Pentingnya Wawancara Sebagai Pelengkap, Penyeimbang, dan Pengungkap Fakta

  • Whatsapp
Koordinator Lapangan Tugumalang.id, Sujatmiko, saat mengisi materi terkait wawancara dan penggalian data dalam Tugu Media Goes to Campus, pada Senin (24/05/2021). Foto: tangkapan layar

Tugumalang.id – Dalam materi kedua dari agenda Tugu Media Goes to Campus diisi oleh Koordinator Liputan Tugumalang.id, Sujatmiko. Dia membahas mengenai wawancara dan penggalian data dalam jurnalistik.

Sujatmiko menjelaskan, tujuan wawancara adalah untuk konfirmasi atau penyeimbang, melengkapi data-data yang kurang detil, mendorong narasumber agar berbicara dan mengungkapkan fakta, dan menyambung kesenjangan hubungan narasumber.

“Wawancara itu untuk menghindari hal-hal yang menjadi data tidak lengkap. Ada wawancara langsung dan tidak langsung, bisa lewat WhatsApp, telepon, teknologi maju bisa konfirmasi melalui pesan teks atau chat,” terangnya, dalam Tugu Media Goes to Campus, pada Senin (24/05/2021).

Selain itu, terang Sujatmiko, juga menerangkan jenis-jenis wawancara yang meliputi wawancara berita, pribadi, ekslusif, sambil lalu, jalanan, tertulis dan ‘doorstop’. Terlebih, sebelum wawancara jurnalis perlu menyiapkan topik dan memahami persoalan sebelum wawancara.

“Persiapan wawancara menentukan topik atau masalah, memahami masalah yang ditanyakan, wawancara yang baik dan tidak berangkat dengan kepala kosong. Menyiapkan pertanyaan, menentukan narasumber, membuat janji dengan narasumber,” bebernya.

Sujatmiko juga menegaskan bahwa pelaksanaan wawancara perlu datang tepat waktu, perhatikan penampilan, mengenalkan diri, dan menerangkan maksud kedatangan. Hal itu penting agar narasumber dapat menerima kedatangan jurnalis.

“Pelaksanaan wawancara datang tepat waktu, perhatikan penampilan, kenalkan diri, kemukakan maksud kedatangan, awali dengan menanyakan biodata narasumber, catat, dan jangan terlalu mengandalkan recorder, ajukan pertanyaan ringkas, jadi pendegar yang baik,” sambungnya.

Ketika selesai wawancara, imbuh Sujatmiko, supaya tidak keliru, kita bisa pegang catatan dan berikan pada narasumber untuk menulis nama dan sekalian nomor handphone narasumber. Karena momen itu, seringkali dilewatkan oleh jurnalis.

“Menulis di booknote juga penting, karena mencatat poin penting. Ada teknik coretan, kode itu kita yang tahu. Psikologisnya saat kita mengandalkan tape, kita tidak punya frame untuk membawa berita itu ditulis,” pungkasnya.

Baca Juga  REI dan APERSI Apresiasi Komitmen Pemkot Malang Dorong Pengembang Wajib Serahkan PSU

Tugu Media Group yang membawahi Tugujatim.id dan Tugumalang.id bekerja sama dengan PT Paragon Technology and Innovation yang merupakan pabrik kosmetik berlabel halal terbesar di Indonesia—meliputi produk Wardah, Emina, Make Over, Putri, dan Kahf, membangun program pelatihan jurnalistik dan fotografi bernama ‘Tugu Media Goes to Campus’.

Tugu Media Goes to Campus kali ini digelar di 4 perguruan tinggi negeri (PTN) di Kota Surabaya, seperti Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, dan UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya yang diikuti lebih dari 725 peserta.

Reporter: Rangga Aji

Editor: Lizya Kristanti

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *