Tugumalang.id – Seorang non demonstran, Bima Permana Putra dilaporkan hilang oleh KontraS pasca demo ricuh di Jakarta pada 31 Agustus 2025 lalu.
Baru baru ini, pihak kepolisian mengabarkan bahwa Bima telah ditemukan di depan Kelenteng Eng An Kiong Kota Malang pada Rabu (17/9/2025).
Seorang security di Kelenteng Eng An Kiong Kota Malang, Riyanto memberikan kesaksian soal penemuan Bima yang kini menjadi perbincangan publik.
Riyanto juga mengonfirmasi bahwa foto Bima yang beredar di media massa merupakan pedagang yang akhir akhir ini berjualan di depan klenteng.
Baca Juga: 61 Orang Diamankan Pasca Demo Ricuh di Polresta Malang Kota, Anak-anak Dipulangkan
Ia menceritakan, Bima mulanya datang ke depan klenteng 2 pekan yang lalu. Seingatnya, sekitar tanggal 2 atau 3 September 2025 lalu. Saat itu, Bima hanya duduk di kursi yang ada di luar pagar klenteng.

“Kami gak tau kalau dia itu orang hilang yang sedang dicari. Pertama kali datang kesini itu ya cuma diam di luar. Lalu sempat bertanya ke saya, kapan klenteng ada acara atau kegiatan,” urainya.
Saat ditanyai keperluannya, Bima mengaku ingin berjualan pernak pernik klenteng dan mainan barongsai. Namun saat ditanya asalnya, Bima mengaku dari Tegal, esoknya bilang dari Cilacap.
Baca Juga: Usai Ciduk 107 Orang Pasca-demo Ricuh di Kantor Arema FC, Polisi Pulangkan 94 Orang
Menurutnya, Bima juga mengaku sedang menunggu barang kiriman atau COD dari Semarang. Namun Riyanto tak mengetahui barang yang dimaksut.
Bima kemudian mulai berjualan mainan barongsai di depan klenteng pada 9 September 2025. Sesekali, Riyanto juga sempat membantu menata dagangan Bima sembari berjala di gerbang klenteng.
“Dagangannya ya dipajang di depan sini, ada mainan barongsai kecil, ada kepala barongsai gitu. Saya lihat sih ya laku jualannya,” kata dia.
Suatu hari, Cerry, seorang warga sekitar yang kerap berobat di Klenteng Eng An Kiong melintas dan beristirahat di dekat lokasi Bima berjualan. Cerry kemudian berbincang dengan Bima yang saat itu menanyakan informasi rumah kos atau kontrakan.
Karena punya informasi, Cerry memberikan nomor ponselnya ke Bima. Saat itu, Bima hanya melakukan miscall ke untuk menandai nomor Cerry.
Setelah beberapa hari, anggota polisi mendatangi rumah Cerry dan menanyakan apakah mengenali Bima. Lantaran hanya bertukar nomor ponsel, Cerry kemudian diminta menanyakan keberadaan Bima.
“Kemarin (Rabu) siang itu akhirnya dijemput saat jualan di sini. Ada beberapa anggota polisi,” kata Riyanto.
“Saya juga bertanya tanya kenapa kok sampai ditangkap. Masak kasus mitilasi, pikirku. Ternyata orang hilang saat demo,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: Herlianto. A





























