Sabtu, September 5, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pendidikan

Raih Gelar Profesor, Rektor Unikama Bedah Risetnya Soal Evolusi Media Pembelajaran di Era Teknologi AI

Redaksi by Redaksi
Juni 6, 2026 7:40 am
in Pendidikan
Rektor Unikama, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si. (Foto/dok.)

Rektor Unikama, Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si. (Foto/dok.)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Rektor Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama), Prof. Dr. Sudi Dul Aji, M.Si. membedah risetnya soal evolusi media pembelajaran di era perkembangan Artificial Intelligence (AI), Sabtu (6/6)2026). Riset itu mengantarkannya meraih gelar profesor di bidang teknologi dan inovasi pembelajaran fisika.

Ia menyoroti bagaimana AI kini mulai mengubah wajah pendidikan secara signifikan. Menurutnya, dunia pendidikan sedang berada pada titik perubahan besar. Kehadiran AI telah masuk ke ruang ruang kelas melalui sistem pembelajaran adaptif, tutor cerdas hingga teknologi evaluasi otomatis yang mulai banyak digunakan.

READ ALSO

Pendaftaran Program Studi S2 Pertanian Berkelanjutan Pascasarjana Unisma Masih Dibuka!

Fakultas Psikologi UIN Malang Jalin Kolaborasi Bersama MAN 3 Banyuwangi

Baca Juga: Unikama Buka Beasiswa DPP 50 Persen bagi Peserta UTBK SNBT 2026

Prof Sudi Dul Aji menjelaskan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan pada ketersediaan teknologi, tetapi kesiapan pendidik dalam memanfaatkannya.

Banyak guru dinilai masih membutuhkan peningkatan pengetahuan, kepercayaan diri hingga strategi pedagogis agar mampu mengintegrasikan AI secara efektif ke dalam proses pembelajaran.

Dalam bidang pembelajaran fisika, pemanfaatan AI disebut memiliki potensi besar karena banyak konsep fisika bersifat abstrak dan sulit dipahami hanya melalui teori.

Teknologi AI memungkinkan hadirnya simulasi interaktif, eksperimen virtual hingga visualisasi digital yang membuat materi menjadi lebih mudah dipahami siswa.

“AI dapat digunakan untuk menghadirkan simulasi interaktif, eksperimen virtual, sistem pembelajaran adaptif hingga evaluasi otomatis. Dengan demikian pembelajaran fisika menjadi lebih menarik, kontekstual dan sesuai kebutuhan peserta didik,” ungkapnya.

Baca Juga: Mahasiswa Asal Gresik Jadi Lulusan Terbaik Unikama 2026, Teliti Lagu Malang Awe Awe

Dia juga menyoroti pentingnya penguasaan AI-Specific TPACK, yakni kerangka yang menggabungkan kemampuan teknologi, pedagogi dan penguasaan materi secara terintegrasi.

Ia menilai guru tidak cukup hanya memahami cara menggunakan teknologi, tetapi juga harus mengetahui bagaimana AI diterapkan sesuai tujuan pembelajaran.

Melalui penelitian yang melibatkan 725 guru dari berbagai daerah di Indonesia, ia menemukan bahwa mayoritas guru sebenarnya memiliki kemampuan teknologi dan pedagogi yang cukup baik.

Namun, tantangan terbesar masih terletak pada kemampuan mengintegrasikan ketiga aspek tersebut secara bersamaan dalam pembelajaran.

Hasil penelitian juga menunjukkan guru memiliki pandangan yang cukup positif terhadap pemanfaatan AI. Banyak guru menganggap AI dapat membantu meningkatkan efektivitas pembelajaran, meski masih terdapat kekhawatiran terkait etika, privasi data hingga potensi ketergantungan terhadap teknologi.

Menariknya, penelitian tersebut justru menemukan bahwa faktor usia dan demografi tidak terlalu berpengaruh terhadap kesiapan menggunakan AI.

Bahkan, guru senior disebut menunjukkan sikap yang lebih positif terhadap pemanfaatan teknologi karena melihat AI mampu membantu mengurangi beban kerja dan mendukung pembelajaran yang lebih personal.

Selain itu, pengalaman menggunakan teknologi sebelumnya juga menjadi faktor penting. Guru yang telah terbiasa menggunakan perangkat digital dalam proses pembelajaran cenderung memiliki kesiapan yang lebih tinggi dalam mengadopsi teknologi berbasis AI dibanding mereka yang masih mengandalkan metode konvensional.

Dalam rekomendasinya, Prof Sudi menekankan pentingnya perubahan pendekatan pelatihan guru. Menurutnya, pelatihan tidak lagi cukup hanya berfokus pada pengoperasian teknologi, tetapi juga harus memperkuat aspek pedagogi, etika AI, serta kemampuan mengintegrasikan teknologi ke dalam kurikulum.

“Kecerdasan buatan hanyalah sebuah alat. Dalam pendidikan fisika, AI dapat membantu kita menjelaskan hukum hukum alam semesta dengan lebih visual. Tetapi hanya seorang guru sejati yang dapat menginspirasi siswa untuk mengejar kebenaran ilmiah dengan integritas,” tandasnya.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: M Sholeh

Editor: Herlianto. A

Tags: Prof Sudi Dul Ajirektor unikamaUNIKAMA

Related Posts

Pendaftaran Program Studi S2 Pertanian Berkelanjutan Pascasarjana Unisma Masih Dibuka!
Advertorial

Pendaftaran Program Studi S2 Pertanian Berkelanjutan Pascasarjana Unisma Masih Dibuka!

Sabtu, 5 Sep 2026
Fakultas Psikologi UIN Malang Jalin Kolaborasi Bersama MAN 3 Banyuwangi
Advertorial

Fakultas Psikologi UIN Malang Jalin Kolaborasi Bersama MAN 3 Banyuwangi

Jumat, 4 Sep 2026
Lepas 88 Lulusan, Yudisium Fakultas Psikologi Periode III 2026 Cetak Generasi Siap Berkarya
Advertorial

Lepas 88 Lulusan, Yudisium Fakultas Psikologi Periode III 2026 Cetak Generasi Siap Berkarya

Jumat, 4 Sep 2026
14 Guru SMK Jawa Timur Terpilih Magang Tiga Bulan di Jerman
Pendidikan

14 Guru SMK Jawa Timur Terpilih Magang Tiga Bulan di Jerman

Rabu, 2 Sep 2026
Ratusan Mahasiswa Baru ITN Malang Ikuti Gigantik 2026
Advertorial

Ratusan Mahasiswa Baru ITN Malang Ikuti Gigantik 2026

Selasa, 1 Sep 2026
Dari Pelatihan ke LMS, UB Perkuat Pemanfaatan AI bagi Aparatur Desa
Advertorial

Dari Pelatihan ke LMS, UB Perkuat Pemanfaatan AI bagi Aparatur Desa

Selasa, 1 Sep 2026
Next Post
Prakiraan cuaca Malang, terutama di wilayah Kota Malang pada Sabtu 6 Juni 2026 diperkirakan dalam kondisi udara kabur. /Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.

Udara Kabur Merata di Seluruh Wilayah, Prakiraan Cuaca Malang Sabtu 6 Juni 2026

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengorbanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Waspada Hujan Ringan! Prakiraan Cuaca Kota Malang Minggu 15 Maret 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.