Tugumalang.id – Ekshibisi Kompetisi Kecerdasan Artifisial (Ekshibisi Kompetisi AI) di ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN 2025) resmi dimulai. Berikut rangkaian kegiatan ekshibisi cabang lomba AI perdana di OSN 2025.
Digelarnya ekshibisi kompetisi AI ini menjadi momen prestisius di OSN 2025 kali ini. Coding dan AI jadi bidang keilmuan baru yang penting dikembangkan di Indonesia.
Ekshibisi ini bukan kaleng-kaleng karena menjadi gerbang resmi menuju IOAI (International Olympiad in Artificial Intelligence) dan panggung mengasah kompetisi AI generasi muda di Indonesia.
Baca Juga: Mendominasi, 1.338 Siswa SMA/SMK Jatim Lolos Seleksi Peserta OSN Provinsi 2025
Raihan Fauzan, Project Officer Ekshibisi menjelaskan dalam ekshibisi kali ini digelar mulai 6-10 Oktober 2025 di GKB 2 Lantai 6 UMM. Total ada 30 peserta yang lolos menjadi finalis dari total 1.347 peserta seleksi dari 14 provinsi di Indonesia.

”Mereka datang dari berbagai daerah, mulai Jakarta, Pontianak, Kalimantan hingga terjauh dari Sulawesi Utara. Dari Malang juga ada. Ke-30 finalis ini akan mulai berlomba pada Rabu (8/10/2025) besok,” jelas Raihan pada tugumalang.id
Raihan menuturkan pada hari pertama pada Selasa (7/9/2025), para peserta akan mengikuti technical meeting dan practic session. Para peserta akan mendapatkan penjelasan teknis lomba hingga mencoba mengetes sejumlah perangkat yang akan digunakan untuk lomba.
Baca Juga: Tinjau Progres Relokasi, Wali Kota Malang Proyeksikan Penataan Pasar Gadang sebagai Solusi Atasi Kemacetan
Kompetisi akan digelar pada Rabu (8/10/2025) yang akan dibagi menjadi 2 sesi yakni tertulis dan coding. Total ke-30 finalis akan memperebutkan total 12 medali terdiri dari 2 medali emas, 4 medali perak dan 6 medali perunggu.

”Pengumuman pemenang akan diumumkan pada Kamis (9/10/2025) di Dome UMM,” imbuh Raihan.
Selain itu, dalam ekshibisi ini juga menggelar forum berbagi praktik baik bagi para guru di Malang Raya bertajuk Program Microsoft Elevate pada Kamis (9/10/2025).
Forum Teacher Convening ini digelar berkolaborasi dengan Alkademi dan berbagai mitra lain seperti BPTI, Kemendikdasmen, TOKI dan Tugu Media Group.
Forum ini menjadi wadah berbagi praktik baik untuk meningkatkan kompetensi guru bidang informatika di seluruh sekolah di Malang Raya.
Ditargetkan guru peserta yang ikut bisa mencapai 1.000 orang. Juga dilanjutkan dengan berbagai workshop dan seminar mengundang para pelaku pendidikan.
Raihan menerangkan jika ekshibisi kompetisi AI ini digelar berangkat dari kompetisi internasional yang sudah digelar beberapa kali. Sementara Indonesia belum memiliki peserta didik yang memiliki skill atau kompetensi spesifik di bidang AI.
”Sehingga dibuatlah ekshibisi ini digelar bagian dari OSN 2025 untuk mempersiapkan hal itu,” jelasnya.
Selain itu, digelarnya kompetisi AI ini juga dirasa urgen karena perkembangan AI hari ini sudah berkembang sedemikian cepat sehingga generasi muda Indonesia hari ini dituntut adaptif dan menguasai teknologi agar dapat menjawab tantangan perkembangan zaman.
”Tidak bisa dipungkiri bahwa AI sekarang sudah mulai mendampingi kehidupan kita sehari-hari. Kita harus adaptif jika tidak ingin ketinggalan zaman,” ujarnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter : M Ulul Azmy
Editor: Herlianto. A
























