Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Asli Malang

Monumen Hamid Rusdi, Jejak Perjuangan Sang Patriot Asal Malang

Redaksi by Redaksi
November 8, 2024 1:06 pm
in Asli Malang
Monumen Hamid Rusdi yang berada di Desa Wonokoyo, Kedungkandang, Kota Malang menjadi jejak perjuangan sang patriot asal Malang, Mayor Hamid Rusdi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari serbuan penjajah Belanda. /Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra

Monumen Hamid Rusdi yang berada di Desa Wonokoyo, Kedungkandang, Kota Malang menjadi jejak perjuangan sang patriot asal Malang, Mayor Hamid Rusdi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari serbuan penjajah Belanda. /Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

MALANG, Tugumalang.id – Di tengah hiruk pikuk ramainya Kota Malang, terdapat monumen perjuangan Arek-Arek Malang dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan mengusir penjajah yang hendak kembali menguasai tanah air. Monumen tersebut adalah Monumen Hamid Rusdi yang berada di daerah Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Saat Tugumalang.id menyambangi monumen tersebut, suasana cukup sepi dan bisa dibilang kondisinya kurang terawat. Pada monumen yang memiliki tinggi kurang lebih 3 meter itu terdapat lima nama pejuang yang gugur dalam aksi Agresi Militer Belanda II di Malang pada tanggal 8 Maret 1949.

READ ALSO

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

5 Destinasi Wisata Sejarah di Kota Malang yang Cocok untuk Liburan Edukatif

Nama pejuang yang terpampang di Monumen Hamid Rusdi antara lain Mayor Hamid Rusdi, Letnan Ismail Effendy, Abdul Razak, Moesmari, dan Joenoes. Dari beberapa sumber informasi sejarah menyebutkan bahwa kelimanya gugur dalam peristiwa Agresi Militer Belanda II.

Baca Juga: Masih Berdiri Gagah, 10 Monumen Bersejarah di Kota Malang

Saat itu, Mayor Hamid Rusdi merupakan pimpinan pasukan gerilya atau Mobile Gerilya (MG) 1. Pasukan pimpinan Mayor Hamid Rusdi terlibat kontak senjata dengan pasukan Belanda di daerah Desa Sumbersuko, Tajinan hingga kemudian merembet ke Desa Wonokoyo, Kedungkandang, Kota Malang.

Nama para pahlawan yang terpampang di Monumen Hamid Rusdi./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.
Nama para pahlawan yang terpampang di Monumen Hamid Rusdi./Foto: Tugumalang.id/Bagus Rachmad Saputra.

Tetapi nasib tragis dialami oleh Mayor Hamid Rusdi bersama pengikutnya. Ketika menginap di sebuah rumah yang ditempati bapak dan menantunya. Mayor Hamid Rusdi, Letda Ismail Effendy, Abdul Razak dan dua orang penghuni rumah tersebut yang diduga adalah Moesmari dan Joenoes.

Kelimanya harus menghadap Sang Pencipta, setelah pasukan tentara Belanda mengepung kediaman tersebut dan membawa kelimanya ke tepi sungai dekat Desa Wonokoyo.

Baca Juga: Monumen Pahlawan TRIP, Saksi Bisu Aksi Heroik Arek-Arek Malang Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia

Mayor Hamid Rusdi dan pengikutnya gugur di tangan pasukan tentara Belanda yang langsung mengeksekusi mereka dengan cara ditembak mati.

Kemudian jenazah kelima pahlawan bangsa itu dimakamkan di Desa Wonokoyo. Sebelum akhirnya makam Mayor Hamid Rusdi dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Suropati Malang.

Sosok Mayor Hamid Rusdi tidak asing bagi masyarakat Malang karena sosoknya sebagai local hero yang menjadi simbol perlawanan Arek-Arek Malang terhadap penjajahan bangsa asing. Ia lahir di Desa Sumbermanjing Kulon pada tahun 1911.

Selain dikenal sebagai pemimpin pasukan gerilya, sosok Hamid Rusdi juga dikenal aktif dalam organisasi keagamaan sejak usia muda yakni Pandu Ansor yang kemudian membawanya menjadi salah satu staf partai NU saat itu.

Sementara ilmu militer didapatkan Mayor Hamid Rusdi saat bergabung dengan Heiho Keibodan Seinendan dan Jibakutai saat Perang Dunia ke-II berkecamuk di wilayah Asia Pasifik.

Setelah penjajahan Jepang berakhir, Hamid Rusdi yang saat itu sudah berpangkat sudanco atau letnan satu bergabung dengan Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang sekarang menjadi Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Mayor Hamid Rusdi mengobarkan semangat pertempuran saat Belanda berupaya kembali menguasai Indonesia melalui aksi Agresi Militer Belanda II yang kali itu juga menimbulkan perlawanan di berbagai daerah.

Hingga akhirnya Mayor Hamid Rusdi gugur dalam usahanya mempertahankan kemerdekaan bangsa yang begitu dicintainya.

Kisah heroik sang patriot bernama Hamid Rusdi menjadi teladan bagi generasi muda penerus bangsa untuk mewarisi semangat perjuangan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

 

Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News

Penulis: Bagus Rachmad Saputra

Editor: Herlianto. A

Tags: Agresi Militer Belanda IIHamid RusdiMayor Hamid RusdiMonumen Hamid RusdiPahlawan Asal MalangSejarah Hamid Rusdi

Related Posts

Museum Singhasari
Asli Malang

Makna Keris dan Tombak di Museum Singhasari, Bukan Sekadar Senjata

Selasa, 5 Mei 2026
Wisata sejarah di Kota Malang
Asli Malang

5 Destinasi Wisata Sejarah di Kota Malang yang Cocok untuk Liburan Edukatif

Senin, 23 Mar 2026
Kampung Budaya Polowijen, salah satu tempat wisata edukasi di Kota Malang yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Kampung Budaya Polowijen/Henny Chn.
Asli Malang

Rekomendasi Wisata Edukasi di Kota Malang: Tempat Asyik Belajar dan Liburan Bersama Keluarga

Jumat, 7 Nov 2025
Tanaman hias
Asli Malang

4 Surga Hijau di Malang Raya: Pusat Tanaman Hias Terlengkap dari Pasar Legendaris hingga Nursery Modern

Selasa, 4 Nov 2025
Candi Sumberawan, salah satu situs sejarah di Kabupaten Malang tepatnya terletak di Kecamatan Singosari yang menarik untuk dikunjungi. /Foto: Google Review Candi Sumberawan/Arie Nugraha.
Asli Malang

Jejak Masa Lalu Singosari: Destinasi Situs Sejarah yang Wajib Dikunjungi di Kabupaten Malang

Sabtu, 25 Okt 2025
Rekomendasi Tempat Beli Kopi Roasting di Malang: Surga Pecinta Kopi dengan Rasa Otentik
Asli Malang

Menelusuri Jejak Kuno: 4 Situs Sejarah di Kota Malang yang Wajib Dikunjungi

Minggu, 19 Okt 2025
Next Post
Ketiga paslon di Paslon Pilkada Kota Batu saat debat perdana. Foto: Azmy

Debat Publik Kedua Pilkada Kota Batu, Durasi Presentasi Paslon Dipangkas Jadi 4 Menit

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Malam Seribu Bulan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.