MALANG, Tugumalang.id – Inovasi dan kreativitas merupakan faktor penting yang dapat menentukan keberhasilan sebuah usaha. Hal ini dibuktikan oleh Soe Meals, UMKM asal Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang yang memiliki produk sus kering aneka rasa.
Soe Meals mengambil peluang kurangnya produk sus kering dengan isian aneka rasa di Malang. Padahal, permintaan dari masyarakat cukup banyak.
Di tengah tantangan pandemi COVID-19 tahun 2020, Soe Meals lahir dengan menawarkan sus kering dengan rasa strawberry, matcha, tiramisu, dan coklat. Saat itu, mereka hanya menawarkan sistem pre-order.
Baca Juga: Resmi! 12 Nama Ditetapkan Sebagai Calon Rektor UIN Malang Periode 2025-2029
Meski demikian, pesanan terus mengalir. Setiap kali membuka pre-order, Soe Meals mendapatkan pesanan sebanyak 100-200 kilogram.

Saat ini produk Soe Meals selalu siap dipesan tanpa menunggu pre-order. Produk dikemas dalam tiga ukuran, yakni 85 gram, 150 gram, dan 500 gram dengan harga mulai dari Rp15 ribu hingga Rp80 ribu.
Dibangun oleh dua bersaudara
Soe Meals lahir dari kerja sama dua bersaudara: Novi Handayani dan adiknya, Diva. Awalnya, Diva yang masih kuliah merintis usaha pembuatan kue sus kering di Jember bersama temannya.
Sementara itu, Novi yang baru saja resign dan menjadi ibu rumah tangga tanpa pekerjaan tetap, melihat potensi dari produk buatan adiknya. Ia pun mencoba memasarkan sus kering tersebut di Malang.
Baca Juga: Aniza Collection Menang BRIncubator 2023, Bukti UMKM Bisa Naik Kelas

“Awalnya coba jualin produk adik, ternyata peminatnya banyak,” kata Novi saat ditemui di rumah produksi Soe Meals di Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, Selasa (29/4/2025).
Permintaan yang tinggi mendorong Novi dan Diva untuk lebih serius menekuni usaha ini. Mereka memutuskan untuk mengembangkan bisnis di Malang secara mandiri.
Di akhir masa studinya, Diva sempat mengikuti kompetisi bisnis di kampus dan berhasil memenangkan hadiah sebesar Rp22 juta. Dana itu mereka manfaatkan untuk membesarkan skala produksi, meskipun saat itu masih menggunakan oven kecil di atas kompor.
Dana ini juga mereka gunakan untuk memperkuat branding dengan membuat logo dan kemasan yang lebih profesional. Sebelumnya, mereka hanya menjual sus kering di kemasan pouch bening tanpa merek.
“Kami pun berbagi tugas. Adik di bagian produksi dan keuangan. Saya di bagian pemasaran,” terang Novi.
Fokus di pemasaran online, penjualan jangkau luar Malang
Soe Meals mengandalkan media sosial seperti Instagram dan TikTok untuk pemasaran. Mereka juga menjual produk lewat marketplace, namun penjualannya masih belum optimal.
Menurut Novi, penjualan melalui marketplace harus disertai dengan live selama berjam-jam untuk meningkatkan traffic. Sementara ia belum memiliki sumber daya yang mumpuni untuk melakukan hal tersebut.
“Salah satu tantangan kami adalah belum bisa live di marketplace, jadi kami lebih fokus membuat konten untuk media sosial,” kata Novi.
Soe Meals juga menitipkan barang di beberapa outlet oleh-oleh serta berpartisipasi dalam bazar dan pameran. Namun, pemasaran dan penjualan utama tetap melalui media sosial.
Berkat pemasaran secara online, Soe Meals bisa dengan mudah menjangkau pasar di seluruh Indonesia. Saat ini, penjualan Soe Meals berimbang antara pemesanan dari area Malang dan luar kota.
Tingkatkan penjualan dengan bergabung di Rumah BUMN Kota Malang by BRI
Sebagai seorang pemasar, Novi kerap mengikuti berbagai event dan bergabung dengan komunitas. Di tahun 2023, ia bergabung dengan Rumah BUMN Kota Malang by BRI melalui program BRIncubator pada tahun 2023.
Program ini membuka akses pelatihan intensif di berbagai bidang seperti keuangan, branding, digital marketing, hingga perizinan. Tentunya, Novi juga bisa menjalin berbagai relasi.
“Produk kami ada di galeri Rumah BUMN dan banyak pembeli yang tahu Soe Meals dari situ. Jadi bisa jadi sarana marketing juga,” tambah Novi.
Manfaat lainnya yang didapat Novi sejak bergabung dengan Rumah BUMN Kota Malang by BRI adalah beragam ilmu tentang bisnis. Mulai dari branding hingga perizinan ekspor.
“Sayangnya saya nggak bisa rutin ikut pelatihan karena lokasinya jauh dari rumah dan saya punya anak kecil,” kata Novi.
Rumah BUMN Kota Malang by BRI yang berlokasi di Jalan Langsep nomor 2-4, Kota Malang merupakan wadah bagi UMKM untuk mengembangkan diri. Hampir setiap hari, Rumah BUMN mengadakan pelatihan gratis bagi pelaku UMKM di Malang dan sekitarnya.
Koordinator Rumah BUMN Kota Malang by BRI, Indah Dwi Pangestu mengatakan pelatihan-pelatihan ini diisi oleh para pakar di bidangnya. Harapannya, UMKM di Malang bisa naik kelas dengan menerapkan ilmu yang mereka terima saat pelatihan.
“Pelatihan ini terbuka untuk umum. Peserta tidak harus pelaku UMKM, juga tidak harus bergabung dengan Rumah BUMN terlebih dahulu,” kata Indah.
Informasi jadwal dan cara pendaftaran pelatihan selalu diunggah di Instagram @rumahbumnkotamalang. Siapa saja bisa mendaftar secara gratis.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A
























