kalangan yang paling beresiko apabila terpapar sound horeg dapat dikategorikan dalam usia mature yakni sistem yang sudah matang dan tidak mature. Usia tidak mature seperti bayi dan anak-anak menjadi usia yang rentan, individu dengan penyakit bawaan misal sel rambutnya/rumah siputya tidak normal, punya penyakit telinga seperti infeksi telinga/denganya sudah berlubang, setelah itu adalah usia tua.

Sekalipun sound horeg memiliki resiko yang sangat tinggi, namun, peminat dan eksistensinya terus meningkat. dr Meyrna menjelaskan bahwa hal ini karena musik dapat membantu otak meredam stress dan membuat tubuh relax.

Terlebih, sound horeg telah menjadi hal umum yang bahkan mungkin diartikan sebagai budaya yang mengantarkan pada pemahaman bahwa sound horeg bukan sesuatu yang salah dan dilestarikan, meskipun bahayanya sangat tinggi.

”Tapi kembali lagi, menikmati musik bukan hal yang salah. Namun, orang perlu mengetahui batas level pendengarannya,” tandasnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter : M Ulul Azmy
redaktur: jatmiko

Tags: Dampak sound horegFK UBkesehatan telingamalangpengaruh sound horeg pada telingasound horegtuliuniversitas brawijaya

Related Posts

Event INAS26
Tugu Sehat

Dukung Orang Tua Pahami Kebutuhan Anak, Event INAS26 Hadirkan Screening Gratis

Jumat, 29 Mei 2026
Cara Aman Mengonsumsi Olahan Daging saat Idul Adha (Foto: Pexels)
Tugu Sehat

Mengapa Tubuh Bisa Lemas setelah Makan Daging Kurban? Ini Penjelasan dr. Indra Gunawan

Rabu, 27 Mei 2026
Black Mold
Tugu Sehat

Bahaya Black Mold di Rumah, Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selasa, 26 Mei 2026
Aqua Yoga
Tugu Sehat

Mengenal Aqua Yoga, Olahraga Air yang Bantu Relaksasi dan Kebugaran

Selasa, 26 Mei 2026
Para dokter spesialis dari Morula. (Foto/ist)
Tugu Sehat

10 Persen Pasangan Usia Subur di Malang Hadapi Persoalan Infertilitas, Morula Beber Faktornya

Senin, 25 Mei 2026
Ilustrasi ketika seseorang dengan kondisi pencernaan yang sehat (Foto: Pinterest @prozenycz)
Tugu Sehat

Bukan Sekedar Lancar BAB, Ini 10 Ciri Pencernaan yang Sehat

Jumat, 22 Mei 2026
Next Post
Bapenda Kabupaten Malang

Bapenda Kabupaten Malang Jemput Bola, Warga Desa Tajinan Ramai-ramai Bayar Pajak

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.