MALANG, Tugumalang.id – Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah secara resmi telah menerbitkan Edaran PP Muhammadiyah Nomor 5/EDR/1.0/B/2026 Tentang Imbauan Efisiensi dan Budaya Hidup Hemat.
Langkah strategis yang diambil oleh organisasi Islam berkemajuan ini bukan sekadar respons terhadap dinamika ekonomi global yang kian fluktuatif, melainkan sebuah manifestasi konkret dari nilai-nilai luhur keislaman yang menjunjung tinggi kesederhanaan.
Melalui edaran ini, seluruh elemen Muhammadiyah, mulai dari tingkat pimpinan, warga persyarikatan, hingga jaringan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di seluruh Indonesia, diajak untuk merefleksikan kembali pola konsumsi dan pengelolaan sumber daya agar lebih bijak, tepat guna, serta jauh dari perilaku tabzir (sia-sia) dan israf (berlebihan).
Sebagai gerakan tajdid (pembaharuan), Muhammadiyah memandang bahwa ketahanan sebuah bangsa dan organisasi dimulai dari kedisiplinan finansial serta pengelolaan energi yang bertanggung jawab.
Situasi geopolitik dan tantangan ekonomi di tahun 2026 ini menuntut semua pihak untuk memperkuat bantalan sosial-ekonomi secara mandiri.
Baca juga: Ketua Umum PP Muhammadiyah: Etika dan Moralitas Politik Pemilu 2024 Patut Dijaga
Oleh karena itu, gerakan budaya hidup hemat yang diinisiasi oleh PP Muhammadiyah ini diharapkan tidak hanya menjadi tameng dalam menghadapi masa-masa sulit, tetapi juga menjadi gaya hidup berkelanjutan yang melekat dalam keseharian warga persyarikatan.
Poin Utama Edaran PP Muhammadiyah Nomor 5/EDR/1.0/B/2026
Dalam edaran tersebut, seluruh pimpinan persyarikatan pada setiap tingkatan diharapkan dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Mengedepankan efisiensi, penggunaan anggaran belanja dan menghindari pengeluaran yang tidak mendesak.
2. Memprioritaskan program dan kegiatan yang bersifat strategis dan berdampak langsung, serta mengurangi kegiatan-kegiatan seremonial yang kurang diperlukan.
3. Mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang tersedia secara efektif dan bertanggung jawab.
4. Mengurangi acara-acara regional, nasional, dan kunjungan-kunjungan langsung berbiaya tinggi yang dapat digantikan dengan rapat koordinasi atau kegiatan secara daring.
5. Membatasi frekuensi kunjungan ke luar negeri, khususnya untuk kegiatan yang tidak bersifat prioritas, serta tidak melibatkan pihak yang tidak memiliki kepentingan langsung dengan memperhatikan prinsip efisiensi anggaran.
6. Penghematan air, listrik, dan energi di setiap kantor, gedung, dan ruangan. Sebagai alternatif, penghematan listrik dapat dimulai dengan menggunakan panel surya.
7. Menguatkan budaya hidup cukup, sehat, bersih, dan produktif.
8. Mempraktikkan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), serta Risalah Islam Berkemajuan dalam seluruh aspek kegiatan.
Baca juga: Haedar Nashir Terpilih Lagi Sebagai Ketua Umum PP Muhammadiyah Periode 2022-2027
Langkah yang diambil oleh PP Muhammadiyah ini diharapkan dapat meningkatkan penghematan, memperkuat kemandirian, serta menjaga stabilitas dan kelangsungan Persyarikatan Muhammadiyah.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Penulis: Bagus Rachmad Saputra
redaktur: jatmiko
























