Tugumalang.id – Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat akan menertibkan bangunan liar yang berdiri di atas saluran air di Kota Malang. Personel Satpol PP, DPUPR-PKP hingga Disnaker PMPTSP Kota Malang telah dikerahkan untuk menyisir bangunan liar itu pasca Kota Malang dilanda banjir beberapa waktu lalu.
BPBD Kota Malang mencatat, 39 ruas jalan dan permukiman tergenang banjir saat hujan lebat melanda pada Kamis (4/12/2025) lalu. Belasan rumah rusak diterjang banjir itu.
Baca Juga: Sosok Hj Hanik Andriani Wahyu Hidayat, Istri Wali Kota Malang yang Baru Saja Berpulang: Profil dan Kenangan
Wahyu Hidayat mengatakan bahwa bangunan bangunan liar yang berdiri di atas saluran air tengah diinventarisir. Tim dari dinas dinas terkait mulai dari Satpol PP, Disnaker-PMPTSP hingga DPUPR-PKP Kota Malang telah dikerahkan.
“Saya sudah minta Satpol PP, perizinan dan DPUPR-PKP untuk menginventaris semua bangunan yang ada di atas saluran air,” ucapnya.
Ia melihat banyak bangunan mulai dari permukiman hingga tempat usaha yang tak semestinya didirikan di atas saluran air. Bahkan sudah ada sejak puluhan tahun. Terutama di titik titik banjir yang telah ditinjau.
Baca Juga: Wahyu Hidayat Bertemu Abah Anton, Bahas Masa Depan Kota Malang
“Saluran air itu, kalau tak dijaga ya pasti tetap akan terus banjir. Jadi bangunan bangunan ini kami inventarisir. Kami akan lihat status tanahnya hingga perizinannya. Kami akan ingatkan mereka,” kata dia.
Wahyu menegaskan bahwa bangunan bangunan liar yang didirikan di atas saluran air akan merugikan masyarakat. Sudah banyak kejadian yang menurutnya memang karena tak ada kesadaran masyarakat.
“Yang kena masyarakat sendiri. Contohnya udah banyak, konstruksi bolong, kamar mandi hilang ternyata itu di atas saluran air,” ungkapnya.
Selain penertiban bangunan liar di atas saluran air, Wahyu juga memerintahkan seluruh perangkat di tingkat RT RW, Lurah dan Camat untuk menggencarkan kerja bakti pembersihan sedimen saluran air di wilayah masing masing.
“Saya udah perintahkan lurah, camat, RT RW kerja bakti masal untuk mengurangi banjir. Karena prediksi curah hujan tinggi masih akan terjadi di Kota Malang,” tuturnya.
Ia juga menyoroti banyaknya temuan sampah di berbagai titik saluran air Kota Malang. Padahal menurutnya, Pemkot sudah melakukan perawatan, normalisasi bahkan pembangunan drainase baru tetapi banyak yang tersumbat sampah.
“Saat sidak di beberapa lokasi, banyak sampah botol botol sampai kasur. Sampah di satu titik di Dinoyo saja, itu sampai 4 truk,” bebernya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























