Sabtu, Juli 18, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Berita

Petani Sawit di Desa Tumpakrejo Mulai Beralih ke Kelapa Hibrida dan Sayuran

Redaksi by Redaksi
Mei 28, 2021 10:45 am
in Berita
Pohon kelapa hibrida yang ditanam di sebelah pohon sawit. Foto: Rizal Adhi

Pohon kelapa hibrida yang ditanam di sebelah pohon sawit. Foto: Rizal Adhi

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Kejengkelan mantan petani sawit di Desa Tumpakrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, nampaknya sudah mencapai batasnya. Pasalnya, tanaman sawit yang sudah mereka tanam sejak 2009, nyatanya gagal menjadi komoditas yang menjanjikan.

Bahkan, tanaman kelapa lebih menjanjikan secara ekonomi karena buahnya bisa dijual ke wisatawan yang mengunjungi pantai-pantai di Malang Selatan. Oleh karena itu, beberapa warga sudah mulai menanam kelapa hibrida di samping bekas tanaman sawit.

READ ALSO

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

“Sawit di sini tidak berhasil. Jadi saya tanami tebu, kelapa, dan lainnya. Kalau kelapa di sini kan bisa dimanfaatkan dagingnya, dan airnya untuk wisatawan,” terang mantan petani sawit di Desa Tumpakrejo, Agus (35), pada Rabu (25/05/2021).

Beberapa warga juga mulai beralih menanam sayur-sayuran seperti terong dan cabai. Untungnya, tanaman terong dan cabai tergolong berhasil dibudidayakan di Desa Tumpakrejo. Hasil panennya juga lumayan untuk dijual di pasaran.

“Bahkan punya salah satu warga ini ditanami cikal lalu ditanami cabai, jadi waktu tanaman cikal panen, Alhamdulillah cabainya juga ikut panen. Cabai ini sangat menguntungkan, karena waktu harganya naik itu keuntungannya luar biasa. Alhamdulillah cabai di sini termasuk bagus, meskipun di sini ada kabut tapi Alhamdulillah tetap bagus,” bebernya.

“Kemudian ada juga yang ditanami terong, bagus-bagus hasil terong di sini. Jadi membuat bahagia yang punya. Di sini itu termasuk cocok untuk ditanami sayur-sayuran. Bawang juga bisa ditanam kok di sini,” sambungnya.

Agus mengakui, wilayahnya cukup memiliki kesulitan untuk irigasi air, terutama saat terjadi kemarau. Untungnya, warga tidak kehilangan akal dengan menggunakan mesin pompa air untuk mengaliri air di kebun. “Memang di sini tidak bisa dibuat irigasi, jadi kalau musim kemarau ini memakai diesel buat mengaliri air,” tuturnya.

Lebih lanjut, saat ditanya mengenai kenapa tidak sekaligus mencabut tanaman sawit agar bisa ditanami tanaman lain? Agus menjawab jika biaya untuk menebang sawit sangat tinggi. “Untuk memotong sekitar 20 pohon sawit biayanya Rp 1 juta lebih,” sebutnya.

Sehingga warga memilih mendiamkan tanaman sawitnya sampai berharap nanti akan mati sendiri. “Sawit punya saya tidak saya tebangi, cuma saya potongi daunnya. Di sini masih ada sekitar 1.000 pohon sawit yang belum dipotong,” katanya.

Reporter: Rizal Adhi

Editor: Lizya Kristanti

Related Posts

Jembatan Bunul, Salah Satu Jalan Alternatif di Kota Malang Khusus Pejalan Kaki dan Kendaraan Roda Dua (Foto: Google Maps)
Berita

Sering Bikin Salah Belok, 5 Jalan Penghubung di Malang Ini Tidak Bisa Dilalui Mobil

Selasa, 2 Jun 2026
Ilustrasi Orang Menonton Video Pendek di Sosial Media (Foto: Pinterest)
Berita

Kenapa Kita Betah Nonton Video Pendek? Ternyata Ini Alasannya

Jumat, 8 Mei 2026
Ilustrasi ikan sapu-sapu. Foto: Wikipedia
Berita

Fakta Mengerikan Invasi Ikan Sapu-Sapu Bagi Ekologi

Selasa, 28 Apr 2026
Kubah Masjid At-Taqwa di Karangploso jatuh akibat terpaan angin kencang. Foto: BPBD Kabupaten Malang
Berita

Angin Kencang di Karangploso Rusak 10 Bangunan, Kerugian Total Rp119,5 Juta

Selasa, 7 Okt 2025
Yai Mim membeberkan rencana pindah rumah (M Sholeh)
Berita

Usai Jalani Pemeriksaan Polisi, Yai Mim Ungkap Rencana Pindah Rumah

Selasa, 7 Okt 2025
Kursi kursi yang dipersiapkan untuk audiens acara dakwah Dr Zakir Naik di Starion Gajayana, Kota Malang. (Foto/M Sholeh)
Berita

Panitia Siapkan 10 Ribu Kursi untuk Acara Dakwah Dr Zakir Naik di Stadion Gajayana Malang

Kamis, 10 Jul 2025
Next Post
malang - 5 Jenis Tumbuhan yang Cocok Ditanam di Malang Selatan

5 Jenis Tumbuhan yang Cocok Ditanam di Malang Selatan

BERITA POPULER

  • 6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    6 Tempat Makan Murah di Malang, Menu Mulai Rp4 Ribu hingga Rp10 Ribuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7 Destinasi Wisata Rohani di Malang, Dari Masjid Tiban hingga Desa Wisata Peniwen

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.