Jumat, Oktober 16, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Tugu Sehat

Pengobatan Alternatif Semakin Populer, Tapi Amankah?

Redaksi by Redaksi
April 8, 2025 10:16 am
in Tugu Sehat
Pengobatan alternatif

Akupuntur, salah satu pengobatan alternatif yang dipilih pasien untuk menyembuhkan penyakit (Pinterest/ North Toronto Health)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Malang, Tugumalang.id — Pengobatan alternatif semakin populer di kalangan masyarakat Indonesia. Metode ini mencakup berbagai praktik penyembuhan di luar pengobatan medis konvensional, seperti penggunaan obat herbal, akupuntur, pijat refleksi, bekam, hingga teknik penyembuhan tradisional lainnya.

Banyak orang memilih pengobatan alternatif karena dianggap lebih alami, minim efek samping, serta telah menjadi bagian dari budaya turun-temurun. Namun, di balik klaim manfaatnya, pengobatan alternatif juga menyimpan risiko jika tidak dilakukan dengan tepat.

READ ALSO

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Mengapa Pengobatan Alternatif Diminati?

Salah satu alasan utama masyarakat beralih ke pengobatan alternatif adalah kepercayaan bahwa metode ini lebih “ramah” bagi tubuh dan tidak menimbulkan efek samping seperti obat-obatan kimia.

Dalam kasus tertentu, seperti nyeri kronis, gangguan tidur, masalah pencernaan, hipertensi, hingga gangguan saraf, pengobatan alternatif sering dijadikan pilihan kedua saat pengobatan medis belum memberikan hasil maksimal.

Obat Herbal: Alami, tapi Perlu Hati-Hati

Obat herbal menjadi bentuk pengobatan alternatif yang paling banyak digunakan. Menurut data Alodokter tahun 2024, sekitar 45% masyarakat Indonesia lebih memilih obat herbal untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan.

Bahan-bahan seperti jahe, temulawak, daun sirsak, kunyit, dan akar alang-alang sering digunakan karena dianggap memiliki khasiat penyembuhan.

Baca juga: 9 Macam Minyak Atsiri untuk Pengobatan Alternatif

Namun, penggunaan obat herbal tidak selalu aman. Konsumsi bersamaan dengan obat medis bisa menimbulkan efek samping berbahaya.

Oleh karena itu, penting untuk memeriksa kandungan bahan serta memastikan produk telah terdaftar di BPOM sebelum mengonsumsinya.

Akupuntur: Teknik Tradisional yang Perlu Pengawasan

Akupuntur adalah metode pengobatan dari Tiongkok yang telah digunakan selama ribuan tahun. Teknik ini dilakukan dengan menusukkan jarum kecil ke titik-titik tertentu di tubuh untuk melancarkan aliran energi atau chi. Meski terkesan aman, akupuntur tidak boleh dilakukan sembarangan.

National Library of Medicine menyebutkan bahwa akupuntur tidak dianjurkan bagi penderita gangguan jantung yang menggunakan alat pacu jantung, atau bagi ibu hamil karena bisa memicu komplikasi.

Pijat Refleksi: Populer tapi Berisiko

Pijat refleksi juga menjadi pilihan favorit dalam pengobatan alternatif. Metode ini melibatkan penekanan pada titik-titik refleksi di kaki, tangan, atau telinga yang diyakini berhubungan dengan organ dalam.

Banyak orang mengandalkannya untuk mengurangi stres, memperlancar peredaran darah, dan relaksasi.

Namun, seperti metode lainnya, pijat refleksi tetap menyimpan risiko jika tidak dilakukan oleh terapis profesional.

Efek samping bisa terjadi jika penekanan dilakukan pada area yang salah, terutama bagi penderita penyakit tertentu.

Jangan mudah percaya bahwa pijat refleksi bisa menyembuhkan penyakit secara total tanpa dukungan medis.

Perlukah Konsultasi Medis Sebelum Mencoba?

Meskipun pengobatan alternatif menawarkan pendekatan alami dan holistik, penting bagi pasien untuk tetap mengutamakan keselamatan. Konsultasi dengan tenaga medis profesional sangat dianjurkan sebelum mencoba metode alternatif, apalagi jika sedang menjalani pengobatan medis.

Beberapa bahan herbal diketahui dapat berinteraksi dengan obat tertentu dan menyebabkan efek samping serius.

Kesimpulan: Bijak Memilih Pengobatan

Pengobatan alternatif bisa menjadi solusi pendamping dalam proses penyembuhan, terutama bagi mereka yang menginginkan pendekatan alami. Namun, tanpa pengawasan dan informasi yang cukup, metode ini bisa berubah menjadi ancaman bagi kesehatan.

Bijak dalam memilih metode pengobatan dan selalu mengutamakan konsultasi medis adalah langkah terbaik untuk menjaga keselamatan dan efektivitas penyembuhan.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Hailatun Nada Salsabila/Magang
redaktur: jatmiko

Tags: akupunturmanfaat pengobatan alternatifobat herbalpengobatan alternatifpengobatan alternatif di Indonesiapengobatan tradisionalpijat refleksirisiko akupuntur untuk kesehatanrisiko pengobatan alternatif

Related Posts

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit
Tugu Sehat

8 Manfaat Kimpul untuk Kesehatan, dari Pencernaan hingga Kulit

Rabu, 14 Okt 2026
Akademisi UMM Ungkap Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru
Tugu Sehat

Bahaya Asap Karhutla bagi Paru-Paru, Akademisi UMM Ungkap Risikonya

Senin, 31 Agu 2026
Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat Jadi Kunci Hidup Sehat
Advertorial

Ahli Gizi Ungkap Manfaat Jalan Kaki dan Pola Makan Sehat

Jumat, 14 Agu 2026
Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas
Tugu Sehat

Nikotin dalam Tembakau, Zat Adiktif yang Membuat Tubuh Sulit Lepas

Jumat, 14 Agu 2026
7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C
Tugu Sehat

7 Manfaat Singkong untuk Kesehatan, Ada Serat dan Vitamin C

Senin, 10 Agu 2026
Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi
Tugu Sehat

Terlalu Sering Rebahan Tingkatkan Risiko Diabetes hingga Hipertensi

Rabu, 5 Agu 2026
Next Post
Wali Kota Malang

Rayakan HUT ke-111, Wali Kota Malang Serukan Kolaborasi untuk Kota Berdaya Saing

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.