Oleh: Kangidung*
Tugumalang.id – “Bali has maintained most of its pristine purity. You don’t even have to meditate here; nature will meditate on your behalf.” – Sri Chinmoy
Sudaji, OmUnity, dan Keselarasan
Di tengah perbukitan hijau dan sawah yang subur di Desa Sudaji, Buleleng, Bali Utara, berdiri sebuah penginapan etnik dan sangat unik bernama OmUnity. Tempat ini bukan sekadar tempat bermalam, melainkan sebuah perwujudan nyata dari filosofi cinta dan harmoni yang mendalam.
Didirikan oleh I Ketut Susana atau yang akrab disapa Zanzan, bersama istrinya Putu, OmUnity menjadi simbol dari upaya pelestarian budaya dan lingkungan melalui pendekatan yang berkelanjutan dan penuh kasih.

OmUnity adalah sebuah ekolodge -fasilitas akomodasi pariwisata yang melindungi alam, budaya, dan pembangunannya berdampak minimal pada alam-, yang terletak di Banjar Dukuh, Desa Sudaji, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, Bali.
Baca Juga: 111 Tahun Kota Malang: Kota Pendidikan yang Masih Diuji oleh Banjir
OmUnity menawarkan pengalaman menginap yang berbeda, di mana para tamu diajak untuk menyatu dengan alam dan kearifan lokal.
Dengan bangunan-bangunan yang terbuat dari bambu dan bahan alami lainnya, OmUnity menciptakan suasana yang hangat dan ramah lingkungan.
Kolam renang alami, taman organik, dan area meditasi yang berbentuk oktagonal (segi delapan) menjadi fasilitas yang mendukung kenyamanan dan ketenangan para tamu.
Area meditasi yang khas dengan spirit “jalan mulia berunsur delapan” (Noble Eightfold Path): pandangan benar, tekad benar, ucapan benar, perbuatan benar, penghidupan benar, usaha benar, perhatian benar, dan konsentrasi benar.
Karenanya, OmUnity menjadi pilihan tepat untuk melaksanakan “retret” atau refleksi, introspeksi, dan pemulihan spiritual.
Om Zanzan: Sosok di Balik OmUnity
Zanzan adalah pendiri OmUnity yang memiliki visi kuat tentang kehidupan yang berkelanjutan dan harmonis. Bersama keluarganya, Zanzan mengelola OmUnity dengan penuh dedikasi, menjadikannya sebagai tempat yang tidak hanya menawarkan akomodasi, tetapi juga edukasi dan pengalaman budaya.
Baca Juga: Tiga Masjid Bersejarah di Malang Raya, Perpaduan Spiritualitas dan Keindahan Arsitektur
OmUnity didirikan tahun 2010 dengan tujuan untuk menciptakan masa depan yang berkelanjutan dengan mengedepankan prinsip-prinsip ekologi, budaya lokal, dan spiritualitas.

Zanzan terinspirasi oleh pengalaman meditasinya selama 33 hari di Pura Lempuyang dan bimbingan dari mentor seperti Peter Voss, yang mendorongnya untuk mengikuti panggilan hatinya dalam memberdayakan komunitas muda di Sudaji.
Sebagai sosok yang selalu bersemangat dengan ambisi dan kreativitasnya, Zanzan ingin membangun Sudaji sebagai desa dengan Daya Tarik Wisata (DTW) alam yang berkelanjutan, baik secara lokal hingga global. Melalui OmUnity, Zanzan ingin mengajak orang-orang untuk kembali ke nilai-nilai dasar kehidupan yang selaras dengan alam dan budaya.
OmUnity menjadi simbol bagaimana masa depan yang berkelanjutan bagi anak cucu menjadi perhatian serius: dunia tanpa plastik, bahan kimia berbahaya, dan pupuk beracun. Manusia dan alam berkembang dalam keselarasan dan simbiosis.
Zanzan, dalam obrolan santai saat menghidangkan makan malam menegaska , “untuk menciptakan masa depan yang panjang, kita harus berhubungan kembali dengan alam, memelihara komunitas, dan menumbuhkan kedamaian dalam batin.”
Aktivitas Etnik dan Budaya
Di OmUnity, para tamu dapat terlibat dalam berbagai aktivitas yang memperkenalkan mereka pada budaya Bali yang otentik. Mulai dari mengikuti upacara adat, belajar membuat canang sari (persembahan), hingga berpartisipasi dalam kegiatan pertanian organik.
Selain itu, OmUnity juga menyediakan program-program seperti meditasi, yoga, dan workshop tentang keberlanjutan yang semuanya bertujuan untuk memperkaya pengalaman spiritual dan budaya para tamu.
Zanzan menyebut nilai-nilai yang ditanamkan OmUnity berlandaskan pada filosofi Tri Hita Karana, yang berarti tiga penyebab kebahagiaan: harmoni dengan Tuhan, harmoni dengan sesama, dan harmoni dengan alam.
Filosofi ini tercermin dalam setiap aspek kehidupan di OmUnity, dari cara membangun dan mengelola tempat, hingga interaksi dengan tamu, dan komunitas lokal. Dengan menanamkan nilai-nilai ini, OmUnity berharap dapat menciptakan lingkungan yang mendukung kesejahteraan bersama.
Ide dan Visi OmUnity
OmUnity menggabungkan pelestarian budaya, pendidikan, dan pariwisata berkelanjutan. OmUnity berupaya untuk memberdayakan komunitas lokal dan menginspirasi para tamu untuk hidup lebih selaras dengan alam.
Dengan menyediakan platform untuk pertukaran budaya dan pengetahuan, OmUnity menjadi contoh nyata dari bagaimana cinta dapat diwujudkan dalam tindakan nyata.
OmUnity Bali bukan hanya sebuah tempat bermalam: penginapan atau homestay. Lebih dari itu, menjadi sebuah gerakan yang mengajak kita untuk hidup dengan lebih sadar dan penuh kasih.
Melalui pengalaman (experience) yang ditawarkan, OmUnity mengajarkan kita tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia, budaya, dan alam. Saya, yang pertama kali ke sana, mendapatkan kesan mendalam bawah OmUnity benar-benar mewujudkan konsep “love in action” dalam setiap aspek operasionalnya.
*Penulis adalah editor Intrans Publishing dan aktivis kebudayaan Kota Malang
Editor: Herlianto. A
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News































