MALANG, Tugumalang.id – Puskesmas di Kabupaten Malang akan segera dilengkapi alat deteksi dini kanker serviks metode self sampling. Alat ini mempermudah perempuan yang menjalani skrining kanker serviks.
Jumlah perempuan di Kabupaten Malang yang menjalani skrining kanker serviks masih sekitar lima persen dari target 700 ribu orang. Rendahnya jumlah perempuan yang mau melakukan skrining disebabkan proses deteksi dini ini dianggap menakutkan.
Baca Juga: Dua Terdakwa Korupsi Puskesmas Bumiaji Divonis 1 Tahun 2 Bulan Penjara
Pemeriksaan dilakukan dengan mengambil sampel dari alat kelamin perempuan. Banyak perempuan merasa takut atau tidak nyaman saat tenaga kesehatan mengambil sampel.

Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan RI melakukan advokasi perluasan implementasi deteksi dini kanker serviks dengan metode self sampling. Melalui metode ini, perempuan yang menjalani skrining bisa mengambil sampel sendiri, tanpa bantuan tenaga kesehatan.
“Masih banyak (perempuan) yang belum skrining. Salah satu penyebabnya adalah ketakutan masyarakat karena ini adalah organ dalam perempuan,” kata Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib usai menghadiri kegiatan advokasi di Kantor Bupati Malang, Kamis (9/4/2026).
Ia berharap, adanya alat untuk self sampling ini membuat para perempuan tidak takut dalam menjalani skrining kanker serviks. Apabila penyakit tersebut dideteksi sejak dini, maka kemungkinan sembuh semakin besar.
“Jadi saya mendorong kepada ormas perempuan untuk aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait dengan pentingnya deteksi dini,” kata Lathifah.
Baca Juga: Perkara Korupsi Puskesmas Bumiaji, Saksi Ahli Tetap Nyatakan Terdakwa Bersalah
Plt Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, dr. Titis Ari Respatilatsih mengatakan, sebelum ini, skrining dilakukan dengan metode inspeksi visual asetat (IVA) dan pap smear.
Metode ini melibatkan orang lain untuk mengambil sampel dan perempuan yang diperiksa harus tidur dalam posisi tertentu yang tidak nyaman.
“Tentu (metode) seperti itu ada ketakutan dan malu. Kalau yang terbaru ini (self sampling), mereka bisa ambil sampel sendiri,” terang Titis.
Metode self sampling menggunakan bahan medis habis pakai bernama HPV DNA. Alat yang digunakan berupa tabung kecil panjang dengan pegangan yang memudahkan untuk mengambil sampel.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang mengajukan pengadaan 44.700 buah alat self sampling ini ke Kementerian Kesehatan RI. Pemkab Malang juga akan menganggarkan dana untuk belanja alat ini.
Dengan adanya metode dan alat self sampling, diharapkan jumlah perempuan yang menjalani skrining kanker serviks meningkat hingga 70 persen dari target.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























