Sabtu, Mei 30, 2026
Tugumalang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
  • Home
  • Tugu SehatNEW
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial
No Result
View All Result
Tugu Malang ID
No Result
View All Result
Home Catatan

Menitipkan Orang Tua Ke Panti Jompo Bagian Bakti Seorang Anak?

Redaksi by Redaksi
Januari 31, 2022 2:06 pm
in Catatan
Ruwiyanto

Ruwiyanto

Share WhatsappShare FacebookShare Twitter

Oleh : Ruwiyanto*

Dunia maya di hebohkan dengan sebuah kabar seorang anak yang tidak mau merawat orang tuanya kemudian di titipkan di sebuah griya lansia yang khusus merawat orang tua terlantar. Bahkan warganet turut memberikan komentar negative kepada anak tersebut yang di duga menitipkan orang tuanya karena permasalahan ketidak cocokan.

READ ALSO

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Masyarakat Indonesia masih banyak yang memiliki pandangan miring dan negative terhadap anak yang menitipkan perawatan orang tuanya yang sudah lanjut usia ke sebuah Panti Jompo. Panti lansia dianggap sebagai tempat “pembuangan” bagi orang tua yang di telantarkan oleh anaknya.

Sebesar apapun jasa yang diberikan oleh anak untuk membalas kebaikan orang tuanya, tidak akan bisa. Sejak anak dalam kandungan ibunya berusia 1 pekan, belum bisa disebutkan namanya, orang tua sudah membaluri doa-doa kebaikan.

Anak lahirpun juga diasuh dan dirawat dengan kasih sayang besar ibu dan bapaknya. Kemudian memasuki usia remaja memberikan bekal pendidikan berbagai disiplin ilmu pengetahuan termasuk pengetahuan agama dan akhlak.

Setelah anak dewasa, belum sempat memberikan balasan jasa perawatan dan kasih sayang orang tua, sang anak sudah pamitan mandiri untuk membangun keluarga kecil baru.

Biasanya perbedaan pandangan yang mengakibatkan perselisihan terjadi pada saat anak sudah memiliki pasangan atau berkeluarga. Apalagi kalau sudah dikaruniai momongan baru.

Orang tua yang melihat anaknya hidup tentram dengan pasangannya serta mendapat anugerah cucu tentunya lebih bahagia hidupnya.

Namun terkadang ada juga orang tua yang memilih jalan hidup sendiri dan tidak mau merepotkan anak anaknya. Bahkan sang anak meskipun hidup berkecukupan serta bergelimang harta, orang tuanya tetap keukeuh pada pendiriannya. Hidup sederhana di rumahnya sendiri.

Sebagai anak justru merasa kurang nyaman dan merasa berdosa, dengan pendirian orang tua yang tidak sejalan dengan pemikirannya.

Ada juga anak yang memiliki kesibukan bisnis luar biasa. Hidupnya untuk kerja lintas negara. Hingga tidak memungkinkan mengajak orang tuanya hidup bersamanya.

Menitipkan orang tua ke panti jompo atau griya lansia sebenarnya tidak masalah, dan hal itu bisa dikatakan sebagai bagian dari baktinya seorang anak kepada orang tuanya yang sudah lanjut usia serta tidak produktif lagi.

Namun yang harus diperhatikan adalah keberadaan panti jompo tesebut harus memenuhi standar baku kelaikan untuk merawat lansia lebih baik daripada di rawat sendiri di rumah yang terkadang kurang maksimal.

Panti jompo sebagai pusat penitipan lansia harus didukung kelengkapan perizinan dari dinas terkait, selain itu miminal juga memiliki 4 unsur yang dapat menjaga keberlangsungan hidup lansia lebih bahagia, diantaranya mengutamakan kesehatan fisik, kesehatan mental, dan kesehatan sosial serta kesehatan spiritual.

Fasilitas yang disediakan di panti lansia mestinya juga lebih baik jika dibandingkan dengan fasilitas di rumahnya. Dengan kata lain melebihi standart baku kenyamanan, seperti tersedianya berbagai fasilitas pendukung untuk tempat tinggal.

Fasilitas Panti jompo yang sehat bisa berupa ketersediaanya dokter jaga 24 jam termasuk diantaranya perawat pendamping, kamar tidur yang bersih, poliklinik, ruang spa, ruang senam, kolam berendam air hangat, kolam renang serta restoran bahkan terdapat perkebunan mini untuk kesibukan para lansia, sehingga para lansia yang tinggal tidak merasa jenuh, dan supaya lansia tidak diam diri di kamar atau bergerak terbatas di lingkungan sekitarnya saja.

Fasilitas olah raga lansia bisa berupa area lapangan tempat joging, ruang gym, tempat ibadah yang juga ada pembimbing spiritual sesuai dengan keyakinanya, dan tempat refreshing untuk menyalurkan hobinya, termasuk diantaranya kolam pemancingan ikan. Bahkan juga terdapat lahan khusus lainya untuk beternak skala kecil terbatas.

Keberadaan lansia yang menghuni tempat dengan fasilitas lengkap, maka tidak ada kesan seorang anak yang menitipkan seolah-olah “membuang” orang tuanya sendiri. Orang tua yang dititipkan juga merasa nyaman.

Dengan adanya fasilitas khusus tersebut, maka panti jompo tidak akan memiliki kesan sebagai tempat pembuangan orang tua yang sudah lanjut usia. Bahkan seorang anak yang memiliki kesibukan kerja tentu lebih bahagia jika orang tuanya bisa terawat dengan baik.

Sewaktu-waktu anak-anaknya bisa berkunjung dan menjenguk orang tuanya yang memiliki teman usia sebayanya dengan penuh keakraban. Para Pengasuh panti jompo juga memberikan akses kemudahan dalam berkomunikasi antara orang tua yang dititipkan dengan anak-anaknya.

Pengelola panti jompo juga wajib mengupgrade kemampuan sdmnya, untuk lebih professional dalam pelayanan serta aktif berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk mendukung keberadaan panti jompo tersebut.

*Penulis merupakan Mahasiswa Pascasarjana STIE Malangkucecwara/ABM Malang

Tags: jompoOrang Tuapanti jompo

Related Posts

Abdul Hamid. Foto/dok
Catatan

Menolak Kolaborasi Sesat: Refleksi Lempar Jumrah dan Krisis Integritas di Era Modern

Selasa, 26 Mei 2026
Momentum Hari Kebangkitan Nasional, refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib tentang kedaulatan algoritma di era digital. /Foto: Dok. Istimewa.
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional, Refleksi Ketua PP ISNU, Zainal Habib: Saatnya Bebas dari Algoritma

Rabu, 20 Mei 2026
Tiko Ari. Foto/dok
Catatan

Hari Kebangkitan Nasional dan Tantangan Nyata Pekerja Indonesia di Tengah Perubahan Zaman

Rabu, 20 Mei 2026
Agama
Catatan

Ketika Ilmu Dipisahkan dari Agama (1)

Selasa, 19 Mei 2026
Prophetic Intelligence
Catatan

Prophetic Intelligence: Menyatukan Ideologi dan Strategi Politik PKB di Era Gen Z

Selasa, 12 Mei 2026
Sains dan Agama
Catatan

Paradigma Baru: Mengakhiri “Perang Dingin” antara Sains dan Agama

Minggu, 10 Mei 2026
Next Post
SMAN 8 Kota Malang sekolah daring

SMAN 8 Kota Malang Kembali Terapkan Sekolah Full Daring

BERITA POPULER

  • Tatik Swartiatun (tengah) didampingi kuasa hukumnya memberikan pernyataan soal sengketa Sardo Swalayan. (Foto/M Sholeh)

    Sengketa Kepemilikan Sardo Swalayan Malang Memanas, Tatik Menangkan Praperadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pemkab Malang Targetkan Bongkar Ratoon di Lahan 7.500 Hektare Tahun Ini

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dari Malang PSI Tancap Gas Perkuat Akar Partai, 84 Ribu Bendera Disebar di Jatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 SMK Swasta Terbaik di Kota Malang 2026: Pilihan Unggulan untuk Masa Depan Cerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Arema FC: Misi Sulit Singo Edan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Portal berita Tugu Malang (tugumalang.id) merupakan perusahaan media siber di bawah naungan PT Tugu Media Komunikasindo

Ikuti Kami

Navigasi Site

  • Kode Etik
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Kebijakan Data Pribadi
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Form Pengaduan
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.

Jaringan Media 

Tugumalang.id 

Tugujatim.id 

Tugusehat.id

No Result
View All Result
  • Home
  • Tugu Sehat
  • Peristiwa
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Insight
  • Pariwisata
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum & Kriminal
  • Advertorial

© 2021 Tugu Media Group - All Right Reserved Tugu Malang ID.