Tuesday, July 7, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home News

Pasar Buku Wilis dan Velodrom Sepi Pembeli, 70 Persen Pelapak Milih Tutup

Redaksi by Redaksi
November 6, 2023 1:38 pm
in News
Pedagang buku di Pasar Buku Velodrom, Kota Malang menata dagangan

Kondisi Pasar Buku Velodrom, Kota Malang yang sepi pengunjung. (Foto/M Sholeh)

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Pedagang buku di Pasar Buku Wilis dan Pasar Buku Velodrom Kota Malang keluhkan sepinya pembeli. Hal itu ditengarai akibat dampak perubahan gaya hidup masyarakat pasca pandemi yang lebih suka belanja secara online dari pada datang langsung ke lapak pasar.

Terpantau, kondisi Pasar Buku Wilis maupun Pasar Buku Velodrom tampak tak banyak didatangi pengunjung. Tak ada hiruk pikuk pengunjung yang hilir mudik ataupun memilah milah buku di lapak-lapak pedagang.

READ ALSO

Menko Yusril: Keberadaan LGBT Bisa Rusak Sendi Etika Kebangsaan

Coach Fahmi Soroti Arah Bangsa Menuju 100 Tahun Indonesia Merdeka

Salah satu pedagang di Pasar Buku Velodrom, Sanda Oki, mengaku bahwa kondisi sepinya pengunjung pasar buku tersebut belum kunjung membaik pasca pandemi mereda. Alhasil, penjualan buku para pedagang ikut sepi.

Baca Juga: Bobol Indomaret di Bululawang, Pria Paruh Baya Diringkus Polisi

“Sehari bisa laku saja sudah syukur, kadang lakunya 1-5 buku, kadang tak ada pelaris sama sekali,” ungkapnya.

Bahkan dikatakan, saat ini banyak lapak-lapak pedagang di Pasar Buku Velodrom yang tutup alias tak buka lagi. Tinggal 30 persen pedagang yang bertahan, 70 persen sisanya tutup. Kini, kata Sanda, tinggal sekitar 50 pedagang yang bertahan di pasar buku bekas tersebut.

“Banyak pedagang yang beralih profesi, ya karena sudah sepi. Kalah sama kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

Pedagang buku di Pasar Buku Velodrom, Kota Malang menata dagangan.
Pedagang buku di Pasar Buku Velodrom, Kota Malang menata dagangan. (Foto/M Sholeh)

“Kalau saya bertahan karena hanya ini satu-satunya sumber mata pencaharian saya,” imbuh Sanda yang sudah berdagang sejak 2008 lalu.

Gaya Hidup Online Diduga Jadi Penyebabnya

Sanda menilai bahwa sepinya Pasar Buku Velodrom lantaran gaya hidup masyarakat yang sudah berubah pasca pandemi. Menurutnya, masyarakat saat ini lebih suka tinggal di rumah dan berbelanja melalui online.

“Orang kan sekarang jarang ke luar, belinya sekarang online. Belinya hanya yang diperlukan, dulu kan orang datang misal cari buku tentang ini tapi kalau ditawari buku lain yang relevan masih mau,” bebernya.

Baca Juga: 5 Sikap Menghadapi Pertengkaran dengan Pasangan, Kamu Wajib Tahu!

Tak hanya itu, dia juga menilai bahwa sering berubahnya kurikulum pembelajaran yang ditetapkan pemerintah membuat buku buku pelajaran sekolah di Pasar Buku Velodrom tak laku. “Kalau lama nggak laku ya dikilokan (dijual) di pasar loak,” ujarnya.

“Harapan kami ya pemerintah bisa membantu kami dengan menghadirkan event event yang brrmanfaat bagi pedagang,” lanjutnya.

Berharap Pemerintah Gelar Banyak Event

Menurutnya, para pedagang di Pasar Buku Velodrom saat ini hanya mengandalkan event pameran buku rutin yang digelar di sekitar pasar setiap hari Minggu. “Harapan kami ya tinggal itu. Karena ramainya ya saat ada pameran itu,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasar Buku Wilis, Muharto menyampaikan kondisi Pasar Buku Wilis juga sepi pembeli sejak pandemi. Tak banyak pengunjung yang datang meski pandemi telah mereda.

“Kondisi pasar sekarang ya bisa dilihat sendiri, sepi. Di sini ramainya ya saat ajaran baru kayak musim siswa baru atau mahasiswa baru,” tuturnya.

Sepinya pengunjung di Pasar Buku Wilis menurutnya juga disebabkan karena gaya hidup masyarakat yang telah berubah pasca pandemi. Masyarakat saat ini, kata Muharto, lebih suka berbelanja online.

“Masyarakat saat ini arahnya kan sudah digitalisasi, jadi mereka banyak yang beli secara online. Apalagi juga banyak e-book yang bisa didapat dengan mudah di internet,” paparnya.

Menurutnya, saat ini ada sekitar 68 pedagang buku yang ada di Pasar Buku Wilis. Dikatakan, lebih dari 50 persen pedagang sudah mulai melakukan penjualan buku secara online untuk menunjang sepinya pembeli di lapak lapak pasar.

“Jadi saat ini kami juga harus pandai-pandai jualan untuk menyambung hidup. Misalnya, jualan juga di marketplace. Ini 50 persen lebih pedagang sudah berjualan online,” imbuhnya.

Kini, Pasar Buku Wilis yang sedang proses perbaikan secara bertahap itu diharapkan mampu membangkitkan kunjungan pasar. “Mudah mudahan setelah revitalisasi ini, pasar semakin indah dan penjungjung mulai banyak lagi,” ujarnya.

“Kami juga berharap pemerintah membantu meramaikan Pasar Buku Wilis, misalnya dengan event-event yang bisa mendatangkan pengunjung,” tandasnya.

Reporter: M Sholeh

Editor: Herlianto. A

Tags: bukuHeadlinepasar bukuPasar Buku Velodrompasar buku wilis

Related Posts

Menko Yusril: Keberadaan LGBT Bisa Rusak Sendi Etika Kebangsaan
News

Menko Yusril: Keberadaan LGBT Bisa Rusak Sendi Etika Kebangsaan

Tuesday, 7 Jul 2026
Coach Fahmi
News

Coach Fahmi Soroti Arah Bangsa Menuju 100 Tahun Indonesia Merdeka

Monday, 6 Jul 2026
KONI Kabupaten Malang Bidik Runner-up Porprov Jatim 2027
News

KONI Kabupaten Malang Bidik Runner-up Porprov Jatim 2027

Monday, 6 Jul 2026
Prakiraan Cuaca Kota Malang Senin 6 Juli 2026: Didominasi Udara Kabur
News

Prakiraan Cuaca Kota Malang Senin 6 Juli 2026: Didominasi Udara Kabur

Monday, 6 Jul 2026
Cerita Tour Leader Chatour Travel, Yayuk Gendis rasakan 12 hari mendampingi jemaah menjalankan ibadah umrah yang penuh makna. /Foto: Dok. Chatour Travel.
News

Cerita Tour Leader (TL) Chatour Travel asal Kaltara: Chemistry dengan Jemaah yang Kuat hingga Pertolongan Allah SWT yang Nyata

Monday, 6 Jul 2026
Volume Kendaraan di Kota Batu Naik 40 Persen di Pekan Awal Liburan Sekolah
News

Volume Kendaraan di Kota Batu Naik 40 Persen di Pekan Awal Liburan Sekolah

Sunday, 5 Jul 2026
Next Post
IPPNU Hong Kong

Ketua IPPNU Lantik Kepengurusan PCI IPPNU Hong Kong

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.