Tugumalang.id – Museum Musik Indonesia (MMI) kembali menggelar lomba bernyanyi musik tradisional untuk pelajar di Malang Raya bertajuk “Nusantara Bernyanyi 3” pada 6-10 Agustus 2025 mendatang.
Kompetisi ini untuk menggaungkan kembali kekayaan musik nusantara yang kini mulai meredup dan tak banyak dikenali generasi muda.
Ketua Museum Musik Indonesia, Ratna Sakti Wulandari menjelaskan bahwa kompetisi ini dibuka untuk pelajar jenjang SD dan SMP di Malang Raya.
Dia memastikan bahwa pendaftaran lomba yang telah dibuka dan akan ditutup pada 31 Juli 2025 itu tak dipungut biaya sama sekali alias gratis.
Baca Juga: Galeri Malang Bernyanyi, Museum Musik Indonesia dengan Ribuan Koleksi
“Nusantara Bernyanyi 3 ini kami dedikasikan untuk mengenalkan kembali kekayaan lagu tradisional dan lagu daerah nusantara,” ucapnya, Sabtu (26/7/2025).
Menurutnya, lomba bernyanyi lagu tradisional daerah tahunan yang sudah digelar sejak 3 tahun lalu itu didasari atas kondisi wawasan generasi muda yang tak banyak mengenali lagu lagu daerah nusantara.
Menurutnya, MMI sebelum Nusantara Bernyanyi 1 digelar, sempat melakukan survei wawasan anak jenjang SD di Malang tentang lagu lagu daerah.
Hasil survei itu membuatnya miris. Dari ratusan anak yang diwawancarai, lebih dari 90 persen anak tak mengetahui lagu daerah.
Baca Juga: Semangat Baru Museum Musik Indonesia Geliatkan Barometer Musik di Kota Malang
“Itu menjadi keprihatinan kami. Sehingga kami berkomitmen untuk menggelar lomba bernyanyi sebagai wadah sosialisasi lagu daerah Indonesia. Tahun ini adalah tahun ketiga” jelasnya.
Rencananya, MMI juga akan melakukan survei kembali soal dampak event Nusantara Bernyanyi 1, 2 dan 3 terhadap wawasan generasi muda tentang lagu daerah nusantara.
Adapun event Nusantara Bernyanyi 3 itu rencananya akan dilangsungkan babak penyisihan di gedung Malang Creative Center (MCC) mulai 6 Agustus dan babak final akan dilangsungkan di gedung Kesenian Gajayana Kota Malang pada 10 Agustus 2025.
Setidaknya, ada 5 kategori perlombaan yakni Solo Vokal SD, Solo Vokal SMP, Paduan Suara SD, Paduan Suara SMP dan yel yel suporter terbaik. Penilaian akan difokuskan pada teknik vokal, pembawaan dan penampilan.
“Kami akan menghadirkan 3 juri dari elemen musisi, guru vokal hingga akademisi. Kami pastikan para juri akan menjaga objektivitas dan netralitas,” urainya.
Dikatakan, lomba ini juga sekaligus untuk menyeleksi potensi penyanyi muda di Malang Raya. Selain mendapat hadiah tropi, uang tunai hingga sertifikat dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, pemenang lomba ini nantinya akan dilibatkan dalam event event MMI selanjutnya terutama dalam menggaungkan kekayaan musik nusantara.
Nusantara Bernyanyi 3 ini telah mendapat dukungan dari Kementerian Kebudayaan RI. Ratna berharap lomba ini bisa terus digelar setiap tahun demi menjaga kelestarian atas kekayaan budaya nusantara.
“Semoga gerakan ini bisa menyadarkan generasi muda terhadap kekayaan musik tradisional Indonesia sebagai warisan budaya yang wajib dipelihara sepanjang masa,” tandasnya.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: M Sholeh
Editor: herlianto. A
























