Malang, Tugumalang.id – Pemerintah Kota Malang melalui Pemerintah Kota Malang mulai melakukan penanaman pohon di kawasan Jalan Soekarno-Hatta atau Suhat. Puluhan pohon tabebuya ditanam sebagai langkah untuk mengembalikan fungsi ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan tersebut.
Pelaksana harian Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang, Gamaliel Raymond Matondang, mengatakan penanaman pohon tabebuya ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menghijaukan kembali kawasan ikonik di Kota Malang.
“Penanaman ini sudah kami lakukan sejak Jumat kemarin. Untuk tahap awal, ada 40 pohon tabebuya yang kami tanam di Suhat,” kata Raymond.
Baca juga: Pohon Tabebuya dan Lampu Hias Mulai Warnai Kayutangan
DLH Kota Malang juga merencanakan penanaman total 250 pohon tabebuya yang dilakukan secara bertahap. Sejumlah area strategis di sepanjang Suhat menjadi fokus penanaman lanjutan tersebut.
“Ini masih tahap awal. Totalnya nanti sekitar 250 pohon. Sisanya akan kami tempatkan di beberapa titik,” urainya.
Penanaman Pohon Tabebuya Pasca Pembangunan Drainase Suhat
Raymond menegaskan, penanaman pohon tabebuya merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam mengembalikan fungsi RTH di kawasan Suhat pasca pembangunan drainase. Sebelumnya, sejumlah pohon memang harus ditebang untuk memperlancar proses pembangunan tersebut.
“Oleh karena itu, penanaman pohon perlu kembali digencarkan agar fungsi lingkungan bisa pulih,” ujarnya.
Baca juga: Rekomendasi Kuliner Suhat Malang yang Wajib Dicoba, Nikmati Sensasi Rasa Tak Terlupakan
Ia menambahkan, pemilihan pohon tabebuya tidak hanya bertujuan mengembalikan fungsi ekologis, tetapi juga memperkuat nilai estetika kawasan.
“Tabebuya ini berdaun lebar, daunnya bagus, dan saat berbunga warnanya juga seragam,” jelasnya.
“Selain memperindah kawasan dan meningkatkan kadar oksigen, tabebuya juga memiliki daya serap air yang cukup baik,” tandas Raymond.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























