Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Seniman di Malang Bangkitkan Filosofi Batik, Padukan Budaya dan Visual Universal

Redaksi by Redaksi
November 20, 2025 11:44 pm
in Budaya
Pameran instalasi batik Titisari 2025 karya seniman asal Malang, Bambang Sarasno. (Foto/M Sholeh)

Pameran instalasi batik Titisari 2025 karya seniman asal Malang, Bambang Sarasno. (Foto/M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Seniman Malang Bambang Sarasno sukses memamerkan karya batik yang memadukan corak budaya dan visual universal di Universitas Brawijaya (UB) pada 14-19 November 2025. Dalam karyanya, tersisip pesan pembangkit filosofi batik.

Dalam pameran instalasi batik bertajuk “Titisari (Rasi, Relasi dan Saudara Lama yang Terlupa)” itu menampilkan 12 batik bercorak budaya nusantara yang terpadu dengan zodiak sebagai visual universal.

READ ALSO

Tradisi Bersih Desa Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi Masyarakat Jawa

Tradisi Ater-Ater, Warisan Budaya Jawa Menjaga Hangatnya Silaturahmi

Bambang mengungkap makna mendalam dibalik karyanya. Baginya, perkembangan teknologi sebetulkan membuka peluang bagi seniman Indonesia dalam berekspresi.

Baca Juga: Kenduri Rupa: Pameran Lukisan yang Rayakan Keberagaman Seniman Kota Batu

“Zodiak itu dikenal secara universal. Karena itu, saya menggabungkannya dengan batik agar budaya lokal bisa tersampaikan melalui visual yang dipahami secara global,” ucapnya.

Pameran instalasi batik Titisari 2025 karya seniman asal Malang, Bambang Sarasno. (Foto/M Sholeh)
Pameran instalasi batik Titisari 2025 karya seniman asal Malang, Bambang Sarasno. (Foto/M Sholeh)

Ia memandang batik saat ini mengalami degradasi pemaknaan. Pasalnya, karya batik semakin banyak yang menggunakan stemple.

“Itu sebenarnya mendegradasi nilai batik yang sesungguhnya. Padahal, batik di Indonesia punya filosofi dan latar belakang yang tidak hanya sekedar indah dipandang,” ujarnya.

Baca Juga: Rumah Budaya Ratna, Wadah untuk Asah Kreativitas Para Seniman dan Sastrawan di Malang

Dikatakan, karya 12 batik bercorak zodiak ini mengimplementasikan gaya khas wayang. Di mana, seluruh karyanya tidak digambarkan ke depan, melainkan menghadap ke samping.

“Zodiak, wayang dan batik memiliki kesamaan nilai, tidak hanya menonjolkan estetika tapi punya narasi yang mendalam,” kata dia.

Bambang menceritakan bahwa proses pembuatan karyanya dimulai sejak tahun 2015. Satu karyanya dikerjakan kurang lebih 8 sampai satu tahun. Sebab baginya, proses membuat karya bukan hanya soal teknik, tetapi juga sarat pembelajaran.

“Proses membatik itu juga tentang manajemen waktu, manajemen risiko, dan berbagai pelajaran lain yang muncul selama pengerjaan,” tandasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Sholeh

Editor: Herlianto. A

Tags: Batikkota malangkreatifitas senipameran batikseniman

Related Posts

Tradisi bersih desa
Budaya

Tradisi Bersih Desa Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi Masyarakat Jawa

Kamis, 28 Mei 2026
Ilustrasi tradisi ater-ater di Jawa. (Foto: Instagram/ @perpusipkabtegal)
Budaya

Tradisi Ater-Ater, Warisan Budaya Jawa Menjaga Hangatnya Silaturahmi

Rabu, 27 Mei 2026
Ilustrasi Wamen Kebudayaan RI Giring Ganesha saat mengunjungi objek cagar budaya Villa Bima Shakti di Selecta Kota Batu. Foto: Azmy
Budaya

Pemkot Batu Perluas Pendataan Objek Cagar Budaya di 2026, Ada Bunker Jepang hingga Situs Petirtaan

Selasa, 12 Mei 2026
Fakta menarik busana khas Malangan yang diluncurkan pada rangkaian HUT ke-112 Kota Malang sebagai identitas baru. /Foto: Instagram @pemkotmalang
Budaya

Identitas Budaya Baru, 8 Fakta Menarik Busana Khas Malangan yang Perlu Diketahui

Senin, 6 Apr 2026
Pertunjukan di rumah kelahiran Shakespeare. Foto: Shakespeare's Birthplace
Budaya

Sastrawan di Inggris, Menyusuri Jejak Sastra Klasik di Negeri Matahari Tak Pernah Tenggelam

Selasa, 31 Mar 2026
Ilustrasi Lepet ketan lacang merah yang dibungkus dengan janur dan tali rafia (Foto: Pinterest @Rien_Borneo)
Budaya

Ini 5 Macam Varian Lepet Pendamping Ketupat yang Tidak Boleh Terlewat

Minggu, 29 Mar 2026
Next Post
Pengabdian kepada masyarakat Departemen Psikologi Universitas Brawijaya (UB). Foto/dok UB

Psikolog Universitas Brawijaya Berikan Psikoedukasi bagi Guru di Universitas Mataram

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.