Rabu, Oktober 21, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Raih Gelar Profesor, Rektor Unikama Bedah Risetnya Soal Evolusi Media Pembelajaran di Era Teknologi AI

Redaksi by Redaksi
Juni 6, 2026 7:40 am
in Pendidikan
Rektor Unikama, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si. (Foto/dok.)

Rektor Unikama, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si. (Foto/dok.)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Rektor Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si. membedah risetnya soal evolusi media pembelajaran di era perkembangan Artificial Intelligence (AI), Sabtu (6/6)2026). Riset itu mengantarkannya meraih gelar profesor di bidang teknologi dan inovasi pembelajaran fisika.

Ia menyoroti bagaimana AI kini mulai mengubah wajah pendidikan secara signifikan. Menurutnya, dunia pendidikan sedang berada pada titik perubahan besar. Kehadiran AI telah masuk ke ruang ruang kelas melalui sistem pembelajaran adaptif, tutor cerdas hingga teknologi evaluasi otomatis yang mulai banyak digunakan.

READ ALSO

Fakultas Psikologi UIN Malang Perkuat Kompetensi Digital di Era Disrupsi

UIN Malang Perkuat Satgas PPKPT Se-Malang Raya

Baca Juga: Unikama Buka Beasiswa DPP 50 Persen bagi Peserta UTBK SNBT 2026

Prof Sudi Dul Aji menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan pada ketersediaan teknologi, tetapi kesiapan pendidik dalam memanfaatkannya.

Banyak guru dinilai masih membutuhkan peningkatan pengetahuan, kepercayaan diri hingga strategi pedagogis agar mampu mengintegrasikan AI secara efektif ke dalam proses pembelajaran.

Dalam bidang pembelajaran fisika, pemanfaatan AI disebut memiliki potensi besar karena banyak konsep fisika bersifat abstrak dan sulit dipahami hanya melalui teori.

Teknologi AI memungkinkan hadirnya simulasi interaktif, eksperimen virtual hingga visualisasi digital yang membuat materi menjadi lebih mudah dipahami siswa.

“AI dapat digunakan untuk menghadirkan simulasi interaktif, eksperimen virtual, sistem pembelajaran adaptif hingga evaluasi otomatis. Dengan demikian pembelajaran fisika menjadi lebih menarik, kontekstual dan sesuai kebutuhan peserta didik,” ungkapnya.

Baca Juga: Mahasiswa Asal Gresik Jadi Lulusan Terbaik Unikama 2026, Teliti Lagu Malang Awe Awe

Dia juga menyoroti pentingnya penguasaan AI-Specific TPACK, yakni kerangka yang menggabungkan kemampuan teknologi, pedagogi dan penguasaan materi secara terintegrasi.

Ia menilai guru tidak cukup hanya memahami cara menggunakan teknologi, tetapi juga harus mengetahui bagaimana AI diterapkan sesuai tujuan pembelajaran.

Melalui penelitian yang melibatkan 725 guru dari berbagai daerah di Indonesia, ia menemukan bahwa mayoritas guru sebenarnya memiliki kemampuan teknologi dan pedagogi yang cukup baik.

Namun, tantangan terbesar masih terletak pada kemampuan mengintegrasikan ketiga aspek tersebut secara bersamaan dalam pembelajaran.

Hasil penelitian juga menunjukkan guru memiliki pandangan yang cukup positif terhadap pemanfaatan AI. Banyak guru menganggap AI dapat membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran, meski masih terdapat kekhawatiran terkait etika, privasi data hingga potensi ketergantungan terhadap teknologi.

Menariknya, penelitian tersebut justru menemukan bahwa faktor usia dan demografi tidak terlalu berpengaruh terhadap kesiapan menggunakan AI.

Bahkan, guru senior disebut menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap pemanfaatan teknologi karena melihat AI mampu membantu mengurangi beban kerja dan mendukung pembelajaran yang lebih personal.

Selain itu, pengalaman menggunakan teknologi sebelumnya juga menjadi faktor penting. Guru yang telah terbiasa menggunakan perangkat digital dalam proses pembelajaran cenderung memiliki kesiapan yang lebih tinggi dalam mengadopsi teknologi berbasis AI dibanding mereka yang masih mengandalkan metode konvensional.

Dalam rekomendasinya, Prof Sudi menekankan pentingnya perubahan pendekatan pelatihan guru. Menurutnya, pelatihan tidak lagi cukup hanya berfokus pada pengoperasian teknologi, tetapi juga harus memperkuat aspek pedagogi, etika AI, serta kemampuan mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum.

“Kecerdasan buatan hanyalah sebuah alat. Dalam pendidikan fisika, AI dapat membantu kita menjelaskan hukum hukum alam semesta dengan lebih visual. Tetapi hanya seorang guru sejati yang dapat menginspirasi siswa untuk mengejar kebenaran ilmiah dengan integritas,” tandasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Sholeh

Editor: Herlianto. A

Tags: Prof Sudi Dul Ajirektor unikamaUNIKAMA

Related Posts

Fakultas Psikologi UIN Malang Perkuat Kompetensi Digital di Era Disrupsi
Advertorial

Fakultas Psikologi UIN Malang Perkuat Kompetensi Digital di Era Disrupsi

Rabu, 21 Okt 2026
UIN Malang Perkuat Satgas PPKPT Se-Malang Raya
Advertorial

UIN Malang Perkuat Satgas PPKPT Se-Malang Raya

Selasa, 20 Okt 2026
FH UB Perkuat Kerja Sama Hukum Lingkungan Indonesia–India melalui Program Dosen Berkarya 2026
Advertorial

FH UB Perkuat Kerja Sama Hukum Lingkungan Indonesia–India melalui Program Dosen Berkarya 2026

Selasa, 20 Okt 2026
225 Siswa SDIT Insan Permata Malang Ikuti Kemah Eksplorasi Juara 2026
Advertorial

225 Siswa SDIT Insan Permata Malang Ikuti Kemah Eksplorasi Juara 2026

Selasa, 20 Okt 2026
190 Siswa SMPIT Insan Permata Malang Belajar Mengabdi dan Nyantri Lewat Gema Qur’ani Berkhidmat
Advertorial

190 Siswa SMPIT Insan Permata Malang Belajar Mengabdi dan Nyantri Lewat Gema Qur’ani Berkhidmat

Selasa, 20 Okt 2026
ITN Malang Perluas Pemberdayaan Masyarakat Lewat Inovasi Teknologi
Advertorial

ITN Malang Perluas Pemberdayaan Masyarakat Lewat Inovasi Teknologi

Senin, 19 Okt 2026
Next Post
Prakiraan cuaca Malang, terutama di wilayah Kota Malang pada Sabtu 6 Juni 2026 diperkirakan dalam kondisi udara kabur. /Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.

Udara Kabur Merata di Seluruh Wilayah, Prakiraan Cuaca Malang Sabtu 6 Juni 2026

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10162026 2
Iklantm 10162026 3
Iklantm 10192026 1
Iklantm 10162026 4
Iklantm 10162026 1
Iklantm 10162026 11
Iklantm 10162026 5
Iklantm 10162026 6
Iklantm 10162026 7
Iklantm 10162026 8
Iklantm 10162026 9
Iklantm 10162026 10
Iklantm 10162026 12
Iklantm 10162026 13
Iklantm 10172026 1
Iklantm 10172026 2
Iklantm 10202026 1
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.