Rabu, Juli 15, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Budaya

Ngalambeksa Community Lestarikan Kesenian Tradisional dengan Cara Milenial

Redaksi by Redaksi
Desember 15, 2021 6:34 am
in Budaya
Ngalambeksa Community saat tampil di Kuala Lumpur. Foto: dok

Ngalambeksa Community saat tampil di Kuala Lumpur. Foto: dok

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Tugumalang.id – Semakin hari, kesenian tradisional semakin tergeser oleh kesenian modern. Beruntung masih ada komunitas yang bertekad untuk tetap melestarikan kesenian tradisional Indonesia.

Komunitas tersebut adalah Ngalambeksa Community yang terus rutin mempromosikan kesenian tradisional daerah dengan sentuhan modern.

READ ALSO

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Meski berlokasi di Malang, Ngalambeksa Community telah dikenal oleh masyarakat di berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara karena mereka banyak mengunggah konten-konten viral di Tiktok dan YouTube. Video-video mereka telah ditonton hingga jutaan kali.

Ngalambeksa Community saat tampil di Festival Karya Tari Jawa Timur. Foto: dok

Akun YouTube Ngalambeksa Official saat ini telah memiliki lebih dari 105.000 subscribers. Sementara akun Tiktok ngalambeksa.official telah memiliki 340.100 pengikut.

Unggahan-unggahan mereka di Tiktok sering viral dengan views ratusan ribu hingga jutaan. Bahkan ada video yang memiliki 11 juta views.

Pendiri Ngalambeksa Community, Sandhidea Cahyo Narpati mengaku alasan membentuk komunitas ini adalah untuk memberi ruang kreatif bagi generasi muda. “Berawal dari kegelisahan akan minimnya ruang kreatif bagi generasi muda di bidang seni pertunjukan,” ungkapnya.

Konten Tiktok dan YouTube Ngalambeksa Community. Foto: dok

Ngalambeksa Community berdiri di Malang pada 27 Juni 2016 dan saat ini memiliki 25 orang anggota yang terdiri dari penari, aktor, dan musisi.

Para anggota Ngalambeksa Community ini melakukan latihan rutin dua kali seminggu. Mereka juga kerap melakukan pementasan baik online maupun offline.

Pementasan offline telah dilakukan di berbagai event, mulai dari tingkat daerah hingga internasional. Mereka juga pernah mengisi acara Gong Show yang disiarkan oleh stasiun tv RCTI.

Kesibukan lain mereka adalah membuat konten untuk YouTube dan Tiktok. Konten-konten serta pementasan yang ditunjukkan oleh Ngalambeksa Community ini selalu unik dan menarik perhatian. Tak hanya koreografi dan musiknya saja yang menarik, tetapi juga humor dan lawakan yang disampaikan sangat menghibur. Tak jarang mereka juga mengangkat isu-isu sosial.

“Keliaran ide-ide dan konsep pertunjukan yang mencoba keluar dari kurungan pakem, tentunya dengan riset dan referensi yang bisa dipertanggungjawabkan,” ujar Sandhidea, menjelaskan salah satu keunikan Ngalambeksa Community.

Ke depannya, Sandhidea berharap Ngalambeksa Community bisa terus eksis di dunia seni pertunjukan di Malang, Jawa Timur, dan Indonesia.

“Kami juga berharap mampu berbagi dan belajar untuk terus membuat ruang-ruang kreatif seniman-seniman muda,” tutupnya.

Reporter: Aisyah Nawangsari

Editor: Lizya Kristanti

Tags: kesenianmalangngalambeksa community

Related Posts

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 
Budaya

3 Alasan Generasi Muda Memilih Belanja Thrifting 

Jumat, 3 Jul 2026
Aktivitas memutar vinyl wajib jadi itinerary wisatamu di Museum Musik Dunia Jatim Park 3. Foto: Dok
Budaya

List Itinerary Liburan di Kota Batu, Museum Musik Dunia Jatim Park 3 Hadirkan ‘Vinyl Experience

Kamis, 25 Jun 2026
Anjali dan Hal yang Tidak Kembali
Budaya

Anjali dan Hal yang Tidak Kembali

Minggu, 21 Jun 2026
Warga mengarak jolen berisi tumpeng di Gebyar Ritual 1 Suro. Foto: Aisyah Nawangsari Putri
Budaya

Meriah! Gebyar Ritual 1 Suro 2026 di Gunung Kawi Libatkan 1.000 Warga Desa Wonosari

Selasa, 16 Jun 2026
Tradisi Ngarak Banteng empu supo
Budaya

Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Getarkan Kota Batu

Minggu, 31 Mei 2026
Tradisi bersih desa
Budaya

Tradisi Bersih Desa Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi Masyarakat Jawa

Kamis, 28 Mei 2026
Next Post
UNISMA,FEB Unisma - Sinergi FEB UNISMA dan UB, Tonggak Kuatkan Implementasi Kampus Merdeka

Sinergi FEB UNISMA dan UB, Tonggak Kuatkan Implementasi Kampus Merdeka

BERITA POPULER

  • Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    Karnaval Desa Urek-Urek Raup Rp214 Juta, Seluruhnya untuk Santunan 19 Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.