Jumat, Juli 17, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Santri Ponpes Modern Al-Izzah Kota Batu Diduga Alami Pelecehan Seksual

Redaksi by Redaksi
Desember 21, 2021 10:33 am
in Berita
santri - Santri Ponpes Modern Al-Izzah Kota Batu Diduga Alami Pelecehan Seksual

Ponpes Modern Al-Izzah Kota Batu. Foto: Ulul Azmy

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Baru-baru ini pondok pesantren modern Al- Izzah di Kota Batu diterpa isu miring. Seorang santri atau siswanya disebutkan mengalami pelecehan seksual oleh teman lelakinya sendiri. Saat ini, orang tua korban memutuskan anaknya untuk keluar dari lembaga pendidikan tersebut.

 

READ ALSO

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Ihwal perkara ini diungkapkan orang tua korban berinisial DD. Disebutkan bahwa korban telah menerima perbuatan tidak senonoh tersebut sejak sekitar setahun yang lalu. Saat itu, anaknya duduk di bangku kelas 10 SMA.

 

Namun, perbuatan itu baru terkuak pada sekira bulan Juli 2021 lalu. Mulanya, DD merasa curiga dengan perubahan sikap anaknya yang tiba-tiba sering menyendiri. Padahal sebelumnya, anaknya adalah anak yang supel.

Kepala Sekolah Ponpes Al-Izzah Kota Batu, Adnan Yakub saat diwawancarai perihal dugaan kekerasan dan pelecehan seksual anak didiknya. Foto: Ulul Azmy

Usai ditelisik secara intens dalam waktu lama, si anak akhirnya mengaku bahwa dirinya mendapatkan perlakuan tidak senonoh tersebut. Selain pelecehan seksual, si anak mengaku juga kerap mendapat perundungan secara fisik alias ada dugaan dipukuli. Disebutkan peristiwa itu mulai terjadi pada bulan Oktober 2020.

 

”Dari pengakuan anak saya, ada tujuh bahkan hingga 14 orang teman seangkatan anak saya yang melakukan hal itu. Anak saya juga mengaku sempat dipukuli selama 1,5 jam. Bahkan informasi dari P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak), di sana sudah ada 14 kali peristiwa serupa terjadi,” beber DD.

 

Saat ini, orang tua korban menyerahkan sepenuhnya kasus ini kepada P2TP2A Kota Batu dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Batu.

 

Selain itu, sejak anaknya membeberkan apa yang dia alami tersebut, dirinya langsung meminta izin kepada sekolah agar anaknya mengundurkan diri. ”Semua demi kesehatan mental putra saya. Saya putuskan anak saya segera pindah dan keluar dari sana,” ujarnya.

 

Sebelumnya, DD mengaku juga sudah mengadukan hal ini kepada pihak sekolah. Namun menurut dia, tidak ada tindak lanjut serius meski sudah dilakukan musyawarah antar wali murid dari pihak pelaku maupun korban.

 

”Semua pelaku ini telah mengakui perbuatannya dan juga bahkan menulis sendiri kronologi cerita apa yang mereka perbuat,” bebernya.

 

Kata dia, dalam hal ini sekolah justru terkesan melakukan pembiaran. Hingga saat ini, pelaku yang dimaksud bahkan masih bersekolah di sana. ”Saya curiga korbannya bisa jadi bukan hanya anak saya saja. Hanya saja, mereka belum berani angkat bicara,” pikirnya.

 

”Sebelum itu bahkan saya sudah niat tabayun. Tapi saya tidak puas dengan pihak sekolah yang terkesan membiarkan kasus ini. Makanya, saya langsung putuskan anak saya untuk keluar,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Al-Izzah Kota Batu, Adnan Yakub saat ditemui di sekolah pada Senin (20/12/2021) kemarin, membenarkan adanya peristiwa ini. Hanya saja, Adnan mengklaim bahwa kasus ini telah diselesaikan secara kekeluargaan.

 

Dalam mediasi yang dilakukan antar kedua belah pihak orang tua waktu itu, kata Adnan, mendapat pendampingan dari Dinas Pendidikan Jatim, Pemerintah Kota Batu, dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). ”Hasilnya sudah diselesaikan baik-baik, secara kekeluargaan,” ujarnya.

 

Untuk pelaku sendiri, jelas Adnan, diberikan sanksi tegas berupa SP 2. Pihak sekolah mengaku masih memberi kesempatan pelaku untuk bertaubat atas perbuatannya. Jika nanti ada kejadian terulang, maka yang bersangkutan akan dikeluarkan.

 

Dalam kasus ini, pihak sekolah membantah jika dalam kasus itu melibatkan 7-14 pelaku. Kata dia, kasus ini hanya terjadi antara dua anak ini.

 

Adnan juga mengakui, pelaku mengalami disorientasi seksual. ”Meski begitu, kami tidak ingin judging dulu. Soal itu (disorientasi seksual) akan kita dalami lagi apa benar tidaknya,” jelasnya.

 

Dalam hal ini, pihak sekolah terus melakukan pemantauan terhadap pelaku disorientasi seksual ini. Namun diklaim mereka, hasilnya mengalami perubahan drastis. “Dia sudah taubat, mulai banyak berubah dan berprestasi. Tapi akan kita pantau terus sampai dia benar-benar berubah,” kata Adnan.

 

Reporter: Ulul Azmy

Editor: Lizya Kristanti

Tags: batuHeadlinekota batusantri

Related Posts

Jembatan Bunul, Salah Satu Jalan Alternatif di Kota Malang Khusus Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua (Foto: Google Maps)
Berita

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Next Post
jalibar - Jalibar Berubah Nama Jadi Jalan Dr Ir Soekarno

Jalibar Berubah Nama Jadi Jalan Dr Ir Soekarno

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.