MALANG, Tugumalang.id – Universitas Islam Malang (Unisma) telah menorehkan perjalanan panjang sebagai salah satu perguruan tinggi Islam terkemuka di Malang sekaligus kampus Nahdlatul Ulama (NU) terbaik di Indonesia.
Kampus yang berdiri sejak 27 Maret 1981 ini lahir dari gagasan para kyai NU berhaluan Ahlussunnah Wal Jama’ah (Aswaja) yang visioner. Sejak awal, roh keilmuan, keagamaan, dan perjuangan menjadi fondasi kuat dalam pertumbuhan institusi ini.
Sejarah perkembangan Unisma tidak dapat dilepaskan dari peran para rektor yang memimpin di setiap era. Mereka bukan sekadar pengelola administrasi, tetapi arsitek transformasi yang membawa Unisma menuju status World Class University dengan akreditasi unggul dan jangkauan internasional.
Berikut daftar lengkap rektor Unisma dari masa ke masa beserta kiprah kepemimpinannya.
Daftar Rektor Unisma dari Masa ke Masa
1. K.H. Oesman Mansoer (1981-1989)
Sebagai rektor pertama, KH. Oesman Mansoer yang dikenal sebagai kyai NU berpengaruh meletakkan fondasi institusi dengan semangat merakyat. Ia membangun infrastruktur dasar seperti gedung fakultas awal di tengah keterbatasan, mengintegrasikan nilai Aswaja dalam kurikulum, dan menarik ribuan santri menjadi mahasiswa.
Kiprah awalnya mengokohkan Unisma sebagai benteng keilmuan Islam serta menanamkan etos perjuangan pendidikan bagi generasi berikutnya.
Baca juga: Rektor Unisma Prof Junaidi Mistar Dilantik Jadi Ketua DPD ADRI Jatim
2. Prof. Dr. KH. Muhammad Tholchah Hasan (1989-1998)
Prof. Dr. KH. Muhammad Tholchah Hasan melanjutkan agenda stabilisasi kampus dengan fokus pada penguatan akademik. Ia memperluas program studi S1 bidang agama, hukum, dan ekonomi Islam.
Selama dua periode, ia meningkatkan akreditasi awal dan memperkuat kerja sama dengan pesantren NU. Inovasinya dalam pengembangan perpustakaan dan laboratorium dasar berhasil mempertegas posisi Unisma sebagai perguruan tinggi Islam terkemuka di Jawa Timur.
3. Prof. Dr. H. Achmad Sodiki, S.H (1998-2006)
Kepemimpinan Prof. Achmad Sodiki membawa pendekatan hukum dan manajemen modern ke tubuh Unisma. Ia menyusun regulasi internal yang lebih terstruktur dan mendorong pembukaan Fakultas Kedokteran (FK) serta pengembangan Rumah Sakit Islam (RSI) Unisma.
Ia juga memperkuat fasilitas penunjang akademik dan menekankan good governance sebagai pijakan Unisma memasuki era otonomi kampus.
4. Dr. Ir. Abdul Mukri Prabowo, M.Agr. Sc. (2006-2010)
Di era Dr. Abdul Mukri Prabowo, peningkatan kualitas program studi menjadi perhatian utama. Unisma mendapatkan kepercayaan Departemen Agama RI untuk menyelenggarakan program studi S1 PGMI.
Unisma juga dipercaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai penyelenggara pendidikan S1 bagi guru madrasah diniyah. Selain itu, pembangunan infrastruktur seperti rusunawa dan fasilitas akademik turut dituntaskan.
Unisma menjalin kerja sama internasional, termasuk dengan pemerintah Australia, serta memperoleh berbagai hibah nasional dan internasional.
Baca juga: Kisah Rektor Unisma, Prof. Junaidi: Menginspirasi dengan Semangat Pendidikan Meski Ibu Buta Huruf
5. Prof. Dr. Drs. H. Surahmat, M.Si (2010-2014)
Prof. Surahmat berhasil membawa Unisma semakin terpandang secara nasional, terutama dalam kontribusinya di bidang matematika. Ia memperkuat tata kelola administrasi dan keuangan kampus.
Pada masanya, Unisma membuka program studi S3 Pendidikan Agama Islam Multikultural pada 2013 dan memperluas jejaring kerja sama dengan negara-negara seperti Arab Saudi, Tiongkok, Somalia, dan kawasan Asia Tenggara. Unisma juga menerima mahasiswa asing pertama dari Thailand dan Somalia.
Pembangunan rusunawa 2 dan renovasi gedung perkuliahan menjadi bagian dari penguatan infrastruktur. Unisma meraih berbagai penghargaan empat tahun berturut-turut dari Kopertis Wilayah VII.
6. Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si (2014-2024)
Di bawah kepemimpinan Prof. Maskuri, Unisma memasuki fase transformasi besar sesuai milestone “Dari NU untuk Indonesia dan Peradaban Dunia”. Lompatan prestasi berhasil dicapai, mulai dari peningkatan akreditasi institusi dari C pada 2014 menjadi Unggul pada 2022.
Unisma masuk ranking 42 PTN-PTS se-Indonesia dan Top 30 Islamic University in the World. Tujuh program studi meraih akreditasi internasional ASIIN dan FIBAA Jerman, serta menarik 500 mahasiswa asing dari 45 negara. Kolaborasi internasional dengan 197 perguruan tinggi dunia turut memperkuat reputasi global kampus.
Pembangunan Gedung Pascasarjana 7 lantai, renovasi Gedung Usman bin Affan, hingga pembangunan Gedung Bundar berkapasitas 7.000 orang menjadi bukti penguatan infrastruktur era ini.
7. Prof. Drs. H. Junaidi, M.Pd, Ph.D (2024-sekarang)
Kepemimpinan Prof. Junaidi berfokus pada peningkatan inovasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat untuk mewujudkan World Class University. Ia juga mendorong penguatan semangat kewirausahaan (entrepreneur spirit) bagi seluruh sivitas akademika.
Profesionalitas dan akuntabilitas manajemen kampus turut diperkuat, sejalan dengan penguatan jati diri Unisma sebagai kawah candradimuka calon pemimpin masa depan yang berkarakter Aswaja-NU.
Visi tersebut bertumpu pada konsep perguruan tinggi unggul berkelas dunia, berbasis entrepreneurial spirit yang tangguh, tata kelola profesional, serta akar ideologi Islam Aswaja dan kultur ke-NU-an.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko





























