MALANG, Tugumalang.id – Proyek Upland yang dibesut Kementerian Pertanian RI mulai digalakkan di Kabupaten Malang sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung swasembada. Proyek ini juga didukung oleh Islamic Development Bank (IsDB) dan International Fund for Agricultural Development (IFAD).
Proyek ini dilaksanakan di tiga desa yang ada di dua kecamatan, yakni Desa Pujon Kidul dan Desa Ngabab di Kecamatan Pujon, serta Desa Purworejo Kecamatan Ngantang. Proyek Upland ini memang menyasar pertanian di dataran tinggi yang selama ini kurang mendapatkan perhatian dan bantuan.
Country Director South East Asia and The Pacific, Sub Regional Office IFAD, Hani A Elsadani Salem menjelaskan kerja sama ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan, terutama setelah dampak pandemi COVID-19 yang melanda dunia.
“Komoditas seperti padi, bawang merah, dan ternak semuanya berkontribusi dalam meningkatkan nilai tambah. Dan ini merupakan bagian integral dari upaya ketahanan pangan,” kata Hani saat ditemui di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Kamis (21/11/2024).

Baca Juga: Pemkab Malang Raih Penghargaan Peduli Ketahanan Pangan Tahun 2024
Melalui program ini, IFAD berkomitmen mendukung petani miskin di Indonesia dengan memberikan bantuan langsung dalam berbagai aspek. Mereka juga akan fokus pada peningkatan akses pasar, penyediaan sarana pertanian, serta upaya pengentasan kemiskinan.
“Program ini memiliki dua tujuan utama pertama, meningkatkan ketahanan pangan, dan kedua, meningkatkan penghidupan para petani dan pelaku pertanian lainnya,” tambahnya.
Plt Bupati Malang, Didik Gatot Subroto mengatakan proyek Upland ini telah berlangsung sejak 2021 hingga saat ini. Dampaknya pun telah dirasakan oleh para petani yang ada di tiga desa tempat proyek ini dilaksanakan.
“Program ini mendapat respons positif dari masyarakat, khususnya petani, dan memberikan dampak yang luar biasa. Program ini tidak hanya menguntungkan petani, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di luar sektor pertanian,” kata Didik.
Realisasi kegiatan-kegiatan dalam proyek Upland mulai tahun 2021 sampai dengan tahun 2024 meliputi pembangunan infrastruktur seperti embung, jalan usaha tani, dan irigasi perpipaan. Realisasi lainnya adalah pengadaan alat dan mesin pertanian, serta pengadaan sarana prasaranan produksi.
Baca Juga: Kemhan RI Kunjungi Kabupaten Malang, Tinjau Ketahanan Pangan untuk Program Makan Siang Gratis
Penerima manfaat proyek Upland ini terdiri dari tiga gabungan kelompok tani (gapoktan), 11 kelompok tani (potan), dua kelompok wanita tani (KWT), 1.254 rumah tangga, 1.122 anggota kelompok, dan penerima manfaat tidak langsung sebanyak 2.845 orang yang ada di luar kelompok tani.
Proyek ini fokus pada komoditas bawang merah jenis umbul batu hijau. Di tahun 2023, rata-rata produksi bawang merah di Kabupaten Malang mencapai 10-12 ton/hektare dengan pendapatan berkisar antara Rp230 juta hingga Rp276 juta per hektare. Ini menunjukkan produksi bawang merah di Kabupaten Malang telah meningkat.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Redaktur: jatmiko





























