Malang, Tugumalang.id – Pelebaran Jalan Gondanglegi–Balekambang membuat satu ruang kelas di SDN 1 Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, dibongkar. Akibatnya, 18 siswa kelas 4 hingga kini harus belajar di ruang TIK karena ruang pengganti belum tersedia.
Pembongkaran dilakukan pada awal 2026 sebagai dampak proyek pelebaran jalan. Selain ruang kelas, pagar dan sebagian halaman depan sekolah juga ikut terdampak.
Kepala SDN 1 Srigonco Kuma’yah mengatakan, hanya satu ruang kelas yang terdampak proyek tersebut. Namun, separuh bangunan kelas itu harus dibongkar.
“Yang terdampak hanya satu ruang kelas. Separuh ruangan dibongkar,” katanya, Kamis (23/7/2026).
Baca juga: Terkendala Pembebasan Lahan, Pengerjaan Jalan Gondanglegi-Balekambang Molor hingga Desember 2026

Sejak ruang kelas dibongkar, kegiatan belajar mengajar untuk 18 siswa kelas 4 tidak lagi berlangsung di ruang asal. Awalnya, pembelajaran dipindahkan ke musala sekolah. Namun, setelah musala kembali difungsikan, proses belajar dipindahkan ke ruang TIK.
“Kemarin sempat belajar di musala. Tetapi karena musala kembali digunakan, akhirnya dipindahkan ke ruang TIK,” ujarnya.
Kuma’yah menjelaskan, pembongkaran dilakukan pada akhir Januari 2026 setelah sekolah menerima pemberitahuan terkait proyek pelebaran jalan. Sebelum pembongkaran, pihak sekolah telah mengusulkan pembangunan ruang kelas pengganti. Hingga kini, usulan tersebut masih menunggu ketersediaan anggaran.
Selain ruang kelas, sekolah juga mengajukan pembangunan sejumlah fasilitas yang belum dimiliki. Di antaranya ruang guru, ruang kepala sekolah, dan ruang UKS.
“Sarana dan prasarana di sekolah ini masih minim,” tuturnya.
Baca juga: Tanah Penahan Jalan di Jabung Longsor, Akses Kendaraan Roda Empat Terputus
Proses pembongkaran ruang kelas dilakukan secara manual melalui kerja bakti bersama wali murid. Cara itu dipilih agar bagian bangunan yang masih berdiri tidak rusak jika dibongkar menggunakan alat berat.
“Kalau langsung (dibongkar) menggunakan ekskavator nanti bangunan yang lain ikut rusak. Akhirnya kami rapat dengan komite dan wali murid, lalu membongkarnya secara kerja bakti menggunakan gergaji,” ujarnya.
Dalam pertemuan dengan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, pihak sekolah mendapat janji pembangunan pagar pengaman dan perbaikan tembok di sisi depan sekolah. Fasilitas itu diprioritaskan demi keselamatan siswa.
“Untuk ruang kelas pengganti masih dijanjikan tahun depan. Tapi saya berharap secepatnya ada realisasi,” pungkasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko

























