Malang, Tugumalang.id – Mahasiswa asal Gresik, Ahmad Zahidin Al Faruq, menjadi lulusan terbaik menjelang Wisuda Semester Ganjil 2025/2026 Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama). Mahasiswa Program Studi PGSD itu mencuri perhatian setelah meneliti pelestarian lagu lokal Malang Awe Awe melalui pendekatan pembelajaran modern.
Mahasiswa yang akrab disapa Faruq tersebut menilai lagu daerah kini mulai asing di telinga generasi muda, khususnya anak-anak sekolah dasar. Berangkat dari kegelisahan itu, ia mengangkat penelitian mengenai pendekatan deep learning untuk mengenalkan kembali lagu “Malang Awe Awe” kepada siswa SD.
“Anak-anak sekarang banyak yang tidak tahu lagu lokal, termasuk Malang Awe Awe. Padahal dulu lagu itu cukup dikenal dan diajarkan di sekolah dasar,” kata Faruq.
Penelitian Lagu Malang Awe Awe untuk Generasi Muda
Dalam penelitiannya, Faruq menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk melihat efektivitas pendekatan deep learning dalam pembelajaran lagu daerah. Hasil penelitian menunjukkan pendekatan tersebut mampu membantu siswa mengenal lirik, cara menyanyikan, hingga memahami makna lagu khas Kota Malang itu.
Baca juga: Teliti Reproduksi Hewan Ternak, Mahasiswa Asal Blitar Jadi Lulusan Terbaik Unikama
Menurut Faruq, lagu daerah bukan sekadar hiburan, melainkan sarana penting untuk mengenalkan identitas budaya lokal kepada generasi muda sejak dini.
Menariknya, Faruq menyebut dirinya kemungkinan menjadi peneliti pertama yang secara khusus mengangkat lagu Malang Awe Awe sebagai objek penelitian akademik.
“Ini sebuah kehormatan juga bagi saya karena mungkin saya peneliti pertama yang meneliti lagu Malang Awe Awe,” ujarnya.
Baca juga: Mahasiswi Asal Trenggalek Jadi Lulusan Terbaik Unikama 2024
Tak Hanya Akademik, Aktif Kembangkan Jiwa Wirausaha
Tak hanya aktif di bidang akademik, Faruq juga mengembangkan kemampuan di bidang kewirausahaan. Ia menilai pendidikan di PGSD Unikama tidak hanya membentuk mahasiswa menjadi guru sekolah dasar, tetapi juga mendorong pengembangan kemampuan seni, penelitian, hingga kewirausahaan berbasis edupreneur.
“Di PGSD kami diajari seni teater, musik, tari, sampai bagaimana menjadi wirausahawan muda. Jadi lulusannya tidak hanya siap jadi guru, tapi juga siap survive di dunia kerja,” ungkapnya.
Berdasarkan catatan Unikama, Faruq berhasil mencatatkan IPK 3,97. Capaian tersebut menempatkan mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan itu sebagai mahasiswa terbaik Unikama tahun 2026.
Faruq bersama 450 mahasiswa lainnya dijadwalkan mengikuti Wisuda Semester Ganjil 2025/2026 pada Sabtu (23/5/2026).
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko
























