MALANG, Tugumalang.id – Di tengah maraknya kesadaran akan kebutuhan pendidikan inklusif, Penawar Special Learning Centre (PSLC) hadir sebagai pionir dalam layanan pendidikan khusus untuk anak-anak dengan autisme.
Sebagai pusat pendidikan dan terapi autisme yang kini hadir dengan PSLCNet di berbagai daerah untuk memperluas akses terapi bagi anak dengan sindrom autisme.
PSLC mengungkapkan pentingnya dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai lembaga dibutuhkan untuk memudahkan jangkauan akses terapi bagi orang tua dan juga anak-anak.
Baca Juga: Mengapa Terapi Autisme Belum Efektif? Ini Penjelasan Penawar Special Learning Centre
“Terapi autisme bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga swasta melalui CSR dari berbagai pihak,” tutur Clinical Director PSLC, Dr. Ruwinah Abdul Karim, Kamis (18/12/2025).
Pihaknya mengungkap betapa krusialnya dukungan finansial dan program kolaboratif untuk mengatasi keterbatasan akses layanan di daerah. Hal ini penting, karena data Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi autisme di Indonesia mencapai 1 dari 160 anak, sementara fasilitas terapi autisme masih terbatas.
Kondisi inilah yang membuat peran CSR semakin mendesak untuk menciptakan ekosistem pendukung yang berkelanjutan.
Mengapa CSR jadi Kunci Peningkatan Layanan Terapi Autisme?
PSLC menyoroti bahwa terapi autisme memerlukan pendekatan multidisiplin, termasuk terapi perilaku (ABA), terapi wicara, dan sensorik, yang biayanya cukup tinggi dan memakan waktu panjang.
Baca Juga: Telah Dibuka! Penawar Special Learning Centre Samarinda Berikan Layanan Screening Gratis
Tanpa dukungan CSR, banyak keluarga kesulitan mengakses layanan berkualitas. Melalui program CSR, perusahaan seperti bank, telekomunikasi, dan manufaktur dapat berinvestasi langsung pada peralatan terapi, pelatihan terapis, atau beasiswa bagi orang tua.
1. Peningkatan Aksesibilitas: CSR memungkinkan PSLC memperluas klinik terapi autisme gratis bagi keluarga kurang mampu.
2. Inovasi Program: Dana CSR digunakan untuk teknologi seperti aplikasi tracking perilaku autis yang terbukti efektif di PSLC.
3. Pelatihan SDM: Kolaborasi CSR melatih ratusan guru inklusif, mengurangi stigma autisme di masyarakat.
Tantangan dan Solusi ke Depan
Meski potensi besar, tantangan seperti regulasi CSR yang belum optimal dan kurangnya awareness membuat hanya 20 persen perusahaan terlibat dalam program autisme.
PSLC usulkan solusi berupa platform digital untuk matching CSR dengan kebutuhan terapi autisme, plus insentif pajak bagi donatur. Dengan demikian, layanan terapi autisme di PSLC dan lembaga serupa bisa merata ke seluruh Indonesia.
PSLC mengajak semua lembaga untuk bergabung dalam misi ini, karena dukungan yang diberikan melalui CSR, menjadi harapan baru bagi anak-anak dan orang tua untuk mendapatkan kemudahan akses terapi.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
Editor: Herlianto. A





























