Kota Batu, Tugumalang.id – Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) paling banyak diterapkan di Kota Batu dibandingkan daerah lain di Malang Raya. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 32 sekolah di Kota Batu telah mengintegrasikan program tersebut dalam kegiatan pembelajaran.
Secara keseluruhan, terdapat 57 satuan pendidikan di Malang Raya yang sudah menjalankan program SIKAP. Rinciannya, 32 sekolah berada di Kota Batu, 17 sekolah di Kota Malang, dan 8 sekolah di Kabupaten Malang.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan, tingginya partisipasi sekolah di Kota Batu sejalan dengan karakter wilayah yang dikenal sebagai kawasan pertanian dan hortikultura. Menurut dia, jumlah sekolah yang menerapkan program ini masih berpotensi terus bertambah.
“Terlepas dari itu, jumlah sekolah yang menerapkan ini diprediksi akan terus bertambah,” kata Aries, Minggu (19/7).
Baca juga: Dindik Jatim Dorong Sekolah Jadi Laboratorium Ketahanan Pangan Lewat Program SIKAP

Program SIKAP merupakan singkatan dari Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Program tersebut mengajak sekolah memanfaatkan halaman maupun ruang terbuka menjadi kebun produktif sekaligus media pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual.
SIKAP resmi diluncurkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di SMKN 1 Plosoklaten, Kabupaten Kediri, pada Januari lalu. Program yang diinisiasi bersama Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak itu bertujuan menanamkan kesadaran tentang pentingnya ketahanan pangan sejak dini.
Aries menegaskan, seluruh sekolah didorong mengikuti program tersebut, termasuk sekolah yang memiliki keterbatasan lahan.
“Semua sekolah yang punya program itu kita dorong. Bahkan sekolah yang tidak memiliki lahan tetap bisa menjalankannya melalui sistem hidroponik,” jelas Aries.
Menurut dia, masih banyak sekolah yang memiliki ruang terbuka, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal. Padahal, area tersebut dapat diubah menjadi kebun produktif sekaligus ruang interaksi antara guru dan siswa di luar kelas.
Baca juga: Dihadiri Kadindik Jatim, Penutupan KCS 39 SMK PGRI 3 Malang Siap Cetak Generasi Unggul
Program SIKAP juga dirancang sebagai laboratorium pembelajaran lintas disiplin. Melalui kebun sekolah, siswa dapat mempelajari berbagai mata pelajaran secara langsung dan lebih kontekstual.
“Anak-anak bisa belajar langsung dari lingkungan sekitar mereka. Jadi pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan menyenangkan, tidak hanya berada di dalam ruang kelas,” tambah Aries.
Melalui program ini, sekolah di Jawa Timur diharapkan tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga mampu membentuk generasi yang produktif, peduli lingkungan, dan memiliki kesadaran terhadap pentingnya ketahanan pangan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
editor: jatmiko
























