MALANG, Tugumalang.id – Seorang bayi bernama Queensa Acellin Kaynaseh di Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, menderita hidrosefalus. Kasus ini mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang
Plt Kepala Dinkes Kabupaten Malang, drg Ivan Drie memastikan, pihaknya akan melakukan pendampingan dan pengobatan hingga bayi berusia enam bulan tersebut sembuh total. Sementara ini, Queensa telah mendapatkan penanganan di RSUD Kanjuruhan dan telah menjalani operasi.
Baca Juga: Semangat Disabilitas Netra RSBN Malang: Menebar Cinta Al-Qur’an di Tengah Keterbatasan

“Pastinya akan kami kawal terus. Nanti akan didampingi oleh pihak puskesmas (Wajak),” kata Ivan saat ditemui Tugu Malang ID, Selasa (2/9/2025).
Lebih lanjut, Ivan juga memastikan bahwa pembiayaan pengobatan bayi tersebut telah ditanggung melalui BPJS yang masuk dalam skema Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) dari Pemerintah Kabupaten Malang. Sehingga, orang tua Queensa bisa melanjutkan perawatan tanpa takut terkendala biaya.
Terkait penyebab hidrosefalus, Ivan menjelaskan ada berbagai kemungkinan. Mulai dari infeksi virus, riwayat jatuh, kelainan bawaan, kelainan anatomi otak, dan sebagainya.
Ia belum mendapatkan konfirmasi langsung dari dokter spesialis yang menangani Queensa terkait penyebab penyakit yang diderita bayi dari pasangan Ali Taufan dan Suliantini ini.
Baca Juga: Semangat Disabilitas Netra RSBN Malang: Menebar Cinta Al-Qur’an di Tengah Keterbatasan
“Sekilas bukan karena virus ya, sepertinya ada kelainan anatomi di situ. Karena dari laporan puskesmas, selama kehamilan ibunya sehat dan tidak ada masalah, tidak kekurangan gizi, dan tidak terinfeksi,” jelas Ivan.
Saat ini, bayi Queensa telah menjalani operasi penanganan hidrosefalus dan tengah dalam proses pemulihan. Dinas Kesehatan menjadwalkan kontrol lanjutan pada awal pekan depan.
“Alhamdulillah kondisinya sekarang baik. Insyaallah bisa sembuh. Hari Senin besok akan dilakukan kontrol lanjutan,” ungkap Ivan.
Hidrosefalus bukanlah penyakit langka. Kasus hidrosefalus di Indonesia bisa mencapai lima dari setiap 1.000 kelahiran.
Untuk saat ini, Queensa tercatat sebagai satu-satunya bayi yang menderita hidrosefalus di Kabupaten Malang. Ivan berharap tidak ada lagi kasus yang serupa.
“Untuk saat ini yang saya ketahui, baru satu kasus ini. Mudah-mudahan tidak ada lagi di wilayah lain,” tutup Ivan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A


















