MALANG, Tugumalang.id – Berdasarkan pengamatan sementara, situs purbakala yang terpendam di dalam tanah di Dusun Bendungan, Desa Landungsari, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang diduga berasal dari era Kerajaan Medang. Untuk memastikan secara akurat kapan struktur tersebut dibangun, diperlukan penelitian lebih lanjut.
Arkeolog serta Dosen Jurusan Sejarah Universitas Negeri Malang, Dwi Cahyono mengatakan, situs tersebut berada di daerah yang konon bernama Wurandungan. Nama tersebut kini lebih populer disebut dengan Dusun Bendungan.
Baca Juga: Pendapatan Daerah Tidak Capai Target, DPRD Kabupaten Malang Soroti PAD Berbagai Sektor
Nama Wurandungan juga berkembang menjadi nama Dusun Klandungan dan Desa Landungsari. Wurandungan juga merupakan nama prasasti yang ditemukan di wilayah Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

Prasasti tersebut ditulis pada era Kerajaan Medang, tepatnya di masa pemerintahan Mpu Sindok, tepatnya pada tahun 948. Di dalam prasasti itu disebutkan adanya lima kahyangan, salah satunya adalah Sang Hyang Wurandungan yang diduga menjadi cikal bakal kawasan Desa Landungsari dan Kelurahan Tlogomas.
“Artinya keberadaan situs (batu bata) ini sudah ada di masa pemerintahan (Mpu Sindok) itu,” terang Dwi saat ditemui wartawan usai melakukan pengamatan di situs yang diduga candi tersebut, Senin (9/6/2025).
Di samping itu, Dwi juga mengaitkan bentuk bata merah yang membentuk struktur mirip candi dengan bentuk bata merah di situs-situs Kerajaan Medang lainnya. Ia menyebut ada kemiripan antara batu bata di Landungsari dengan Situs Pendem dan Situs Srigading.
Baca Juga: Jaga Pilar Keadilan Berlandaskan Etik, Peradi Malang Lantik 36 Advokat Muda
Ia merinci, ciri yang mencolok dari bata tersebut adalah ketebalannya yang berkisar antara 9-11 centimeter. Sekilas, ia memperkirakan bata di situs Landungsari memiliki ketebalan serupa.
“Nanti kami ukur ketebalannya secara akurat. Ini ukurannya mirip dengan (situs era) Mpu Sindok, misalnya Pendem dan Srigading,” ujar Dwi.
Sebelumnya diberitakan, warga Dusun Bendungan tak sengaja menemukan struktur bata mirip candi di tanah milik Pemerintah Desa Landungsari. Penemuan tersebut terjadi pada Sabtu (7/6/2025) saat bersih-bersih usai kegiatan macapat.
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























