Sabtu, Juli 11, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Monumen Hamid Rusdi, Jejak Perjuangan Sang Patriot Asal Malang

Redaksi by Redaksi
November 8, 2024 1:06 pm
in Asli Malang
Monumen Hamid Rusdi yang berada di Desa Wonokoyo, Kedungkandang, Kota Malang menjadi jejak perjuangan sang patriot asal Malang, Mayor Hamid Rusdi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari serbuan penjajah Belanda. /Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra

Monumen Hamid Rusdi yang berada di Desa Wonokoyo, Kedungkandang, Kota Malang menjadi jejak perjuangan sang patriot asal Malang, Mayor Hamid Rusdi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari serbuan penjajah Belanda. /Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Di tengah hiruk pikuk ramainya Kota Malang, terdapat monumen perjuangan Arek-Arek Malang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan mengusir penjajah yang hendak kembali menguasai tanah air. Monumen tersebut adalah Monumen Hamid Rusdi yang berada di daerah Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Saat Tugumalang.id menyambangi monumen tersebut, suasana cukup sepi dan bisa dibilang kondisinya kurang terawat. Pada monumen yang memiliki tinggi kurang lebih 3 meter itu terdapat lima nama pejuang yang gugur dalam aksi Agresi Militer Belanda II di Malang pada tanggal 8 Maret 1949.

READ ALSO

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Nama pejuang yang terpampang di Monumen Hamid Rusdi antara lain Mayor Hamid Rusdi, Letnan Ismail Effendy, Abdul Razak, Moesmari, dan Joenoes. Dari beberapa sumber informasi sejarah menyebutkan bahwa kelimanya gugur dalam peristiwa Agresi Militer Belanda II.

Baca Juga: Masih Berdiri Gagah, 10 Monumen Bersejarah di Kota Malang

Saat itu, Mayor Hamid Rusdi merupakan pimpinan pasukan gerilya atau Mobile Gerilya (MG) 1. Pasukan pimpinan Mayor Hamid Rusdi terlibat kontak senjata dengan pasukan Belanda di daerah Desa Sumbersuko, Tajinan hingga kemudian merembet ke Desa Wonokoyo, Kedungkandang, Kota Malang.

Nama para pahlawan yang terpampang di Monumen Hamid Rusdi./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.
Nama para pahlawan yang terpampang di Monumen Hamid Rusdi./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.

Tetapi nasib tragis dialami oleh Mayor Hamid Rusdi bersama pengikutnya. Ketika menginap di sebuah rumah yang ditempati bapak dan menantunya. Mayor Hamid Rusdi, Letda Ismail Effendy, Abdul Razak dan dua orang penghuni rumah tersebut yang diduga adalah Moesmari dan Joenoes.

Kelimanya harus menghadap Sang Pencipta, setelah pasukan tentara Belanda mengepung kediaman tersebut dan membawa kelimanya ke tepi sungai dekat Desa Wonokoyo.

Baca Juga: Monumen Pahlawan TRIP, Saksi Bisu Aksi Heroik Arek-Arek Malang Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Mayor Hamid Rusdi dan pengikutnya gugur di tangan pasukan tentara Belanda yang langsung mengeksekusi mereka dengan cara ditembak mati.

Kemudian jenazah kelima pahlawan bangsa itu dimakamkan di Desa Wonokoyo. Sebelum akhirnya makam Mayor Hamid Rusdi dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Suropati Malang.

Sosok Mayor Hamid Rusdi tidak asing bagi masyarakat Malang karena sosoknya sebagai local hero yang menjadi simbol perlawanan Arek-Arek Malang terhadap penjajahan bangsa asing. Ia lahir di Desa Sumbermanjing Kulon pada tahun 1911.

Selain dikenal sebagai pemimpin pasukan gerilya, sosok Hamid Rusdi juga dikenal aktif dalam organisasi keagamaan sejak usia muda yakni Pandu Ansor yang kemudian membawanya menjadi salah satu staf partai NU saat itu.

Sementara ilmu militer didapatkan Mayor Hamid Rusdi saat bergabung dengan Heiho Keibodan Seinendan dan Jibakutai saat Perang Dunia ke-II berkecamuk di wilayah Asia Pasifik.

Setelah penjajahan Jepang berakhir, Hamid Rusdi yang saat itu sudah berpangkat sudanco atau letnan satu bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang sekarang menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Mayor Hamid Rusdi mengobarkan semangat pertempuran saat Belanda berupaya kembali menguasai Indonesia melalui aksi Agresi Militer Belanda II yang kali itu juga menimbulkan perlawanan di berbagai daerah.

Hingga akhirnya Mayor Hamid Rusdi gugur dalam usahanya mempertahankan kemerdekaan bangsa yang begitu dicintainya.

Kisah heroik sang patriot bernama Hamid Rusdi menjadi teladan bagi generasi muda penerus bangsa untuk mewarisi semangat perjuangan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra

Editor: Herlianto. A

Tags: Agresi Militer Belanda IIHamid RusdiMayor Hamid RusdiMonumen Hamid RusdiPahlawan Asal MalangSejarah Hamid Rusdi

Related Posts

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Ilustrasi kawasan unik dan bersejarah Kota Malang (Foto: Pinterest/@Sugimin Tukijan)
Asli Malang

Jejak Empat Kawasan Unik di Malang, Permukiman Kolonial hingga Kampung Moderasi Beragama

Senin, 6 Jul 2026
Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota
Asli Malang

Embong Arab Malang, Destinasi Kuliner dan Perdagangan Khas Timur Tengah di Tengah Kota

Kamis, 2 Jul 2026
Produk asal Malang
Asli Malang

Produk Asal Malang Tembus Pasar Global, dari Taiwan hingga Prancis

Selasa, 9 Jun 2026
Candi kidal
Asli Malang

Relief Garudeya Candi Kidal Jadi Jejak Awal Lahirnya Garuda Pancasila

Senin, 1 Jun 2026
Next Post
Ketiga paslon di Paslon Pilkada Kota Batu saat debat perdana. Foto: Azmy

Debat Publik Kedua Pilkada Kota Batu, Durasi Presentasi Paslon Dipangkas Jadi 4 Menit

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sepeda Motor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang, 3 Orang Luka-luka

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Saweran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPRD Kota Malang Siapkan Perda Penyakit Menular untuk Tangani HIV/AIDS

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Advtm 06302026 1
Adv02262026
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.