Sempat Jalani Perawatan, Ibu Hamil Korban Penusukan Pencuri di Pakis Meninggal Dunia

  • Whatsapp
korban penganiayaan pencuri, Mujiati, akhirnya meninggal dunia setelah dirawat 7 hari di RSSA. Foto: Istimewa

MALANG – Ibu hamil sekaligus korban penusukan pelaku pencurian di Jalan Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang saat momen Hari Raya Idul Fitri 1442 H beberapa waktu lalu akhirnya meninggal dunia.

Hal tersebut disampaikan Kapolsek Pakis, AKP M. Lutfi saat dikonfirmasi. Menurutnya, korban meninggal saat menjalani perawatan selama 7 hari di Rumah Sakit Syaiful Anwar (RSSA), Malang. “Korban meninggal dunia dalam perawatan selama 7 hari sekitar pukul 5 sore hari Rabu (19/5/2021),” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Diketahui, ibu rumah tangga yang tengah hamil 2 bulan tersebut bernama Mujiati, 25. Korban menjadi korban keganasan pelaku perampokan pada Kamis (13/5/2021) bertepatan dengan pelaksanaan sholat Idul Fitri.

Mertua Korban, Widadi, 53 menjelaskan pada saat kejadian, korban tidak ikut melaksanakan solat lantaran menjaga anaknya. Sementara suaminya sedang piket bekerja di Pabrik Gula (PG) Kebonagung. “Kondisi saat itu rumah memang sedang sepi dan tidak dikunci karena memang ada dia (korban). Waktu itu mungkin dimanfaatkan oleh pencuri memasuki rumah,” jelasnya.

Mengetahui sang menantu telah berlumuran darah, korban langsung dilarikan ke RSSA dengan kondisi tidak sadarkan diri karena mengalami pendarahan hebat akibat lukas tusuk di leher, tangan sebelah kiri, ulu hati dan kaki. Hingga akhirnya, lanjut Widadi, korban meninggal dunia dan dimakamkan pada Kamis (20/5/2021) pagi tadi.

Usai melakukan tindakan tersebut, pelaku pencurian berhasil membawa kabur 1 unit sepeda motor Honda Beat warna hitam yang di parkir di garasi.

Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan terkait penganiayaan yang akhirnya mengakibatnya meninggalnya korban, setelah dirawat di RSSA. ”Kami masih melakukan penyelidikan terkait kasus itu,” kata Kapolsek Pakis, AKP M. Lutfi.

Baca Juga  Puluhan Ribu Ton Gula Lokal di Kabupaten Malang Terancam Tak Laku

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *