Rabu, Oktober 14, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Monumen Hamid Rusdi, Jejak Perjuangan Sang Patriot Asal Malang

Redaksi by Redaksi
November 8, 2024 1:06 pm
in Asli Malang
Monumen Hamid Rusdi yang berada di Desa Wonokoyo, Kedungkandang, Kota Malang menjadi jejak perjuangan sang patriot asal Malang, Mayor Hamid Rusdi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari serbuan penjajah Belanda. /Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra

Monumen Hamid Rusdi yang berada di Desa Wonokoyo, Kedungkandang, Kota Malang menjadi jejak perjuangan sang patriot asal Malang, Mayor Hamid Rusdi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari serbuan penjajah Belanda. /Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Di tengah hiruk pikuk ramainya Kota Malang, terdapat monumen perjuangan Arek-Arek Malang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan mengusir penjajah yang hendak kembali menguasai tanah air. Monumen tersebut adalah Monumen Hamid Rusdi yang berada di daerah Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Saat Tugumalang.id menyambangi monumen tersebut, suasana cukup sepi dan bisa dibilang kondisinya kurang terawat. Pada monumen yang memiliki tinggi kurang lebih 3 meter itu terdapat lima nama pejuang yang gugur dalam aksi Agresi Militer Belanda II di Malang pada tanggal 8 Maret 1949.

READ ALSO

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Nama pejuang yang terpampang di Monumen Hamid Rusdi antara lain Mayor Hamid Rusdi, Letnan Ismail Effendy, Abdul Razak, Moesmari, dan Joenoes. Dari beberapa sumber informasi sejarah menyebutkan bahwa kelimanya gugur dalam peristiwa Agresi Militer Belanda II.

Baca Juga: Masih Berdiri Gagah, 10 Monumen Bersejarah di Kota Malang

Saat itu, Mayor Hamid Rusdi merupakan pimpinan pasukan gerilya atau Mobile Gerilya (MG) 1. Pasukan pimpinan Mayor Hamid Rusdi terlibat kontak senjata dengan pasukan Belanda di daerah Desa Sumbersuko, Tajinan hingga kemudian merembet ke Desa Wonokoyo, Kedungkandang, Kota Malang.

Nama para pahlawan yang terpampang di Monumen Hamid Rusdi./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.
Nama para pahlawan yang terpampang di Monumen Hamid Rusdi./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.

Tetapi nasib tragis dialami oleh Mayor Hamid Rusdi bersama pengikutnya. Ketika menginap di sebuah rumah yang ditempati bapak dan menantunya. Mayor Hamid Rusdi, Letda Ismail Effendy, Abdul Razak dan dua orang penghuni rumah tersebut yang diduga adalah Moesmari dan Joenoes.

Kelimanya harus menghadap Sang Pencipta, setelah pasukan tentara Belanda mengepung kediaman tersebut dan membawa kelimanya ke tepi sungai dekat Desa Wonokoyo.

Baca Juga: Monumen Pahlawan TRIP, Saksi Bisu Aksi Heroik Arek-Arek Malang Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Mayor Hamid Rusdi dan pengikutnya gugur di tangan pasukan tentara Belanda yang langsung mengeksekusi mereka dengan cara ditembak mati.

Kemudian jenazah kelima pahlawan bangsa itu dimakamkan di Desa Wonokoyo. Sebelum akhirnya makam Mayor Hamid Rusdi dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Suropati Malang.

Sosok Mayor Hamid Rusdi tidak asing bagi masyarakat Malang karena sosoknya sebagai local hero yang menjadi simbol perlawanan Arek-Arek Malang terhadap penjajahan bangsa asing. Ia lahir di Desa Sumbermanjing Kulon pada tahun 1911.

Selain dikenal sebagai pemimpin pasukan gerilya, sosok Hamid Rusdi juga dikenal aktif dalam organisasi keagamaan sejak usia muda yakni Pandu Ansor yang kemudian membawanya menjadi salah satu staf partai NU saat itu.

Sementara ilmu militer didapatkan Mayor Hamid Rusdi saat bergabung dengan Heiho Keibodan Seinendan dan Jibakutai saat Perang Dunia ke-II berkecamuk di wilayah Asia Pasifik.

Setelah penjajahan Jepang berakhir, Hamid Rusdi yang saat itu sudah berpangkat sudanco atau letnan satu bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang sekarang menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Mayor Hamid Rusdi mengobarkan semangat pertempuran saat Belanda berupaya kembali menguasai Indonesia melalui aksi Agresi Militer Belanda II yang kali itu juga menimbulkan perlawanan di berbagai daerah.

Hingga akhirnya Mayor Hamid Rusdi gugur dalam usahanya mempertahankan kemerdekaan bangsa yang begitu dicintainya.

Kisah heroik sang patriot bernama Hamid Rusdi menjadi teladan bagi generasi muda penerus bangsa untuk mewarisi semangat perjuangan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra

Editor: Herlianto. A

Tags: Agresi Militer Belanda IIHamid RusdiMayor Hamid RusdiMonumen Hamid RusdiPahlawan Asal MalangSejarah Hamid Rusdi

Related Posts

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang
Asli Malang

Kisah Heroik Peristiwa Jalan Salak dalam Agresi Militer Belanda di Malang

Minggu, 30 Agu 2026
Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah
Asli Malang

Enam Film Pendek Pelajar Tayang di ESPUTER #1, GSF Siapkan Kolaborasi dengan Sekolah

Minggu, 2 Agu 2026
Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi
Asli Malang

Rute Penerbangan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang, Berikut Tujuan dan Maskapai yang Beroperasi

Selasa, 14 Jul 2026
Jangan Salah Terminal, Ini Fungsi Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari
Asli Malang

Begini Pembagian Fungsi Terminal Arjosari, Hamid Rusdi, dan Landungsari

Minggu, 12 Jul 2026
5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter
Asli Malang

5 Sentra Susu Sapi Perah di Malang, Produksi Harian Tembus Ribuan Liter

Rabu, 8 Jul 2026
Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari
Asli Malang

Jejak Peninggalan Sejarah Hindu-Buddha di Malang, Warisan Kerajaan Kanjuruhan hingga Singhasari

Senin, 6 Jul 2026
Next Post
Ketiga paslon di Paslon Pilkada Kota Batu saat debat perdana. Foto: Azmy

Debat Publik Kedua Pilkada Kota Batu, Durasi Presentasi Paslon Dipangkas Jadi 4 Menit

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukber di Balik Jeruji Besi, Napi Lapas Malang Lepas Rindu Bersama Keluarga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perbedaan Makeup Look Korean Ulzzang, Japanese Igari, dan Chinese Douyin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Iklantm 10042026 1
Iklan10032026
21440510 796c 4a78 A1cd 0e5e0bd76582
8de19c4a 6fa9 471a 91a6 756e384f3221
02 Iklan Gerakan Arek Jatim A

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

LOGO TUGU MALANG RED 2021

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis & Properti
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Ruang Cendekia

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.