Kamis, Oktober 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Insight

Berawal dari 2 Lembar Kain, Rizal Bahri Bangun Batik Eljava di Pekalongan dan Berdayakan 50 Perajin

Redaksi by Redaksi
Mei 24, 2025 6:15 pm
in Insight
Rizal Bahri, pemilik Batik Eljava. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Rizal Bahri, pemilik Batik Eljava. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Tak ada yang menyangka, Rizal Bahri (32) yang merupakan lulusan SMK jurusan otomotif bisa menjadi penggerak industri Batik Eljava di Kabupaten Pekalongan dan membuka lapangan kerja bagi puluhan orang di kampung halamannya.

Pemilik Batik Eljava ini pun tak menyangka dirinya akan mengikuti jejak ibunya sebagai pembatik. Awalnya ia hanya iseng mengikuti pelatihan di Rumah Batik milik PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) untuk mengisi waktu sambil menunggu panggilan kerja di perusahaan otomotif.

READ ALSO

KH Abdullah Amiin, Perintis Pendidikan Islam dan Penggerak NU di Urek-Urek Gondanglegi

Prof Khudori Sholeh dan Kebiasaan Wirid Membaca Al-Qur’an Setiap Hari

Baca Juga: Batik Blimbing Tampilkan Keindahan Kota Malang di Atas Kain

Ternyata takdir membawanya menjadi pengusaha batik yang bisa menjual puluhan lembar batik tulis setiap bulannya. Dari rumah produksinya yang berada di Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Rizal kini memberdayakan lebih dari 50 pembatik.

Ikut pelatihan batik untuk mengisi waktu

Perjalanan Rizal bermula dari titik yang jauh dari dunia batik. Setelah lulus SMK, ia sempat menganggur selama 1–2 tahun sambil membantu orang tua di rumah dan mengikuti pengajian di sebuah yayasan.

Baca Juga: Mahasiswa PMM UMM Gelar Workshop Batik Decoupage Bersama Anak Panti Asuhan

Di yayasan tersebut, ia mendapat tawaran yang akan mengubah hidupnya, yakni mengikuti pelatihan batik gratis di Rumah Batik TBIG. Tawaran yang datang pada akhir tahun 2015 itu pun tak disia-siakan oleh Rizal.

Ibunda Rizal Bahri menunjukkan salah satu motif batik encim yang diproduksi Batik Eljava. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Ibunda Rizal Bahri menunjukkan salah satu motif batik encim yang diproduksi Batik Eljava. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

“Karena saya belum punya pekerjaan dan saya orang Pekalongan yang awam batik, akhirnya saya ikut pelatihan dan mempelajari tentang batik di Rumah Batik TBIG,” kata Rizal saat ditemui di rumah produksi Batik Eljava beberapa waktu lalu.

Pelatihan batik tersebut berlangsung selama tiga bulan dan kegiatannya hanya berlangsung di akhir pekan. Di pelatihan tersebut, Rizal mempelajari teori hingga praktik membuat batik tulis.

“Dari pelatihan itu, timbul rasa memiliki batik. Setelah selesai pembelajaran, saya mencoba membuat batik sendiri,” ujar pria kelahiran tahun 1993 tersebut.

2 lembar batik pertamanya laku terjual

Setelah pelatihan, Rizal memulai langkah pertamanya di dunia batik hanya dengan dua lembar kain. Meski minim peralatan dan pengalaman, ia melakukan semua proses dengan telaten.

Ia pun menawarkan karyanya tersebut ke toko yang ada di Kota Pekalongan. Awalnya, ada toko yang bersedia menjual produk milik Rizal, tapi dengan sistem pembayaran tempo satu bulan.

“Ada yang langsung cocok dengan karya saya dan tanpa koreksi. Mereka langsung minta banyak, tapi saya nggak cocok dengan sistem pembayarannya,” ujar Rizal.

Rizal yang baru merintis usaha batik merasa keberatan karena butuh uang segera untuk membeli kain dan peralatan lainnya. Tak putus asa, ia mencari toko lain dan menemukan pedagang yang mau membeli langsung batik miliknya.

Seorang pembatik di rumah produksi Batik Eljava. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Seorang pembatik di rumah produksi Batik Eljava. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Toko tersebut membeli dua lembar kain yang dibuat Rizal dengan harga masing-masing sebesar Rp450 ribu. Dari uang Rp900 ribu yang ia dapatkan, Rizal membeli kain yang lebih lebar dan bisa digunakan untuk membuat 13 lembar batik.

Dari hasil penjualan itu, Rizal kembali membeli kain, memproduksi lebih banyak, dan terus mengembangkan desain. Ia mulai mengikuti pameran dan belajar memasarkan produk secara online.

Dari Kandang Ayam Jadi Rumah Produksi

Bagian belakang rumah Rizal yang dulunya kandang kambing dan ayam kini telah disulap menjadi pusat produksi Batik Eljava. Sebanyak 10 pembatik bekerja langsung di rumah produksi, sementara 40 orang sisanya, mengerjakan batik secara borongan di rumah masing-masing.

Proses produksi satu lembar batik bisa melibatkan hingga 8 orang, mulai dari desain, pewarnaan, pelorodan hingga finishing. Setiap bulan, Batik Eljava rata-rata memproduksi sebanyak 20 lembar kain.

Meski demikian, jumlah produksi bergantung pada banyak hal sehingga setiap bulannya tidak sama. Ada kalanya produksi tersendat karena pembatik sakit atau berhalangan. Ada kalanya terkendala cuaca yang sering hujan.

Setiap lembar batik dijual dengan harga yang bervariasi, tergantung kerumitan motif. Batik Eljava dijual mulai dari harga Rp850 ribu hingga lebih dari Rp1 juta.

“Pendapatan per bulan tidak tentu karena batik itu larisnya di momen-momen tertentu seperti akhir tahun, puasa, dan lebaran,” sebut Rizal.

10 tahun bersama Rumah Batik TBIG

Rizal memulai karirnya sebagai pengusaha batik berkat ilmu yang ia dapatkan dari Rumah Batik TBIG. Saat baru merintis usaha, ia pun masih mendapatkan pendampingan dari Rumah Batik TBIG.

Sebagai informasi, Rumah Batik TBIG merupakan bagian dari Corporate Social Responsibility (CSR) yang mendorong kelestarian budaya. Rumah Batik TBIG yang lokasinya tak jauh dari rumah produksi Batik Eljava ini memiliki program bagi anak-anak muda agar bisa membatik dan menghasilkan uang melalui batik.

“Pihak Rumah Batik TBIG pun mendampingi saya di awal usaha. Kalau ada apa-apa, saya diminta datang saja ke sana untuk sharing,” kata Rizal.

Berkat Rumah Batik TBIG, ia juga mendapatkan banyak informasi terkait pameran. Ia pun memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memasarkan batiknya ke pasar yang lebih luas.

Hingga saat ini, Batik Eljava masih bermitra dengan Rumah Batik TBIG. Produknya pun dipasarkan melalui Koperasi Bangun Bersama yang didirikan oleh TBIG.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: BatikBatik Eljavapekalonganperajin batik

Related Posts

KH Abdullah Amiin. Foto: dok. keluarga
Insight

KH Abdullah Amiin, Perintis Pendidikan Islam dan Penggerak NU di Urek-Urek Gondanglegi

Rabu, 14 Okt 2026
Prof Khudori Sholeh dan Kebiasaan Wirid Membaca Al-Qur’an Setiap Hari
Insight

Prof Khudori Sholeh dan Kebiasaan Wirid Membaca Al-Qur’an Setiap Hari

Selasa, 13 Okt 2026
Lansia 76 tahun di Malang terbitkan Buku “50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny”, pada April 2026, Sastrawan Narudin Pituin Terbitkan Buku kritik “Membaca Sastra 50 Tahun Surya & Sjenny”
Insight

Lansia 76 tahun di Malang terbitkan Buku “50 Tahun Perjalanan Kasih Surya & Sjenny”, pada April 2026, Sastrawan Narudin Pituin Terbitkan Buku kritik “Membaca Sastra 50 Tahun Surya & Sjenny”

Jumat, 9 Okt 2026
Cerita Lansia di Malang, Yang Bersyukur 4 Cucunya Bisa Berpendidikan di Luar Negeri Mulai Inggris, Jepang, hingga Malaysia
Insight

Cerita Lansia di Malang, Yang Bersyukur 4 Cucunya Bisa Berpendidikan di Luar Negeri Mulai Inggris, Jepang, hingga Malaysia

Kamis, 8 Okt 2026
Dari Gerobak Kayu ke Tanah Suci, Kisah Perjuangan Umrah Lansia Asal Batu Bareng Chatour Travel
Insight

Dari Gerobak Kayu ke Tanah Suci, Kisah Perjuangan Umrah Lansia Asal Batu Bareng Chatour Travel

Kamis, 1 Okt 2026
Setiap Pagi Narik, Siang Jemput Anak: Kisah Ika, Driver Ojol Perempuan di Malang
Insight

Setiap Pagi Narik, Siang Jemput Anak: Kisah Ika, Driver Ojol Perempuan di Malang

Rabu, 30 Sep 2026
Next Post
Gelar program studi lapangan, Prodi PG PAUD Unikama tingkatkan pemahaman mahasiswa dari sisi praktik. /Foto: Dok. Unikama

Unikama Gelar Studi Lapangan Tingkatkan Kualitas Kompetensi Guru PAUD

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.