MALANG, Tugumalang.id – Pemkab Malang melalui Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Malang menargetkan distribusi beras murah sebanyak 7 ribu ton. Hingga saat ini, distribusi baru tercapai 55 persen atau 3.887 ton.
Distribusi beras dengan harga Rp11 ribu per kilogram ini dilaksanakan melalui program Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini dilaksanakan secara merata di 33 kecamatan di Kabupaten Malang.
“Penyaluran melalui GPM ini sudah kamu lakukan sejak Januari, tapi baru masif di dua bulan terakhir,” ujar Kepala DKP Kabupaten Malang, Mahila Surya Dewi di sela gelaran GPM di Pendopo Kecamatan Karangploso, Selasa (23/9/2025).
Baca Juga: Pemkab Malang Salurkan 1.493 Ton Beras Murah Lewat Gerakan Pangan Murah

Pada hari ini, GPM dilaksanakan serentak di 33 kecamatan di Kabupaten Malang. Setiap kecamatan menyalurkan satu ton beras sehingga dalam satu hari sebanyak 33 ton beras telah disalurkan.
Mahila menyebut, GPM digelar setiap minggu di masing-masing kecamatan. Setiap kali digelar, setidaknya satu ton beras tersalurkan.
“Kami pernah distribusi dua ton hingga tiga ton dalam satu kecamatan,” kata Mahila.
Baca Juga: Pemkab Malang Usulkan Penambahan 4 SLB Negeri ke Pemprov Jatim
Pelaksanaan GPM juga didukung oleh Polres Malang dan Kodim 0818 Malang-Batu. Kedua instansi ini juga masif menggelar GPM di wilayah hukum masing-masing.
Masyarakat sangat antusias membeli beras murah yang disalurkan di program GPM. Di pasaran, satu kilogram beras masih dibanderol di harga Rp12.500. Sementara mereka bisa mendapatkan beras dengan harga Rp11 ribu per kilogram di GPM.
“Di kegiatan hari ini, satu jam beras sudah ludes,” ujar Mahila.
DKP Kabupaten Malang juga memberikan pengawasan agar masyarakat tidak memanfaatkan program ini untuk menjual kembali beras dengan harga mahal. Meski tidak ada pembatasan jumlah beras yang bisa dibeli, pihaknya tetap mewaspadai pembelian beras lebih dari 10 sak atau 50 kilogram.
Menurut Mahila, pembelian di bawah 10 sak masih wajar untuk konsumsi rumah tangga. Pembelian lebih dari itu patut diwaspadai agar beras tidak dijual lagi.
“Kami sudah memberi edukasi pada kasir untuk memantau pembelian yang berlebihan,” kata Mahila.
GPM kali ini digelar secara serentak di Jawa Timur ini diinisiasi oleh berbagai pihak, termasuk Pemprov Jatim, Polda Jatim, Bulog, serta pemerintah daerah kota/kabupaten. Program ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan pangan pokok dan menjaga stabilitas harga di pasar.
Melalui GPM, masyarakat bisa mendapatkan beras, minyak goreng, gula, dan berbagai komoditas lainnya dengan harga terjangkau. Program ini diselenggarakan secara berkelanjutan di sejumlah wilayah Jawa Timur, di antaranya Sidoarjo, Kediri, Surabaya, Malang, Jombang, dan Pasuruan, dengan dukungan kolaborasi dari pemerintah daerah, kepolisian, petani, dan instansi terkait.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























