Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Nggak Asal Mberot, Filosofi di Balik Kesenian Bantengan Ternyata Berkaitan dengan Kehidupan Manusia

Redaksi by Redaksi
Juni 18, 2024 10:01 am
in Budaya
kesenian bantengan

Aksi bantengan di festival bantengan beberapa waktu lalu. Foto: Aisyah Nawangsari Putri

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Kesenian bantengan kini semakin populer di masyarakat sebagai salah satu hiburan yang merakyat. Meski lebih dikenal dengan aksi mberot, bantengan rupanya memiliki filosofi yang berkaitan dengan kehidupan manusia.

Budayawan Ki Soleh Adi Pramono menyebut setidaknya ada dua filosofi bantengan dalam kehidupan manusia. Filosofi pertama berkaitan dengan lahirnya manusia ke dunia yang diiringi ‘saudara’ berupa banteng, celeng (babi hutan), kijang, ular, dan kera.

READ ALSO

Tradisi Bersih Desa Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi Masyarakat Jawa

Tradisi Ater-Ater, Warisan Budaya Jawa Menjaga Hangatnya Silaturahmi

Oleh karena itu, saat bayi berusia 35 hari atau selapan, dilakukan ritual menggunakan sesaji. Tujuannya agar saudara yang berupa banteng, celeng, kijang, ular dan kera ini tidak mengganggu.

“Bantengan ini bagian dari eksistensi kehidupan manusia,” kata Ki Soleh saat ditemui beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Sempat Ditolak, Pemkab Malang Akan Kembali Ajukan HAKI untuk Kesenian Bantengan

Filosofi kedua, berkaitan dengan kehidupan bermasyarakat yang mencerminkan budaya Indonesia. Banteng merupakan hewan yang hidup dengan berkoloni atau berkelompok. Mereka hidup rukun dan bergotong royong.

“Kalau ada kelahiran anak banteng, banteng-banteng yang lain tanduknya keluar, ikut menjaga,” kata Soleh.

Kehidupan banteng ini menjadi cermin kehidupan manusia yang sudah semestinya hidup guyub rukun dan saling menolong. Hal ini juga yang menginspirasi perancangan simbol sila Pancasila keempat yang berupa kepala banteng.

“Rukunnya banteng seakan-akan menjadi sumber kekuatan di sila keempat. Kepala banteng di situ sebagai simbol kekuatan persatuan karena koloni dan karena gotong royong,” kata Soleh.

Melalui kesenian bantengan, Soleh berharap masyarakat teringat bahwa hidup harus guyub rukun dan ingat pada hakikat kelahiran manusia. Apabila menyiksa banteng, maka sama seperti menyiksa diri sendiri.

Baca Juga: Viral! Fenomena Mberot, Kesenian Bantengan di Malang

Ia juga berharap pegiat kesenian bantengan bisa memahami filosofi ini agar tidak saling berseteru dan mudah terprovokasi. Ia mengumpamakan provokasi yang terjadi di kalangan seniman sebagai asu ajag atau anjing hutan.

Asu ajag kerap melakukan adu domba hingga kawan-kawannya bertengkar dan saling membunuh. Lalu, asu ajag akan memakan daging hewan yang bertengkar tadi.

“Banyak provokasi-provokasi masuk ke kesenian tradisional. (Oleh karena itu) seni pertunjukan harus ditata supaya nggak ada asu ajag,” pungkasnya.

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
editor: jatmiko

Tags: BantenganBudayawan Ki Soleh Adi Pramonofilosofi kesenian bantengankesenian bantenganmberot

Related Posts

Tradisi bersih desa
Budaya

Tradisi Bersih Desa Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi Masyarakat Jawa

Kamis, 28 Mei 2026
Ilustrasi tradisi ater-ater di Jawa. (Foto: Instagram/ @perpusipkabtegal)
Budaya

Tradisi Ater-Ater, Warisan Budaya Jawa Menjaga Hangatnya Silaturahmi

Rabu, 27 Mei 2026
Ilustrasi Wamen Kebudayaan RI Giring Ganesha saat mengunjungi objek cagar budaya Villa Bima Shakti di Selecta Kota Batu. Foto: Azmy
Budaya

Pemkot Batu Perluas Pendataan Objek Cagar Budaya di 2026, Ada Bunker Jepang hingga Situs Petirtaan

Selasa, 12 Mei 2026
Fakta menarik busana khas Malangan yang diluncurkan pada rangkaian HUT ke-112 Kota Malang sebagai identitas baru. /Foto: Instagram @pemkotmalang
Budaya

Identitas Budaya Baru, 8 Fakta Menarik Busana Khas Malangan yang Perlu Diketahui

Senin, 6 Apr 2026
Pertunjukan di rumah kelahiran Shakespeare. Foto: Shakespeare's Birthplace
Budaya

Sastrawan di Inggris, Menyusuri Jejak Sastra Klasik di Negeri Matahari Tak Pernah Tenggelam

Selasa, 31 Mar 2026
Ilustrasi Lepet ketan lacang merah yang dibungkus dengan janur dan tali rafia (Foto: Pinterest @Rien_Borneo)
Budaya

Ini 5 Macam Varian Lepet Pendamping Ketupat yang Tidak Boleh Terlewat

Minggu, 29 Mar 2026
Next Post
Napi lapas malang

Rayakan Momen Iduladha, Petugas dan Napi Lapas Malang Bakar Sate Bersama

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.