MALANG, Tugumalang.id – Di tengah maraknya kesadaran tentang gangguan spektrum autisme pada anak, akses terhadap layanan terapi autisme masih menjadi tantangan besar, terutama di wilayah pedesaan di Indonesia.
Penawar Special Learning Centre (PSLC) sebagai pusat pendidikan khusus yang kini hadir di Indonesia melalui PSLCNet mengungkapkan bahwa fasilitas terapi autisme masih sangat minim terutama di desa.
Kondisi menyebabkan banyak keluarga dalam kebingungan dan keterbatasan. PSLC tidak hanya menyediakan layanan berkualitas, tapi juga mengungkap permasalahan banyak keluarga kebingungan dan keterbatasan mendapatkan akses layanan terapi bagi putra-putri mereka.
Baca juga: PSLC Ungkap Pentingnya Terapi bagi Orang Tua yang Memiliki Anak Berkebutuhan Khusus
“Bayangkan seorang anak autisme di desa terpencil yang kesulitan berkomunikasi atau berinteraksi sosial, sementara orang tuanya harus menempuh perjalanan panjang ke kota hanya untuk satu sesi terapi autisme,” ungkap Clinical Director PSLC, Dr. Ruwinah Abdul Karim, Jumat (12/12/2025).
Distribusi terapis dan fasilitas sejauh ini masih terkonsentrasi di perkotaan. Inilah yang kemudian menjadi semangat PSLC menghadirkan PSLCNet agar masyarakat mendapatkan edukasi dan layanan terapis yang mudah diakses.
Permasalahan Minimnya Fasilitas Terapi Autisme di Desa
PSLC mengidentifikasi beberapa hambatan utama yang membuat terapi autisme sulit dijangkau di wilayah pedesaan sebagai berikut:
· Keterbatasan infrastruktur: Banyak desa kekurangan ruang khusus untuk terapi sensorik atau behavioral, sehingga anak autisme sering hanya mengandalkan pengobatan umum di Puskesmas yang tidak spesifik.
· Kurangnya tenaga profesional: Rasio terapis autisme per anak masih rendah di daerah.
· Biaya dan aksesibilitas: Sesi terapi autisme di kota bisa mencapai Rp 500 ribu per pertemuan, memberatkan keluarga petani atau buruh tani di desa.
· Stigma sosial: Banyak orang tua enggan mencari bantuan karena anggapan autisme sebagai “kutukan” yang memperburuk keterlambatan intervensi dini.
Solusi yang Ditawarkan PSLC
Melihat permasalahan di atas, PSLC menawarkan beberapa solusi di antaranya adalah memberi pelatihan dan memberdayakan guru PAUD yang ada di desa, untuk memiliki wawasan yang cukup tentang autisme dan bagaimana cara menangani anak dengan sindrom autisme.
Selain itu juga bisa melalui peningkatan keterampilan kader desa maupun melibatkan volunteer atau relawan yang peduli terhadap autisme.
Baca juga: PSLC Ungkap Pentingnya Ruang Sensori sebagai Dukungan Emosi dan Konsentrasi Anak Berkebutuhan Khusus
Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut tentang PSLC dan jaringan PSLCNet di daerah, dapat diakses melalui:
· Media Sosial Instagram: @pslc.indonesia
· Website: www.pslcindonesia.com atau www.penawarspeciallearning.com
· Narahubung: 0821-2297-8881 (Admin)
PSLC membuka pintu kolaborasi yang menawarkan harapan baru bagi anak-anak berkebutuhan khusus melalui program CSR PSLC.
Program ini adalah kesempatan bagi berbagai pihak untuk berperan aktif dalam menciptakan perubahan sosial yang berdampak luas dan berkelanjutan.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko





























