MALANG, Tugumalang.id – Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) RI, Zulkifli Hasan mengunjungi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang,
Kunjungan yang dilaksanakan pada Kamis (12/2/2026) tersebut bertujuan untuk memastikan SPPG dan KDMP di Kabupaten Malang berjalan dengan baik serta sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.
Titik pertama yang dikunjungi Zulhas adalah SPPG di Jalan Panji, Desa Panggungrejo, Kecamatan Kepanjen yang merupakan salah satu SPPG pertama di Kabupaten Malang.
Baca Juga: Soal Minyak Goreng, Zulkifli Hasan: Cari Untung Boleh Tapi Rakyat Jangan Dirugikan
SPPG yang dikelola oleh Kodim 0818 Malang-Batu tersebut telah beroperasi sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dicanangkan pada 6 Januari 2025.
Usai meninjau dapur, Zulhas bergeser ke beberapa sekolah yang menerima program MBG. Sekolah yang dikunjungi di antaranya adalah SMK Taman Siswa Kepanjen, SMA Negeri 1 Kepanjen, dan SMK Negeri 1 Kepanjen.
Kunjungan dilanjutkan ke KDMP Kedungpedaringan, Kecamatan Kepanjen yang akan segera beroperasi. Di sana, Zulhas meninjau kesiapan KDMP Kedungpedaringan dalam menjalankan usaha.
“Sesuai arahan Bapak Presiden, saya tiga hari turun ke lapangan di Jawa Timur untuk memastikan SPPG berjalan dengan baik, aman, sesuai dengan yang ditentukan. Saya juga cek penerima manfaat dan mendengar pendapat mereka,” ujar Zulhas kepada wartawan.
Terkait KDMP, Zulhas menyebut pemerintah menargetkan 30 ribu bangunan koperasi rampung di penghujung Mei atau Juni 2026. KDMP digadang-gadang akan menjadi penggerak ekonomi baru sekaligus penopang rantai pasok program pangan nasional.
Baca Juga: Lengkap, Berikut Daftar Menteri Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran
Menurutnya, koperasi desa akan berperan sebagai offtaker bagi UMKM di desa dan menjadi penyuplai kebutuhan untuk SPPG. Dengan tata kelola yang baik, koperasi, badan usaha milik desa, dan pelaku UMKM akan menjadi bagian dari ekosistem distribusi pangan yang terintegrasi.
Ia menegaskan, program ini bertujuan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di setiap desa. Menurutnya, tidak boleh lagi ada dominasi pelaku besar yang mematikan perputaran ekonomi di tingkat desa.
“Jangan ada lagi grosir besar (yang menyuplai SPPG). Setiap desa harus dipastikan ada pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,” tegas Zulhas.
Baca Juga Berita Tugumalang.id di Google News
Reporter: Aisyah Nawangsari Putri
Editor: Herlianto. A





























