Malang, Tugumalang.id – Desakan DPRD Kabupaten Malang agar Pemkab Malang menghentikan pasokan air bersih ke Kota Malang mendapat respons dari Direktur Utama Perumda Tugu Tirta, Priyo Sudibyo. Menurutnya, kemungkinan penghentian tersebut sangat kecil terjadi.
DPRD Kabupaten Malang menilai harga jual air baku ke Kota Malang saat ini terlalu murah, sehingga meminta pemerintah kabupaten meninjau ulang, bahkan menghentikan aliran pasokan jika diperlukan. Namun, Priyo optimistis bahwa kerja sama antarwilayah tetap akan berjalan demi kepentingan masyarakat Malang Raya.
“Saya sangat yakin tidak akan ada penyetopan. Kami ini sahabat, dan ini semua untuk kemaslahatan masyarakat Malang Raya,” ujar Priyo saat dikonfirmasi pada Rabu (25/6/2025).
Priyo enggan berkomentar banyak terkait desakan tersebut. Ia menduga ada kesalahpahaman terhadap pernyataan yang berkembang dari DPRD Kabupaten Malang. Terlebih, dia mengaku memiliki hubungan baik dengan beberapa anggota dewan yang terlibat.
“Bisa jadi ini hanya salah tafsir. Saya juga kenal baik dengan teman-teman DPRD di Kabupaten Malang,” tambahnya.
Baca juga: Pipa Perumda Tugu Tirta Jebol, Pasokan Air ke Kota Malang Mengecil
Hingga saat ini, distribusi air baku dari wilayah Kabupaten Malang masih menjadi andalan suplai utama untuk kebutuhan air bersih di Kota Malang. Priyo memastikan pihaknya akan terus menjaga komunikasi dan koordinasi agar pelayanan air tetap berjalan optimal.
Sebagaimana diketahui, Kabupaten Malang selama ini telah menyuplai air bersih ke Kota Malang yang kemudian dikelola Perumda Tugu Tirta Kota Malang. Namun kerjasama itu dinilai tak memberikan dampak besar terhadap pendapatan Kabupaten Malang.
Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok mengungkap harga beli air bersih di Sumber Wendit hanya Rp 200 per meter kubik. Lalu di Sumber Pitu hanya Rp 150. Pembelian itu kemudian dijual ke masyarakat Kota Malang seharga Rp 3.400 untuk rumah tangga hingga Rp 14.300 untuk industri.
“Jadi wajar kalau kami minta kenaikan. Karena di Kota Malang, air ini di jual mahal ke warga hingga 17 kali lipat dari harga beli. Semisal itu dijual murah saya kira tidak masalah,” ujar Zulham, Selasa (24/6/2025).
Adapun nilai kompensasi untuk Sumber Wendit dari Kota Malang sebesar Rp 8 milyar per tahun. Sementara di Sumber Pitu senilai Rp 1,3 milyar.
Zulham mengatakan, ada banyak sumber air di Kabupaten Malang yang dimanfaatkan untuk menyuplai kebutuhan di Kota Malang. Sementara di Kabupaten Malang sendiri ada banyak desa kekurangan air bersih bahkan mengalami kekeringan.
“Sudah waktunya Pemkot Malang mandiri dan tidak menyusu ke Kabupaten Malang, terutama dalam pemenuhan hajat hidup warganya sendiri. Bisa dicontoh Kota Surabaya yang mengolah air sungai jadi air PAM,” kata Zulham.
Baca juga: Pasokan Air Bersih ke Kota Malang Akan Distop?
Melihat kondisi ini, Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji menghargai keprihatinan DPRD Kabupaten Malang terkait kompensasi pasokan air tersebut. Namun dia menegaskan penyelesaian persoalan ini harus tetap mengutamakan dialog dan tidak merugikan hak dasar masyarakat.
“Jika skema harga yang berjalan saat ini tidak melanggar aturan nasional, maka penyelesaiannya harus melalui dialog yang adil. Bukan dengan penghentian sepihak yang berpotensi merugikan masyarakat,” tegasnya, Rabu (25/6/2025).
Bayu menyatakan bahwa DPRD Kota Malang membuka ruang untuk melakukan evaluasi bersama mengenai tarif tersebut. Mengingat, kerjasama soal pasokan air antara Kabupaten Malang dan Kota Malang yang dahulu difasilitasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu akan berakhir di tahun 2025 ini.
Pihaknya juga telah berkomunikasi dengan Perumda Tugu Tirta Kota Malang untuk membahas permasalahan ini.
Sejauh ini, dia memandang bahwa kinerja PDAM Kota Malang memang sudah berjalan dengan baik. Bahkan ada kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang setiap tahunnya.
“Profit tahun 2024 kalau gak salah antara 40-45 milyar. Itu yang 55 persennya masuk ke kas daerah. Sisanya ke PDAM untuk pengembangan,” urainya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
redaktur: jatmiko





























