Malang, Tugumalang.id – Belakangan ini, fenomena sound horeg tengah menjadi sorotan publik di berbagai daerah di Pulau Jawa. Istilah ini berasal dari perpaduan kata “sound” dalam Bahasa Inggris yang berarti suara, dan “horeg” dari Bahasa Jawa yang berarti bergetar. Sesuai namanya, sound horeg merujuk pada sistem audio berukuran besar yang menghasilkan suara menggelegar dan getaran dahsyat.
Fenomena ini pertama kali muncul sekitar tahun 2014 di Kabupaten Malang, Jawa Timur, saat digunakan dalam pawai yang memamerkan sistem audio besar dan meriah. Sejak saat itu, tren sound horeg menyebar cepat ke berbagai wilayah di Jawa Timur hingga Jawa Tengah, menjelma menjadi hiburan rakyat yang tak biasa—sekaligus memicu pro dan kontra di tengah masyarakat.
7 Fakta Menarik tentang Sound Horeg
Berikut sejumlah fakta menarik seputar fenomena sound horeg yang patut diketahui:
1. Asal Usul Sound Horeg
Sound horeg pertama kali dikenal luas pada 2014, saat sebuah pawai di Kabupaten Malang menampilkan sistem audio super besar yang menghasilkan suara dan getaran luar biasa. Inilah momen yang menandai kemunculan tren ini di tengah masyarakat.
2. Arti Nama ‘Sound Horeg’
Dalam pengertian harfiah, “sound” berarti suara dan “horeg” berarti bergetar. Maka, sound horeg dapat diartikan sebagai suara yang menimbulkan getaran, menggambarkan sensasi yang dirasakan saat mendengarnya secara langsung.
3. Menggunakan Sound System Berukuran Jumbo
Sound horeg dilengkapi dengan perangkat audio lengkap, seperti mixer, amplifier, equalizer, hingga lampu warna-warni. Sistem ini sering kali dikemas bak diskotek berjalan, lengkap dengan DJ dan penari latar, memberikan pengalaman hiburan yang unik dan penuh warna.
Baca juga: Jaga Ketertiban! Polres Malang Larang Sound Horeg dan Petasan Saat Takbiran
4. Musik Elektronik dengan Lagu Khas
Jenis musik yang diputar umumnya bergenre elektronik, dengan komposisi yang sering kali dibuat sendiri oleh komunitas sound horeg. Hal ini menghasilkan suara yang khas, berbeda dari musik mainstream, dan kerap disukai generasi muda.
5. Biaya Sewa Capai Puluhan Juta Rupiah
Tak hanya menggelegar, sound horeg juga tergolong mahal. Biaya sewanya bisa mencapai puluhan juta rupiah, tergantung pada ukuran, kualitas perangkat, dan popularitas penyedia jasa.
6. Populer tapi Kontroversial
Meskipun digemari banyak kalangan, fenomena ini juga menuai kritik. Suara yang sangat keras dan getaran kuat disebut dapat mengganggu kenyamanan lingkungan, bahkan merusak bangunan atau berdampak pada kesehatan warga sekitar.
7. Terus Berkembang dan Menyebar
Setelah awalnya populer di Malang, sound horeg kini menyebar ke berbagai daerah di Jawa Timur dan Jawa Tengah seperti Pati, Blitar, Jember, Kudus, Demak, dan Rembang menjadi bagian dari budaya hiburan rakyat modern.
Baca juga: Hendak Bangunkan Sahur, Truk Pembawa Sound Horeg di Kepanjen Diamankan Polisi
Fenomena sound horeg menggambarkan bagaimana tradisi dan teknologi modern dapat berpacu menciptakan bentuk hiburan baru yang unik dan penuh warna.
Namun, penting juga untuk menyeimbangkan hiburan dengan kenyamanan masyarakat agar keberadaannya dapat diterima secara luas.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko





























