Tugumalang.id – Kota Malang tengah diusulkan untuk menjadi Kota Metropolitan. Komisi C DPRD Kota Malang mengingatkan kesiapan insfrastruktur sebelum Kota Malang menyandang status Kota Metropolitan.
Ketua Komisi C DPRD Kota Malang, M Anas Muttaqin memandang bahwa usulan status Kota Metropilitan harus disambut dengan optimisme. Sebab, status ini bisa meningkatkan value Kota Malang.
“Tapi tentu ini harus diimbangi dengan kesiapan baik dari sisi infrastruktur, pelayanan publik maupun transportasi umum,” kata Anas.
Baca Juga: DPRD Kota Malang Dorong Penguatan Mitigasi Pohon Rawan Tumbang di Musim Penghujan
Menurutnya, infrastruktur Kota Malang perlu dikuatkan untuk menunjang indikator Kota Metropolitan. Aspek aspek penting seperti kualitas jalan, kelancaran lalu lintas, sistem drainase, hingga transportasi publik yang memadai perlu menjadi perhatian.
“Jadi kalau bicara kondisi ideal, tentu masih banyak yang harus dilengkapi. Termasuk perbaikan jalan, drainase, dan transportasi publik yang perlu terus direvitalisasi agar sesuai indikator kota metropolitan,” urainya.
Untuk menunjang anggaran insfrastruktur, Pemerintah Kota Malang tak harus bergantung pada APBD. Ia menyebut ada skema lain untuk mengembangkan insfrastruktur Kota Malang. Misalnya melalui CSR.
“Kita memang harus kreatif di tengah keterbatasan anggaran. Banyak skema yang bisa diterapkan agar pembangunan tetap berjalan. DPRD mendorong Pemkot menetapkan skala prioritas, terutama di bidang infrastruktur,” tegasnya.
Menanggapi isu-isu yang menjadi sorotan publik seperti kemacetan, banjir, dan kawasan padat permukiman, Anas menilai bahwa langkah paling mendesak adalah memperbaiki tata ruang dan pemerataan pembangunan.
Baca Juga: Bapenda Kota Malang Kembali Gelar Gebyar Sadar Pajak di Akhir Tahun 2025
Dikatakan, persoalan persoalan seperti banjir, kemacetan, pengelolaan sampah hingga pengelolaan parkir masih kerap menjadi sorotan publik. Untuk itu, ia juga mendesak adanya perbaikan tata ruang dan pemerataan pembangunan di Kota Malang.
“Menurut kami, penataan tata kota adalah yang paling mendesak. Pemerataan pembangunan belum sepenuhnya merata. Masih banyak wilayah di pinggiran kota yang perlu perhatian agar pertumbuhan Kota Malang lebih seimbang,” kata Anas.
“Status metropolitan itu harus sejalan dengan kesiapan di lapangan. Kita ingin Kota Malang maju, tapi tetap nyaman, tertata, dan berkelanjutan,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























