Jumat, Agustus 28, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Pasar Buku Wilis dan Velodrom Sepi Pembeli, 70 Persen Pelapak Milih Tutup

Redaksi by Redaksi
November 6, 2023 1:38 pm
in News
Pedagang buku di Pasar Buku Velodrom, Kota Malang menata dagangan

Kondisi Pasar Buku Velodrom, Kota Malang yang sepi pengunjung. (Foto/M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Pedagang buku di Pasar Buku Wilis dan Pasar Buku Velodrom Kota Malang keluhkan sepinya pembeli. Hal itu ditengarai akibat dampak perubahan gaya hidup masyarakat pasca pandemi yang lebih suka belanja secara online dari pada datang langsung ke lapak pasar.

Terpantau, kondisi Pasar Buku Wilis maupun Pasar Buku Velodrom tampak tak banyak didatangi pengunjung. Tak ada hiruk pikuk pengunjung yang hilir mudik ataupun memilah milah buku di lapak-lapak pedagang.

READ ALSO

Unisma dan Wali Kota Malang Lepas 60 Biker NU ke Muktamar di Jombang

Pelawak Topan Srimulat Meninggal Dunia, Sempat Keluhkan Sakit Perut

Salah satu pedagang di Pasar Buku Velodrom, Sanda Oki, mengaku bahwa kondisi sepinya pengunjung pasar buku tersebut belum kunjung membaik pasca pandemi mereda. Alhasil, penjualan buku para pedagang ikut sepi.

Baca Juga: Bobol Indomaret di Bululawang, Pria Paruh Baya Diringkus Polisi

“Sehari bisa laku saja sudah syukur, kadang lakunya 1-5 buku, kadang tak ada pelaris sama sekali,” ungkapnya.

Bahkan dikatakan, saat ini banyak lapak-lapak pedagang di Pasar Buku Velodrom yang tutup alias tak buka lagi. Tinggal 30 persen pedagang yang bertahan, 70 persen sisanya tutup. Kini, kata Sanda, tinggal sekitar 50 pedagang yang bertahan di pasar buku bekas tersebut.

“Banyak pedagang yang beralih profesi, ya karena sudah sepi. Kalah sama kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Pedagang buku di Pasar Buku Velodrom, Kota Malang menata dagangan.
Pedagang buku di Pasar Buku Velodrom, Kota Malang menata dagangan. (Foto/M Sholeh)

“Kalau saya bertahan karena hanya ini satu-satunya sumber mata pencaharian saya,” imbuh Sanda yang sudah berdagang sejak 2008 lalu.

Gaya Hidup Online Diduga Jadi Penyebabnya

Sanda menilai bahwa sepinya Pasar Buku Velodrom lantaran gaya hidup masyarakat yang sudah berubah pasca pandemi. Menurutnya, masyarakat saat ini lebih suka tinggal di rumah dan berbelanja melalui online.

“Orang kan sekarang jarang ke luar, belinya sekarang online. Belinya hanya yang diperlukan, dulu kan orang datang misal cari buku tentang ini tapi kalau ditawari buku lain yang relevan masih mau,” bebernya.

Baca Juga: 5 Sikap Menghadapi Pertengkaran dengan Pasangan, Kamu Wajib Tahu!

Tak hanya itu, dia juga menilai bahwa sering berubahnya kurikulum pembelajaran yang ditetapkan pemerintah membuat buku buku pelajaran sekolah di Pasar Buku Velodrom tak laku. “Kalau lama nggak laku ya dikilokan (dijual) di pasar loak,” ujarnya.

“Harapan kami ya pemerintah bisa membantu kami dengan menghadirkan event event yang brrmanfaat bagi pedagang,” lanjutnya.

Berharap Pemerintah Gelar Banyak Event

Menurutnya, para pedagang di Pasar Buku Velodrom saat ini hanya mengandalkan event pameran buku rutin yang digelar di sekitar pasar setiap hari Minggu. “Harapan kami ya tinggal itu. Karena ramainya ya saat ada pameran itu,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasar Buku Wilis, Muharto menyampaikan kondisi Pasar Buku Wilis juga sepi pembeli sejak pandemi. Tak banyak pengunjung yang datang meski pandemi telah mereda.

“Kondisi pasar sekarang ya bisa dilihat sendiri, sepi. Di sini ramainya ya saat ajaran baru kayak musim siswa baru atau mahasiswa baru,” tuturnya.

Sepinya pengunjung di Pasar Buku Wilis menurutnya juga disebabkan karena gaya hidup masyarakat yang telah berubah pasca pandemi. Masyarakat saat ini, kata Muharto, lebih suka berbelanja online.

“Masyarakat saat ini arahnya kan sudah digitalisasi, jadi mereka banyak yang beli secara online. Apalagi juga banyak e-book yang bisa didapat dengan mudah di internet,” paparnya.

Menurutnya, saat ini ada sekitar 68 pedagang buku yang ada di Pasar Buku Wilis. Dikatakan, lebih dari 50 persen pedagang sudah mulai melakukan penjualan buku secara online untuk menunjang sepinya pembeli di lapak lapak pasar.

“Jadi saat ini kami juga harus pandai-pandai jualan untuk menyambung hidup. Misalnya, jualan juga di marketplace. Ini 50 persen lebih pedagang sudah berjualan online,” imbuhnya.

Kini, Pasar Buku Wilis yang sedang proses perbaikan secara bertahap itu diharapkan mampu membangkitkan kunjungan pasar. “Mudah mudahan setelah revitalisasi ini, pasar semakin indah dan penjungjung mulai banyak lagi,” ujarnya.

“Kami juga berharap pemerintah membantu meramaikan Pasar Buku Wilis, misalnya dengan event-event yang bisa mendatangkan pengunjung,” tandasnya.

Reporter: M Sholeh

Editor: Herlianto. A

Tags: bukuHeadlinepasar bukuPasar Buku Velodrompasar buku wilis

Related Posts

Unisma dan Wali Kota Malang Lepas 60 Biker NU ke Muktamar di Jombang
News

Unisma dan Wali Kota Malang Lepas 60 Biker NU ke Muktamar di Jombang

Jumat, 28 Agu 2026
Topan Srimulat Meninggal Dunia, Sempat Keluhkan Sakit Perut
News

Pelawak Topan Srimulat Meninggal Dunia, Sempat Keluhkan Sakit Perut

Jumat, 28 Agu 2026
Savic Ali Dorong Pemimpin NU Visioner dan Responsif terhadap Perubahan
News

Savic Ali Dorong Pemimpin NU Visioner dan Responsif terhadap Perubahan

Jumat, 28 Agu 2026
Muktamar NU Mulai Bahas Tata Tertib Pemilihan Ketum PBNU
News

Muktamar NU Mulai Bahas Tata Tertib Pemilihan Ketum PBNU

Jumat, 28 Agu 2026
Fakta Menarik Muktamar NU ke-35 di Jombang, Kembali ke Tanah Kelahiran
News

Fakta Menarik Muktamar NU ke-35 di Jombang, Kembali ke Tanah Kelahiran

Jumat, 28 Agu 2026
Truk Damkar Terguling di Oro-Oro Ombo, Lima Orang Luka-Luka
News

Truk Damkar Terguling di Oro-Oro Ombo, Lima Orang Luka-Luka

Jumat, 28 Agu 2026
Next Post
IPPNU Hong Kong

Ketua IPPNU Lantik Kepengurusan PCI IPPNU Hong Kong

BERITA POPULER

  • Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    Meriah Hingga Akhir Bulan, Jadwal Karnaval Malang Raya 26 -31 Agustus 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 08272026 2
Iklantm 08272026 1
17 Iklan HUT RI UIN Mlg.jpg
Iklantm 08172026 Pemkab
13 Iklan HUT RI BPJS2.jpg
12 Iklan HUT RI UM.jpg
07 Iklan HUT RI Prokopim Batu.jpg
Backdrop Kemerdekaan 434x390 Cm 1
Ucapan HUTRI2
HUTRI81 PKB 90X100.jpg
15 Iklan HUT RI PKS.jpg
16 Iklan HUT RI DPMPTSP Kota Batu.jpg
11 Iklan HUT RI Perumdam Among Tirto.jpg
06 Iklan HUT RI Dishub Kota Batu.jpg
08 Iklan HUT RI Satpol PP Batu.jpg
10 Iklan HUT RI Dinas Pendidikan Batu.jpg
14 Iklan HUT RI Dinas Perpus Batu.jpg
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.