Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Bahas Aturan dan Tata Tertib, Pegiat Bantengan dari Seluruh Kabupaten Malang Ikuti Workshop

Redaksi by Redaksi
Juni 8, 2024 5:51 pm
in News
Puluhan pegiat bantengan dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang hadiri Workshop Bantengan. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Puluhan pegiat bantengan dari 33 kecamatan di Kabupaten Malang hadiri Workshop Bantengan. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Untuk pertama kalinya, Workshop Bantengan yang dihadiri oleh para pegiat bantengan di seluruh Kabupaten Malang digelar. Workshop ini membahas esensi, keluhan, serta rekomendasi berkaitan dengan praktik kesenian bantengan yang saat ini semakin merajalela.

Workshop Bantengan yang digelar di Pendopo Panji Kabupaten Malang, pada Sabtu (8/6/2024) ini dibuka langsung oleh Bupati Malang, Sanusi. Workshop akan berlangsung selama dua hari hingga Minggu (9/6/2024).

READ ALSO

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Di dalam sambutannya, Sanusi mengatakan dirinya berharap akan ada pola bantengan di Kabupaten Malang yang muncul dari workshop ini. Dalam pelaksanaannya, kesenian bantengan harus bisa menghibur masyarakat, bukannya menggangu dan meresahkan.

Baca Juga: Ganjar Pranowo Terharu Disambut 1.000 Bantengan di Tengah Hujan di Kota Malang

“Cara bermainnya nanti diupayakan tidak menjadi gangguan, apalagi sound horeg yang (dimainkan) di kampung bisa menimbulkan persoalan,” kata Sanusi.

Ia mengusulkan agar kesenian bantengan yang menggunakan sound horeg bisa digelar di tempat yang lebih memadai, seperti Pantai Balekambang. “Itu walaupun sound systemnya sampai 5 ribu Watt tidak masalah karena di sana tidak ada penghuni,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Purwoto menjadi pembicara bersama para budayawan. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Purwoto menjadi pembicara bersama para budayawan. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Ia juga menyoroti waktu pelaksanaan kesenian bantengan yang bisa mencapai dini hari. Menurutnya, ini juga bisa mengganggu masyarakat, khususnya jika digelar di perkampungan yang padat penduduk.

Baca Juga: Polisi Siapkan Pengamanan Kegiatan Harlah Muslimat NU dan 1000 Bantengan di Kota Malang

“Maka dari workshop ini nanti dicari formula agar ke depannya bantengan ini benar-benar akan menjadi hiburan dan tontonan di masyarakat,” ujar Sanusi.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Purwoto menambahkan dalam workshop ini ada banyak keluhan yang disampaikan peserta. Ia berharap keluhan serta aspirasi yang dikemukakan di workshop ini bisa menjadi dasar untuk membuat aturan bagi pegiat bantengan.

“Kesepakatan dan rekomendasi yang dihasilkan di workshop ini nanti dibawa ke kami dan akan kami laporkan ke pimpinan (Bupati Malang). Apakah aturannya dalam bentuk surat edaran, Perbup, atau naik ke Perda, nanti kami bicarakan lagi,” tutur Purwoto saat ditemui di sela acara workshop.

Keluhan yang disampaikan peserta di antaranya adalah waktu bermain yang terlalu malam. Apalagi saat ini marak bantengan dengan pemain yang masih berusia pelajar. Akibat kelelahan, mereka bolos sekolah.

Keluhan lainnya berkaitan dengan penggunaan musik DJ dan hadirnya perempuan seksi yang dinilai tak sesuai dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat. Tak ketinggalan, ada juga keluhan tentang konsumsi minuman keras yang dilakukan oleh seniman bantengan.

Purwoto mengatakan perlu adanya aturan yang disepakati ole para pegiatn bantengan. Ini dilakukan agar kesenian bantengan bisa diterima seluruh masyarakat dan tidak menimbulkan stigma negatif.

“Kalau diskusi antartokoh bantengan itu sudah sering. Tapi kalau yang kumpul hanya beberapa orang kan tidak bisa. Makanya saya minta gimana caranya bisa dikumpulkan tokoh-tokoh bantengan di 33 kecamatan,” ujar Purwoto.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri

Editor: Herlianto. A

Tags: Aturan BantenganBantengankabupaten malangPegiat Bantengan

Related Posts

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut
News

DPRD Kota Malang Dorong Regulasi Penataan Kabel Semrawut

Senin, 12 Okt 2026
DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis
News

DPRD Kabupaten Malang Temukan Masalah Penyerahan PSU Perumahan di Pakis

Senin, 12 Okt 2026
KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi
News

KH Marzuqi Mustamar Mengaku Batal Umrah karena Tak Diizinkan Masuk Arab Saudi

Minggu, 11 Okt 2026
Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu
News

Korban Kapal Virgo Transport 8 Asal Malang Dimakamkan Setelah 4 Minggu

Minggu, 11 Okt 2026
Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat
News

Ketum PPI Dukung Tagline Baru Polri Polisi Bersama Masyarakat

Minggu, 11 Okt 2026
Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan
News

Konsumsi BBM Malang 720 Kiloliter per Hari, Pertamina Tambah Distribusi Akhir Pekan

Sabtu, 10 Okt 2026
Next Post
Penyerahan anugrah pemenang Cipta Maskot KPU Kota Malang. (Foto/M Sholeh)

Lewat Sayembara, KPU Kota Malang Gunakan Maskot Karakter Topeng Malangan untuk Pilkada 2024

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.