Malang – Politeknik Negeri Malang (Polinema) menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan wisata air sekaligus pemberdayaan masyarakat dengan menggelar Pelatihan Pemanfaatan Alat Pemantauan Kondisi Sungai di kawasan wisata edukasi Banyumaro River Tubing, Kabupaten Malang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program besar bertajuk “Inovasi Penerapan Teknologi Sensor dan Sistem Informasi Digital untuk Penguatan Sektor Wisata Edukasi Banyumaro River Tubing”. Tujuannya adalah meningkatkan kemampuan pengelola wisata dalam memanfaatkan teknologi sensor berbasis Internet of Things (IoT) untuk keselamatan pengunjung dan keberlanjutan destinasi wisata.
Ketua tim pengabdian Polinema, Indrazno Siradjuddin S.T., M.T., Ph.D., menjelaskan bahwa alat deteksi kondisi sungai yang dipasang berfungsi memantau debit dan kecepatan air secara real time.
“Keselamatan pengunjung adalah prioritas utama. Dengan sistem deteksi kondisi air sungai ini, pengelola dapat lebih cepat mengambil langkah antisipasi jika terjadi peningkatan debit air. Teknologi ini sederhana, namun dampaknya besar bagi keberlanjutan wisata,” ungkapnya.
Baca juga: Polinema Hadirkan Papan Alur Informasi Digital SOP Tubing di Wisata Banyumaro River Tubing
Dalam pelatihan, tim dosen Polinema membekali peserta dengan pemahaman cara kerja sensor, penggunaan aplikasi pemantauan, prosedur tanggap darurat, serta simulasi perawatan alat agar tetap berfungsi optimal.
Pemilik Banyumaro River Tubing, Galuh Prasetyo, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini.
“Sebelumnya, kami hanya mengandalkan pengalaman dan pengamatan langsung terhadap kondisi sungai. Kini, dengan teknologi sensor deteksi banjir, kami memiliki sistem yang lebih akurat dan dapat diandalkan untuk menjaga keselamatan pengunjung,” jelasnya.
Selain meningkatkan keamanan, alat deteksi banjir ini juga menjadi sarana edukasi bagi wisatawan. Pengunjung dapat belajar mengenai teknologi sensor, mitigasi bencana, sekaligus menikmati keindahan alam sungai Banyumaro.
Pelatihan ini membuktikan sinergi nyata antara perguruan tinggi dan masyarakat. Melalui penguasaan teknologi, pengelola wisata tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu merawat serta mengembangkan sistem sesuai kebutuhan lokal. Program ini sejalan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menyelesaikan permasalahan nyata di masyarakat.
Baca juga: Strategi Pemasaran Inovatif Tim PKM Polinema untuk Memperluas Pasar Relung Kerajinan Batik
Ke depan, Polinema berkomitmen mendampingi pengelola Banyumaro River Tubing dalam mengoptimalkan pemanfaatan alat deteksi banjir sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas untuk pengembangan wisata berbasis teknologi dan edukasi. Dengan begitu, Banyumaro River Tubing diharapkan semakin dikenal sebagai destinasi wisata alam sekaligus pusat edukasi mitigasi bencana berbasis teknologi modern di Malang.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
sumber: Rilis Polinema
redaktur: jatmiko





























