Tugumalang.id – Departemen Psikologi Universitas Brawijaya (UB) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Universitas Mataram belum lama ini. Kegiatan ini bagian dari upaya mewujudkan pendidikan yang inklusif.
Dian Putri Permatasari SPsi MSi, inisiator acara ini mengatakan, pendidikan inklusif merupakan salah satu upaya dalam mewujudkan pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh peserta didik, termasuk anak-anak dengan disabilitas.
Baca Juga: Akademisi Universitas Brawijaya: Jalur Alternatif Candi Panggung Bisa Urai Kemacetan Kota Malang
“Memberikan kesempatan pada siswa disabilitas untuk belajar di sekolah umum bersama dengan teman-teman sebayanya merupakan bagian dari gerakan hak asasi manusia secara global,” kata dia.
Oleh karena itu, menurutnya, membangun lingkungan inklusif di sekolah merupakan hal yang penting untuk memastikan kesejahteraan dan keberhasilan akademik siswa disabilitas.

Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 menekankan pentingnya kesiapan tenaga pendidik dalam memahami hak dan kebutuhan siswa disabilitas untuk menciptakan lingkungan belajar yang inklusif.
“Namun, di lapangan masih banyak guru sekolah dasar yang belum memiliki pemahaman dan kesadaran yang memadai terkait pendidikan inklusif, sehingga mengalami kesulitan dalam mengadaptasi strategi pembelajaran yang sesuai,” lanjutnya.
Baca Juga: Universitas Brawijaya Kirim Dokter ke Gaza, Wujud Nyata Kepedulian untuk Palestina
Berbagai faktor seperti kurangnya pelatihan, stereotip, dan resistensi terhadap perubahan turut menjadi tantangan dalam implementasi pendidikan inklusif.
Oleh karena itu, diperlukan program penguatan kapasitas bagi guru sekolah dasar melalui pelatihan dan pendampingan berbasis prinsip pendidikan inklusif guna meningkatkan pemahaman mereka terhadap keberagaman peserta didik serta strategi pembelajaran yang aksesibel.
Departemen Psikologi Universitas Brawijaya (UB) melaksanakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam bentuk psikoedukasi.
Tema yang diangkat “Sekolah Ramah Disabilitas: Edukasi Disability Awareness Bagi Guru Sekolah Dasar di Kota Mataram.”
Kegiatan ini diinisiasi oleh Dian Putri Permatasari, S.Psi., M.Si dan Ika Fitria, S.Psi., M. Psi, psikolog yang merupakan dosen psikologi UB dengan menggandeng Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Mataram.
Dalam sesi utama, Dian Putri menyampaikan materi mengenai:
- Ragam disabilitas yang sering ditemui di sekolah dasar
- Prinsip-prinsip dasar pendidikan inklusif
- Peran guru dalam mendampingi siswa disabilitas di sekolah
- Bentuk dukungan lingkungan belajar yang aman dan ramah di skeolah inklusi.
Materi ini dirancang agar guru memahami bahwa setiap anak memiliki pola belajar dan kebutuhan yang berbeda. Pendekatan belajar responsif dinilai penting agar siswa disabilitas dapat meraih perkembangan akademik dan psikososial yang optimal.
Kegiatan ini diikuti 26 Guru sekolah dasar, yang terdiri dari 10 Sekolah di Kota Mataram. Para peserta aktif berdiskusi mengenai tantangan yang mereka hadapi di kelas, termasuk keterbatasan fasilitas, kurangnya pelatihan, dan kebutuhan akan modul ajar yang lebih inklusif.
Berdasarkan hasil evaluasi, para peserta mengapresiasi secara positif kegiatan ini karena memberikan pengetahuan praktis sekaligus membuka ruang refleksi mengenai pentingnya keberpihakan dalam pendidikan.
Mereka berharap pelatihan berkelanjutan dapat terus dilakukan untuk memperkuat kompetensi guru dalam menerapkan pendidikan inklusif di sekolah masing-masing.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Sumber: Rilis UB
Editor: Herlianto. A





























