Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Pilihan Redaksi

Para Guru Inspiratif Berbagi Terobosan Pembelajaran yang Kreatif di FJP 2022

Redaksi by Redaksi
April 29, 2022 6:53 pm
in Pilihan Redaksi
FJP 2022

Ketua Cerita Guru Belajar, Adelina Anggraini dalam FJP pada Senin 25 April 2022. Foto: tangkapan layar

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) saat pandemi COVID-19 jadi tantangan tersendiri bagi para guru di Indonesia. Meski begitu, ada pula guru yang berhasil menciptakan terobosan pembelajaran yang kreatif dan berorientasi pada kompetensi murid.

Pembelajaran daring yang tetap optimal membantu siswa mencapai kompetensinya ini, dilakukan oleh guru-guru di berbagai sekolah di Indonesia. Salah satunya lahir dari para guru yang tergabung dalam Yayasan Guru Belajar.

READ ALSO

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Mereka berbagi cerita praktik baik pembelajaran yang telah mereka lakukan sejak pandemi COVID-19 merebak dalam sesi program Fellowship Jurnalisme Pendidikan (FJP) yang diinisiasi oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) bersama PT Paragon Technology and Innovation, pada Senin 25 April 2022.

FJP 2022
FJP yang diinisiasi oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) bersama PT Paragon Technology and Innovation, pada Senin 25 April 2022. Foto: tangkapan layar

Dalam kurikulum Merdeka Belajar yang digaungkan saat ini, memang tidak hanya fokus pada teori dan soal-soal, melainkan lebih mendalam lagi untuk membentuk karakter unggul hingga kecakapan hidup.

Perbincangan tersebut menghadirkan Ketua Cerita Guru Belajar, Adelina Anggraini dan tiga guru inspiratif. Mereka adalah Lilik Nur Indah Sari (Guru SDI Nurul Hikmah Banten), Iwan Ardhie Priyana (Guru SMP Negeri 1 Nagreg, Jawa Barat), dan Virandy Putra (Guru SMA Negeri 1 Sijuk Belitung).

Bahasan menarik terjadi pada sesi pengayaan FJP Batch IV itu adalah bagaimana konsep Merdeka Belajar saat ini sedang berusaha mengubah mindset dunia pendidikan yang selama ini terus menekankan iklim yang kompetitif.

Kompetisi yang dimaksud adalah di mana kurikulum pembelajaran selama ini selalu berkutat pada nilai akademik, perangkingan, hingga lomba yang itu justru cenderung terjadinya pengkelasan individu.

Iklim seperti itu ternyata bagi para guru ini dinilai tak berpengaruh terhadap kompetensi siswa secara menyeluruh. Di mana siswa hanya disuruh untuk menghafal buku, mengerjakan soal tanpa mereka tahu apa manfaatnya bagi kehidupan sekitar.

Lilik Nur Indah Sari adalah salah satu sosok guru yang resah akan hal tersebut. Sebab itulah, dirinya menerapkan metode pembelajaran berbasis proyek (project based learning) kepada siswa kelas 1 dan 2, sama seperti peserta didik vokasi.

Dalam metode pembelajarannya, wanita yang juga Instruktur Pendidikan Guru Penggerak ini, lebih fokus membangun kompetisi anak dalam memaknai sesuatu dengan kacamatanya sendiri sesuai kondisi realitasnya masing-masing.

Tentu saja, sambungnya, hasilnya akan berbeda-beda karena setiap rumah memilki kondisi yang juga berbeda. Dengan begitu, kompetensi yang terbentuk juga bisa menyeluruh. Beda dengan asesmen model mengerjakan soal yang hanya terkonstruk pada satu kompetensi saja.

Kondisi itu dia ibaratkan lewat puisi berjudul Seonggok Jagung karya WS Rendra yang berbunyi; ”Orang belajar sampai tinggi. Tapi ketika kembali ke tanahnya justru merasa asing.” Artinya, ada yang hilang dari ekosistem pendidikan itu yakni adalah kolaborasi.

”Kurikulum seperti ini dibutuhkan untuk kembali mendekatkan anak pada konteksnya sehingga anak bisa berperan aktif di daerahnya. Berkolaborasi, bukan berkompetisi,” ucap Lilik.

Hal senada dikatakan Iwan Ardhie Priyana, Guru SMP Negeri 1 Nagreg di Jawa Barat, bahwa konsep kompetitif seperti ujian soal atau lomba memang sudah bukan menjadi acuan sekolah hari ini.

Iwan sendiri juga menggunakan metode belajar berbasis proyek terhadap siswanya.

”Sekolah kita sudah gak cocok untuk ikut lomba, tapi kolaborasi. Itu mindset yang terus kami bangun karena sesuai dengan kebutuhan di masa depan membentuk generasi unggul yang kolaboratif,” jelas Iwan.

Begitu juga Virandy Putra, Guru SMA Negeri 1 Sijuk Belitung, juga kompak mengamini bahwa ilmu pengetahuan hari ini harus dimengerti peserta didik sebagai senjata untuk membentuk kecakapan hidup sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing.

Untuk membangun kecakapan hidup itu, menurut Virandy memerlukan sosok guru yang inovatif, kreatif, dan tahu kebutuhan peserta didik. Virandy yang mengajar Fisika itu, memilih metode belajar yang asyik dan relate dengan kehidupan sehari-hari.

Misal untuk keterampilan mengukur, dirinya lebih memilih mengajak anak untuk mengukur diameter batang pohon di hutan daripada mengukur tebal kertas atau uang koin yang sama sekali tidak bermanfaat untuk hidup sehari-hari.

”Saya kira ada banyak cara menanamkan ilmu yang lebih efektif dan nyantol, daripada harus mengukur ketebalan kertas, ketebalan uang koinkan gak ada manfaatnya,” kata Virandy.

Pemikiran ketiga guru di atas terbilang visioner untuk mewujudkan Merdeka Belajar. Ketiganya sama-sama terwadahi dalam komunitas Cerita Guru Belajar yang menjadi wadah untuk memberdayakan karir guru. Tidak hanya mereka, masih ada 9 ribu guru lain di seluruh Indonesia yang berpikiran sama.

Cerita Guru Belajar juga menjadi wahana belajar dan berbagi praktik baik pembelajaran dan membangun kepemimpinan (leadership).

Ketua Cerita Guru Belajar, Adelina Anggraini optimistis jika kolaborasi menjadi kebutuhan utama dalam ekosistem pendidikan hari ini.

Dia yakin jika kolaborasi dan praktik baik ini terus dikuatkan, maka tugas para guru untuk membentuk generasi unggul bisa terwujud secara menyeluruh. “Kami yakin dengan berkolaborasi dengan kerja barengan kami bisa saling menguatkan bisa berbagi praktik baik satu sama lain,” ucapnya.(*)

Reporter: Ulul Azmy

Editor: Lizya Kristanti

 

 

—
Terima kasih sudah membaca artikel kami. Ikuti media sosial kami yakni Instagram @tugumalangid , Facebook Tugu Malang ID , 
Youtube Tugu Malang ID , dan Twitter @tugumalang_id

 

 

Tags: guruguru inspiratifterobosan pembelajaran

Related Posts

Kampung Gandean
Pilihan Redaksi

Sejarah di Balik Nama Kampung Gandean, Jejak Permukiman Abdi Pemerintahan di Jantung Kota Malang

Senin, 23 Mar 2026
Omah Wiromargo
Pilihan Redaksi

Omah Wiromargo Hadir sebagai Rumah Baca Gratis di Sekitar Pasar Besar Malang

Minggu, 18 Jan 2026
Kebun Botol Malang
Pilihan Redaksi

TBM Kebun Botol Malang, Literasi dan Pembelajaran Bahasa Asing di Tengah Kebun Hijau

Selasa, 7 Okt 2025
Kebun Botol
Pilihan Redaksi

Kebun Botol Malang, Inovasi Ibu-Ibu Tlogomas Ubah Limbah Plastik Jadi Ladang Hijau Bernilai Ekonomi

Selasa, 7 Okt 2025
KA Jayabaya
Pilihan Redaksi

Catatan Perjalanan KA Jayabaya: Rezeki Bertemu Penumpang Baik, Panik Tragedi Ojol di Jakarta

Selasa, 16 Sep 2025
JFC 2025 Batch 2
Pilihan Redaksi

JFC 2025 Batch 2 Dibuka, Nurcholis Tekankan 6M sebagai Landasan Jurnalisme Berkualitas

Senin, 15 Sep 2025
Next Post
Claudia Charryen

Claudia Charryen Berbagi Pengalaman Jadi Angkatan Pertama Teknik Industri Universitas Ma Chung

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.